DJ Oko - Duka Jogja Duka Indonesia
Friendster Click by [EMAIL PROTECTED] 


-----Original Message-----
On Behalf Of mj

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/062006/02/0209.htm

si Ua Sas mejeng deui di PR...
-------------------------------------------

Cinta Bahasa Sunda Lewat Dongeng

INGAT dongeng sebelum tidur yang pernah dibacakan orang tua kita saat
kita
kecil dahulu? Dan, bagaimana pengaruh dongeng itu terhadap jalan hidup
kita? Mungkin tidak semua orang jalan hidupnya terpengaruh dongeng.

Namun, bagi Mamat Sasmita (55), sebuah dongeng di masa kecil, berperan
besar dalam kisahnya hidupnya. Melalui dongeng, pensiunan PT Telkom itu
sangat perhatian terhadap bahasa Sunda, dan semua yang terkait dengan
budaya Sunda.

”Dongeng yang pertama kali saya dengar dari bapak saya ialah
wawacan
‘Purnama Alam’. Di dalamnya ada pupuh. Bahasanya indah, saya
sangat terkesan,” tutur Mamat, ketika ditemui ”PR” di
kios bukunya di Pasar Cihaurgeulis, pekan lalu. Kini, koleksi buku
berbahasa Sunda dan segala hal terkait kesundaan yang dimiliki Mamat
mencapai lebih 4.000 buku, dari berbagai bahasa, mulai bahasa Sunda,
Indonesia, Inggris, hingga Belanda.

Salah satu koleksi buku tertua soal Sunda yang Mamat miliki ialah Kamus
Bahasa Sunda-Inggris cetakan tahun 1862. Buku itu karya seorang juragan
teh asal Inggris, Jonathan Rigg, yang kala itu bermukim di Bogor. Kamus
yang sangat langka itu diperolehnya di sebuah kios buku di Pasar
Cihaurgeulis, tak jauh dari kiosnya sekarang. Ia yakin kamus 400 halaman
itu, merupakan kamus pertama bahasa Sunda. ”Kamus Sunda-Melayu
saja
baru ada dekade 1940-an,” ucapnya.

Dongeng dan seni

Dari buku-buku koleksinya itulah, rasa cintanya terhadap bahasa Sunda
dan
kesundaan, kian tebal. Rasa cinta itulah yang berusaha ia tebar ke
berbagai kalangan. Salah satunya dengan membuka taman bacaan di
rumahnya,
Jln. Margawangi. ”Semua koleksi buku saya bisa dibaca di sana.
Dipinjam juga boleh. Semuanya gratis,” kata Mamat.

Diakuinya, sangat sedikit orang yang datang ke taman bacaannya.
”Belum tentu tiap hari ada pengunjung. Mereka yang datang biasanya
untuk menyelesaikan tugas dari guru atau dosennya,” ucapnya.

Kurangnya minat terhadap bacaan Sunda, khususnya dari kawula muda,
disebabkan adanya kesalahan dalam sistem pengajaran bahasa Sunda di
sekolah-sekolah. ”Selama ini, yang diajarkan di sekolah ialah ilmu
bahasa Sunda. Karenanya, para murid tidak suka. Jadi cukup asal lulus
saja,” katanya.

Ia menganjurkan, mempelajari bahasa Sunda dimulai dari bercerita.
”Ya seperti mendongeng atau lainnya. Murid tidak perlu pakai
bahasa
Sunda yang halus dulu. Biar mereka mengeksplorasi dirinya. Dengan
begitu,
akan muncul rasa ketertarikan. Setelah itu, baru diarahkan dengan
memakai
bahasa Sunda yang baik dan benar,” kata pria beranak satu ini.

Selain dari dongeng, rasa ketertarikan bisa dibuka dari seni.
“Budaya Sunda kan punya banyak kesenian seperti angklung, tarling,
dan lainnya. Coba dimulai dari sana, mungkin murid lebih tertarik
terhadap
kesundaan. Bukan sekadar ingin mendapat nilai bagus dan lulus,”
ucapnya. (Satrya/”PR”)***


mj

http://geocities.com/mangjamal







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke