Pak Samudjo,
Di Indonesia sudah ada ketentuan teknis untuk membangun sebuah
struktur tahan gempa. Ketentuan tersebut biasanya terkait dengan jenis
material yang dipakai: beton, baja atau kayu.
Dari ketiga jenis bahan tersebut yang memiliki resiko collapse paling
tinggi adalah bangunan beton (terutama struktur bangunan tinggi)
mengingat massanya yang besar. Perlu diketahui, massa sebuah bangunan
berbanding lurus dengan gaya gempa -yang merupakan perkalian antara
massa bangunan dan percepatan gempa- dan percepatan gempa bergantung
pada zoning gempanya (tertera dalam peraturan gempa indonesia).
Sialnya, karena keterbatasan dana yang merupakan buah perselingkuhan
dengan kemiskinan, orang seringkali mengabaikan ketentuan ini dengan
menurunkan kualitas material, dsb. Makanya kemarin saya sarankan, bagi
kalangan espass (eksekutif pas-pasan) gak usah malu punya rumah
berbahan kayu.

Sepanjang pengetahuan saya peraturan seperti ini belum diundangkan.
Namun apabila terjadi kegagalan struktur yang menyebabkan kehilangan
jiwa, konsultan atau kontraktor yang terkait dengan proyek tersebut
berpotensi dijerat dengan pasal: kelalaian yang menyebabkan orang lain
kehilangan jiwa. Sebelumnya, penyebab kegagalan struktur tsb harus
diselidiki terlebih dahulu oleh sebuah konsultan independen yang
ditunjuk. 



regards,
RIO





--- In [email protected], "samudjo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Maaf Cross posting
>
> -----Original Message-----
> From: samudjo [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, June 02, 2006 10:04 AM
> To: '[EMAIL PROTECTED]'
> Subject: RE: [INSISTS] Alasan paling "aneh"
>
> Assalaamulaikum wR wB,
>
> Gempa di Jogja adalah bukti kekuatan alam yang melebihi ketahanan
> bangunan buatan manusia
>
> Sebagai orang yang beriman, kita langsung mengaitkan hal tersebut kepada
> kehendak Allah SWT, diantaranya Pak Nizami telah menafsirkannya sebagai
> peringatan kepada Sri Sultan HBX yang menolak RUUAPP.
>
> Sebaliknya karena Permadi mempercayai kekuatan magis laut kidul, maka
> dia menafsirkan gempa tersebut sebagai kemarahan Nyai Loro Kidul yang
> menolak RUUAPP.
>
> Gempa dengan kekuatan 6 skala richter sering terjadi di Jepang, mengapa
> bencana yang diakibatkannya tidak sedahsyat di Indonesia ?
> Karena Orang Jepang lebih Islami dalam mempelajari gempa serta bagimana
> menghindari akibat buruk dari gempa.
>
> Struktur bangunan tahan gempa telah dipelajari semua insinyur Arsitektur
> dan Sipil di Indonesia. Tapi apakah hal tersebut telah dituangkan dalam
> sebuah Undang-undang ? Apakah sudah ada juklaknya bagi undang-undang
> tersebut ? Apakah badan yang berwewenang, menjalankan juklak itu dengan
> baik ?
>
> Di Kota-kota besar di Indonesia, pembangunan perumahan di selenggarakan
> oleh pribadi dan real estate, yang diutamakan oleh mereka  adalah tampak
> luar bangunan tersebut, yang sedang in sekarang ini adalah gaya
> minimalis, tapi apakah ada kajian yang mendalam dari segi ilmu gempa ?
>
> WaLlahu a'lam,
>
>
> Samudjo
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> Behalf Of Syahril
> Sent: Friday, June 02, 2006 9:35 AM
> To: Undisclosed-Recipient:;
> Subject: [INSISTS] Alasan paling "aneh"
>
> Masya Allah para penolak RUU ini....kemana ya nalarnya :PPP
>
> Silakan lihat komentar aneh, tidak nalar,tidak akademis dan menghina
> Tuhan di:
> http://www.detiknews.com/indexfr.php?url="">
> php/detik.read/tahun/2006/bulan/06/tgl/02/time/085823/idnews/607668/idka
> nal/10
>
>
>
>
>

>
> DISCLAIMER: The information contained in this communication is
intended solely for the use of the individual or entity to whom it is
addressed and others authorized to receive it. It may contain
confidential, legally privileged information or otherwise protected by
law from disclosure and is intended solely for the use of the
addressee. If you are not the intended recipient you are hereby
notified that any disclosure, copying, distribution or taking any
action in reliance on the contents of this information is strictly
prohibited and may be unlawful. Unless otherwise specifically stated
by the sender, any documents or views presented are solely those of
the sender and do not constitute official documents or views of  PT
Apexindo Pratama Duta Tbk. If you received this email in error, please
immediately notify the sender or our email administrator at
[EMAIL PROTECTED] and delete it from your system. Thank you.
>







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke