Perekonomian menjadi Tim Advance untuk kunjungan kerja
Presiden RI ke Tokyo ?
Saya menulis, ternyata Ical yang berlatar belakang
konglomerat itu tak mampu menjawab pertanyaan
wartawan-wartawan Jepang, termasuk calon investor
Jepang. Salah satu pertanyaan itu:
Bagaimana Anda bisa meyakinkan kami bahwa Pemerintah
RI akan memberi kepastian hukum ?
Jawaban Ical di mata wartawan dan investor Jepang
sangat tidak memuaskan. Karena itu saat Presiden RI
tiba di Tokyo yang menjadi fokus adalah EPA (Economic
Partnership Agreement) antara Jepang dan Indonesia.
Jepang sangat ingat bagaimana Singapura melindungi
investasinya melalui perjanjian jaminan investasi
Singapura di Indonesia 15 Februari 2005.
Sambil merangsek Indonesia melalui hubungan bilateral
utang luar negeri, Jepang juga menyelusup melalui ADB
dan CGI,
Pada saat yang sama Jepang meminta realisasi EPA dan
Jaminan Investasi.
Lalu, apa yang kita lakukan ?
Lihat saja bagaimana National Single Window diterapkan
oleh Menko Budiono.
Simpulannya, jangan meminta kepastian pada
kepemimpinan yang ragu dan tidak berani mengambil
risiko. Kondisi ini akan terus berjalan karena
Indonesia di tengah kondisi lemahnya kepastian hukum
justru paling nikmat dieksploitasi.
Inilah bangsa yang pemimpinnya paling senang dipangku,
dipuji, dan diberikan hadiah, kata Raffles.
--- samudjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dibolak-balik, memang masalah yang paling mendasar
> di Indonesia sekarang
> ini adalah kepastian hukum.
>
> Penegakan hukum menjadi sangat penting dalam menata
> kehidupan berbangsa
> ini, inilah agenda reformasi yang belum kita
> selesaikan
>
> Apabila kita mempunyai sistim penegakan hukum yang
> berjalan dengan baik,
> niscaya bangsa ini akan mampu memperbaiki kehidupan
> berbangsanya dalam
> tahapan-tahapan secara terus menerus.
>
> Apabila tidak, maka keberhasilan reformasi yang
> sudah dicapai, di sektor
> legislatif maupun eksekutif akan percuma, dunia akan
> menilai Republik
> Indonesia sebagai negara yang gagal.
>
> Wahai Pak/Bu Polisi, Pak/Bu Jaksa, Pak/Bu Pengacara,
> Pak/Bu Hakim maupun
> Pak/Bu Sipir
>
> Wassalaam,
>
> Samudjo
> Date: Wed May 31, 2006 5:52 pm (PDT)
> From: "fauherklots" [EMAIL PROTECTED]
> Subject:
>
>
> Hari senin lalu saya ada sesi diskusi dg salah
> seorang lawyer partner
> dari Mori Hamada Matsumoto Law Firm, salah satu law
> firm terbesar di
> Jepang yang mempunyai kantor cabang di bbrp negara
> Asia. Partner tsb
> telah bertugas di hampir semua negara Asia Timur
> (Cina, Malaysia,
> Philippines, Indonesia, Myanmar, Vietnam, Thailand)
> sebagai corporate
> lawyer terutama bagi perusahaan2 besar Jepang.
>
> Kita sebenarnya membahas laporan survey bisnis
> tahunan JBIC untuk th
> 2005. (lengkapnya ada di pdf pada:
>
>
<http://www.jbic.go.jp/autocontents/english/news/2005/000077/index.htm>
>
http://www.jbic.go.jp/autocontents/english/news/2005/000077/index.htm)
>
> Apa yang tetap disoroti sebagai kelemahan Indonesia
> adalah insecure
> stability and security. Ancaman kerusuhan/keamanan
> dan gonta ganti
> regulasi adalah yang penyebab utama.
>
> Makanya saya teringat saja, bahwa dibanyak milis
> orang2 memuja Morales
> dan Chavez yang menasionalisasi perusahaan minyak
> asing dinegaranya dan
> meminta pemerintah RI melakukan hal serupa. Mungkin
> lupa ya, kalau mata
> dan telinga investor lainnya itu tetap terbuka
> lebar. Coba aja kita maen
> hantam menasionalisasi Exxon misalnya, saya yakin
> capital outflow akan
> segera terjadi dalam waktu singkat. Bayangkan kalau
> Toyota hengkang dari
> Indonesia. Anda yang tidak bekerja disana mungkin
> akan bilang go to the
> hell. Tapi bayangkan nasib sekitar 5 ribu karyawan
> beserta keluarganya.
> Juga perusahaan2 penyangganya (spareparts dsb).
> Belum perusahaan2 asing
> lainnya. Atau bahkan perusahaan swasta milik
> pengusaha nasional.
>
> Begitu pemerintah melanggar hukum property atau
> membiarkan pelanggaran
> hukum properti terjadi, investor manapun akan was2
> dan siap2 angkat
> kaki. Negara2 transisi semacam Cina dan Vietnam
> mulai melonggarkan
> kepemilikan property oleh asing demi mengundang
> lebih banyak FDI.
> Bangkok yang menjadi Detroit of Asia siap menerima
> investasi lebih besar
> dari perusahaan otomotif lainnya. Apalagi industri
> mobil mempunyai
> backward linkage yang besar sehingga multiplier
> effect-nya pun akan
> besar.
>
> Secara terus terang partner tsb bilang: I'm now
> advising my clients not
> to invest more in Indonesia. Wait until we see if
> the situation will get
> better.
>
> Semoga we'll be getting better... soon.
>
> salam,
>
> fau
>
>
> DISCLAIMER: The information contained in this
> communication is intended solely for the use of the
> individual or entity to whom it is addressed and
> others authorized to receive it. It may contain
> confidential, legally privileged information or
> otherwise protected by law from disclosure and is
> intended solely for the use of the addressee. If you
> are not the intended recipient you are hereby
> notified that any disclosure, copying, distribution
> or taking any action in reliance on the contents of
> this information is strictly prohibited and may be
> unlawful. Unless otherwise specifically stated by
> the sender, any documents or views presented are
> solely those of the sender and do not constitute
> official documents or views of PT Apexindo Pratama
> Duta Tbk. If you received this email in error,
> please immediately notify the sender or our email
> administrator at [EMAIL PROTECTED] and delete
> it from your system. Thank you.
>
>
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
>
>
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

