--- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>>
> Lina: Jadi kalo dah mentok baru lari ke agama/iman/spiritual ya?
> Kasihan.


DH: Bukan! banyak fenomena fisika yang dapat diatasi dengan hukum
fisika, kalau mentok, ya ilmunya belum jauh. tetapi dalam bidang
geometri dan geofisika ilmu pengetahuan sudah berkembang jauh, tak
perlu mentok.

kalau mentok, ya mentok, dimanapun tak ada jawabannya, kembangkan
lagi lmu itu. masak mau beragama ria kalau menentukan kapan gunung
merapi meledak? yang bener mbak

-----------------------------
>
>>
> Kalo menurut saya apa yang diutarakan oleh mbak Aris bukan cross
> analysis. Tapi analisa dari agama/keimanan saja. Jadi, gak campur
> aduk. Karena, jelas mbak Aris tidak menganalisa in detail
> berdasarkan iptek or ratio.

DH: Jawaban mengneai vulkanologi hanya didapat dalam ilmu
vulkanologi mbak. Juga kalau mengatasi cancer. tak ada hantu  hantu
an, atau yang lain.

Kalau mengatakan, bahwa manusia kena musibah gunung meledak karena
disumpahi Tuhan, ini namanya mencampurkan fenomena rational
(vulkanologi) dan iman (ke Tuhanan).

--------------------------
>
> Malah, menurut saya, yang mbacanya pada campur aduk. Mungkin
campur aduk ama emosi soal syariah islam yang disanjung mbak Aris
> sebelumnya.

DH: apa yang dibaca adalah apa yang tertulis. That's it. Baca juga
paling baik pakai nalar..

Salam nalar

Danardono





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke