Lha wong pencipta Marhaenisme itu, bernama Bung Karno, sudah
berkesempatan pegang kekuasaan mutlak di tangannya, sejak
membubarkan parlemen pilihan rakyat di tahun 1959, ternyata gagal
memakmurkan negerinya dengan sistem Sosialisme ala Indonesia itu.

Dalihnya: revolusi belum selesai! Kapan selesainya, Bung Karno?
Bilang saja Anda (baca: Bung Karno!) mau pegang kuasa seumur hidup,
dengan gelar "Presiden Seumur Hidup,"  supaya enaklah hidup Anda di
istana berlenso ria dengan pacar-pacar dan gundik Anda, sementara
rakyat di bawah kekuasaan Anda ketika itu terus saja melarat di
bawah sistem ekonomi yang Anda sebut Dekon (Deklarasi Ekonomi
Nasional?) itu! Dan yang Anda sebut sebagai Demokrasi Terpimpin
hanyalah untuk memegakkan kekuasaan pemimpin politik yang setuju
Anda saja, sambil memberangus pengeritik Anda dan dijebloskan ke
penjara (seperti Syahrir, Mochtar Lubis, Hamka, dll), sedangkan
rakyat ditindas dengan sistem kediktatoran PBR (Pemimpin Besar
Revolusi) Bung Karno!

Kesalahan Anda adalah mendasarkan ajaran Anda pada Marxisme, padahal
Marxisme tidak punya sistem yang ampun untuk memberikan economic
growth sehingga yang terjadi adalah pemeratakan kemiskinan. Anda pun
marah ketika ada yang mengungkapkan secara metaforik bahwa "Rakyat
Indonesia sudah makan batu!" ketika kelaparan (HO) melanda banyak
wilayah negeri yang konon kaya raya gemah ripahlohjinawi!

Ah, sudahlah, Anda sudah masuk ke dalam masa lalu sejarah Indonesia.
Kami tidak membutuhkan ajaran Anda yang sudah gagal justeru ketika
Anda sendiri yang menjalankannya. Tidurlah di peraduan abadimu
dengan tenang, karena kami memaafkan kesalahan dan kelemahanmu, dan
Insya Allah Tuhan mengabulkan pemberian maaf kami sehingga dosamu
bisa diringankan --- Amien!

Ikra.-
======
(sedang menyusun puisi dengan judul "BK" yang isinya antara lain
seperti di atas itulah)





Demokrasi Terpimpin yang sesuai dengan ajaran Anda itu,

--- In [email protected], "jaimunbinm" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dalam Pusaran Globalisasi dan Gelombang Demokratisasi Abad 21
>
> "Demokrasi (Liberal) tersebut ternyata bukan solusi, sebab siapa
> mendapat apa, kapan dan bagaimana, tidak melibatkan rakyat
Indonesia
> di dalamnya. Kapitalis internasional, elit politik dan pemerintah,
> birokrat koruptor, elit partai, pengusaha komparadorlah yang
> mendapatkan aset-aset ekonomi politik, dalam situasi dan kondisi
> gelombang demokratisasi dan globalisasi/neoliberalisasi masa kini"
>

>
> PENDAHULUAN           
>
> Bahwa Cita-cita Marhaenisme, yaitu Masyarakat Yang adil dan Makmur
> berdasarkan sosialisme Indonesia belumlah tercapai. Cita-cita
luhur
> dan mulia Marhaenisme masih jauh dari kenyataan di dalam kehidupan
> Rakyat Indonesia. Peri kehidupan rakyat Indonesia masih penuh
> ketimpangan, kemiskinan, kebodohan, dan ketertindasan oleh suatu
> stelsel. Stelsel itu menciptakan suatu exploitation de I'homme par
> I'homme yang berkelanjutan dalam masyarakat Indonesia, bahkan umat
> manusia se-dunia.
>
>             Stelsel itu telah berumur lebih dari 2 abad. Sekarang
> stelsel itu "bermetamorfosa" dan menggurita menjadi "raksasa
> Kapitalisme Global". Bangsa-bangsa dan umat manusia di seluruh
dunia
> kini tak berdaya melawan "raksasa Globalisme" tersebut.
> Cengkeramannya semakin luas dan kuat. Yang lemah akan disikat,
yang
> kuat semakin kuat. Inilah filosophi Globalisme kapitalisme dari
masa
> ke masa, strongest of the fittest.
>
>             Maka dari pada itulah rakyat Indonesia harus insaf
> seinsaf-insafnya akan realitas yang dihadapinya itu. Segala
konflik
> internal bangsa Indonesia harus dihentikan. Dan kekuatan rakyat
> harus dikonsentrasikan untuk menghancurkan stelsel kapitalisme
> global tersebut. Cita-cita Marhaenisme akan tercapai bila praktik
> perjuangan kaum marhaen dan marhaenis berkelanjutan, inilah
namanya
> perjuangan permanen. Suatu perjuangan untuk mencapai tujuan
> Masyarakat Sosialis Indonesia dengan benar-benar memperhatikan
> ideologi Marhaenisme itu sendiri, seluk-beluk pergaulan rakyat
> Indonesia masa kini, dan pergaulanan masyarakat dunia.
>
>             Semoga Tuhan Yang Maha Esa merestui Perjuangan
Permanen
> kaum marhaen dan marhaenis se-Nusantara bahkan seluruh dunia.
>
>  selanjutnya<http://www.geocities.com/gmni_day/artikelsosialis.htm>
>







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke