^_^

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Syahril
Sent: Thursday, June 01, 2006 11:33 AM
Subject: mewaspadai adudomba antarumat


----- Original Message -----
From: "Fauzie Abdullah" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, June 01, 2006 10:57 AM
Subject: Fwd:FW: mewaspadai adudomba antarumat


> > -----Original Message-----
> > From: fauzan al-anshari [mailto:fauzan@>
>  Sent: Saturday, May 27, 2006 8:01 PM
> > Subject: mewaspadai adudomba antarumat
> >
> >
> > MEWASPADAI ADU DOMBA ANTARUMAT
> > Oleh Fauzan Al-Anshari
> > (Ketua Departemen Data dan Informasi MMI)
> >
> > Pokok Masalah
> >
> > Koran Duta Masyarakat, Minggu, 16 April 2006, hal.V, memuat petikan
> > wawancara KH Abdurrahman Wahid dengan M Guntur Romli dan Alif
> > Nurlambang
> > (JIL) sebagai berikut:
> >
> > JIL: Gus, ada yang bilang kalau kelompok-kelompok penentang RUU APP
> > ini bukan kelompok Islam, karena katanya kelompok ini memiliki kitab

> > suci yang porno?
> >
> > Gus Dur: Sebaliknya menurut saya, Kitab suci yang paling porno di
> > dunia adalah Alqur'an, ha-ha-ha (tertawa terkekeh-kekeh).
> >
> > JIL: Maksudnya?
> >
> > Gus Dur: Loh, jelas kelihatan sekali. Di Alqur'an itu ada ayat
> > tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut. Cari dalam Injil
> > kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek
> > kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha.
> >
> > Berikutnya, pada 22 April saat kelompok anti RUU APP bersama istri
> > Gus Dur Sinta Nuriyah ada wanita pendemo yang mengeluarkan teteknya
> > di atas panggung. Mungkin demo itu untuk membuktikan bahwa
> > mengeluarkan tetek sesuai dengan Al-Qur'an sebagaimana tafsiran Gus
Dur.
> >
> > Mari kita buka firman Allah swt: "Dan Kami perintahkan kepada
> > manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah
> > mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan
> > menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua
> > orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu." (QS.Luqman:14).
> Bisa dibaca juga: QS.
> > Albaqarah:233, Annisa:23, Alahqaf:15).
> >
> > Samakah menyusui dengan demo mengeluarkan tetek? Jelas, menyusui
> > anak berbeda dengan mengeluarkan tetek apalagi dilakukan di atas
panggung.
> > Menyusui anak adalah ibadah, sedangkan mengeluarkan tetek di atas
> > panggung adalah pornoaksi. Pornoaksi adalah kejahatan yang harus
> > diberantas sampai akar-akarnya.
> >
> > Kalau mengikuti logika Gus Dur maka semuanya jadi porno. Pakai baju
> > porno, karena sebelum memakai harus melepas baju lama, jadi
telanjang.
> > Orang mandi juga porno. Suami istri bersetubuh juga porno. Jadi
> > semuanya harus ditangkap berdasarkan RUU APP.
> >
> > Reaksi Ulama NU
> >
> > Adalah Habib Abdurrahman Assegaf (Pasuruan) dan KH Luthfi Bashori
> > (Malang) mengambil inisiatif untuk menggalang ulama NU guna
> > menyampaikan tuntutan kepada Gus Dur atas pernyataan yang sangat
> > menghina kitab suci umat Islam se dunia itu agar bertobat dan
> > meminta maaf kepada umat Islam. Sekitar 150 ulama NU seperti: Gus
> > Idris Hamid (Pasuruan), KH Nawawi (Sidogiri), Gus Dah, Gus Din
> > (Ploso), Gus Fawaid, KH Warson, Mbah Zainal (Krapyak Jogjakarta), KH

> > Saiful Islam (Genggong), KH Nuruddin, KH Subadar, dan lain-lain
> > telah
> menandatangani tuntutan tersebut.
> >
> > Surat tuntutan tersebut telah disampaikan langsung kepada Gus Dur di

> > kantornya pada hari Rabu (24/5) oleh kedua ulama NU tersebut
> > didampingi oleh Habib Rizieq Shihab, pimpinan FPI yang juga sangat
> > dekat dengan para ulama NU, khususnya di Jawa Timur. Namun tanggapan

> > Gus Dur di luar dugaan. Gus Dur marah besar, bahkan menggebrak meja
> > keras-keras, sambil
> > mengatakan: "Mereka itu kiyai bangsat! Mereka bukan orang-orang NU."
> >
> > Kemudian oleh KH Luthfi dijawab: "Yang penting kita sudah
> > menyampaikan amanat para kiyai. Untuk menanggapinya itu urusan
> > sampean Gus." Karena
>
> > Gus Dur bersikap arogan dan tidak memuliakan tamu, ketiga ulama
> > tersebut memutuskan untuk tidak berlama-lama di kantornya. Yang
> > jelas,
>
> > jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi Gus Dur, maka mereka akan
> > melaporkan ke Mabes Polri.
> >
> > Kasus Purwakarta
> >
> > GP Anshor kabupaten Purwakarta sebagai panitia Dialog Lintas Agama
> > dan Etnis mengundang Gus Dur sebagai salah satu pembicara (23/5).
> > MUI kabupaten Purwakarta segera merespon rencana kegiatan itu. Pada
> > 22 Mei
>
> > MUI mengundang ormas Islam yang ada di kabupaten Purwakarta dan
> > panitia pelaksana dialog untuk membicarakan acara tersebut. Semua
> > peserta musyawarah sepakat untuk menunda acara itu, kecuali panitia
> > tetap ngotot akan meneruskan acara itu. Akhirnya MUI mengingatkan,
> > bila acara tetap dilaksanakan, maka pihaknya tidak akan
> > bertanggungjawab bila terjadi sesuatu.
> >
> > Alasan MUI dan ormas Islam untuk menunda acara itu berdasarkan
fakta:
> > Pertama, di Purwakarta tidak pernah terjadi kerusuhan SARA atau
> > antaretnis. Acara itu dipandang tidak perlu. Justru kalau diadakan
> > acara seperti itu dikhawatirkan mengundang masalah. Apalagi Gus Dur
> > dalam pernyataannya sering tidak terkontrol. Kedua, saat ini Gus Dur

> > sedang hangat-hangatnya dikecam di Purwakarta terkait pernyataannya
> > yang menyebut Al-Qur'an kitab terporno. Kehadiran Gus Dur
> > dikhawatirkan memicu hal-hal yang tidak diinginkan bersama.
> >
> > Kronologi "Pengusiran"
> >
> > Yang terjadi sebenarnya bukan pengusiran, tetapi penghentian acara
> > karena sudah keluar dari topik diskusi. Pada hari Selasa (23/5)
> > acara dialog dilaksanakan, dihadiri oleh tokoh-tokoh Islam dan
non-Islam.
> > Saat Gus Dur bicara ternyata ngelantur ke mana-mana. Di antaranya
> > Gus Dur
> > mengatakan:
> > 1) MMI, FPI adalah organisasi anarkis, 2) Demo antipornografi dan
> > pornoaksi MMI dan ormas Islam lainnya ke DPR di Jakarta ada yang
> > membayar,
> > 3) MMI dan FPI adalah gerakan yang didanai Wiranto, dan masih banyak

> > pernyataannya yang bikin gerah umat Islam.
> >
> > Oleh karena itu, beberapa aktivis MMI, FPI dan lainnya minta waktu
> > kepada moderator untuk bicara. Moderator hanya memberi waktu kepada
> FPI.
> > Aktivis FPI mengatakan, Gus Dur harus minta maaf kepada umat Islam
> > karena pernyataannya itu. Gus Dur balik menjawab: "Saya tidak akan
> > meminta maaf kepada siapa pun." Mendengar jawaban Gus Dur, banyak
> > peserta dialog
> > berteriak: Allahumma yahdik (Ya Allah, tunjukilah Gus Dur). Suasana
> > semakin panas. Maka terlontarlah kata-kata dari peserta sambil maju
> > ke
> > depan: "Lebih baik anda pulang, tidak usah meneruskan pembicaraan."
> > Akhirnya dengan dikawal petugas, Gus Dur meninggalkan lokasi.
> >
> > Pengalihan Isu dan Adu Domba
> >
> > Adalah Taufik yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Antikekerasan,

> > saat dialog dengan saya di To Days Dialoque Metro TV (24/5)
> > menantang untuk head to head (adu kepala atau apa) dan memprovokasi
> > massa NU untuk membalas tindakan "pengusiran" tersebut. Taufik pun
> > menggalang demo (Jum'at, 26/5) untuk menuntut pembubaran FPI, MMI,
> > HTI, dan FUI melalui SMS yang disebarkan ke publik. Mereka demo ke
> > Mabes lalu ke markas FPI di Petamburan tetapi batal.
> >
> > Habib Rizieg menjawab dengan SMS pula: "SMS ajakan menyerang Markas
> > FPI menyebar. FPI pantang mundur. Kita siap sambut musuh: Ikan bawal

> > buah terong, ente jual ane borong. Allahu akbar! Sejumlah ormas pun
> > bergabung membela FPI.
> >
> > Siapa Taufik? Tiba-tiba muncul di tengah-tengah 'dunia persilatan'
> > yang sudah panas. Kenapa dia berani menantang dan memprovokasi massa

> > untuk menuntut pembubaran ormas Islam yang kebetulan sering dituduh
> radikal.
> > Siapa di belakang dia. Siapa sponsornya. Banyak sekali pertanyaan
> > tentang dia. Pantas, jika kami menggugatnya sebagai provokator.
> >
> > Taufik dan para tokoh liberal memperoleh momentum strategis untuk
> > mengalihkan fakta pelecehan terhadap Al-Qur'an yang dilakukan Gus
> > Dur menjadi isu 'anarkisme' oleh kelompok radikal Islam. Media massa

> > tertentu pun getol mengalihkan fakta tuntutan permintaan maaf oleh
> > umat Islam dan ratusan ulama NU terhadap Gus Dur menjadi tuntutan
> > pembubaran terhadap FPI, MMI, dan HTI.
> >
> > Kapolres menyarankan agar FPI, MMI, dan HTI mengalah dan minta maaf.
> > Mereka menjawab saran tersebut: "Gus Dur dulu yang minta maaf kepada

> > umat Islam, baru kita akan memaafkan." Bandingkan, pendukung Gus Dur

> > marah karena idolanya merasa dilecehkan, sementara ormas Islam yang
> > dituduh anarkis marah karena Gus Dur telah menghina Al-Qur'an.
> > Setiap aksi akan menuai reaksi. Yang menyebabkan reaksi harus minta
> > maaf dulu, baru yang bereaksi. Kalau berat mengucapkan kata 'maaf',
> > saya yakin politik adu domba Yahudi, AS dan antek-anteknya akan
> > berjalan mulus. Wallahu a'lam.
> >
>
>
> Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
>
> --- Fauzie


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke