tragisnya
di negeri awak dibiarkan
para pemimpin lancung
makin simaharajalela mbrakotin daging rakyat
batara-kalla dengan boneka mister-citra
punggawanya golkar pks pd dan sejawat
salam pekik merdeka!


--- In [email protected], "MANG UCUP" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ratusan juta manusia di kolong langit menyaksikan dihadapan TV
secara live
> ketika pertama kalinya tentara Amerika menyerang Irak, walaupun
apa yg kita
> lihat pada saat itu adalah perang benaran, tetapi secara emosional
kita
> tidak begitu terpengaruh ataupun turut terlibat seperti pada
saatnya
> pertandingan bola. Tidak ada agama maupun pandangan (ideologi)
politik yang
> mampu menyedot perhatian massa, menciptakan histeria seperti pada
saat
> pertandingan bola piala dunia yang akan dtg ini. Bahkan bisa
melupakan
> sejenak urusan politik maupun ekonomi seperti kenaikan BBM maupun
hal-hal
> lainnya.
>
> Para pakar pakar psikologi sosial dan antropologi mengakui bahwa
> pertandingan bola ini bisa disamakan seperti juga perang, tidak
ada bidang
> olah raga lainnya yang dapat menciptakan suasana perang seperti
sepak bola.
> Beberapa hari lagi manusia sejagat raya akan diselimuti oleh 'aura
> peperangan" ketika setiap bangsa bersaing, kendati memang tidak
ada darah
> yang tertumpah.
>
> Gendrang perang sudah ditabuh dan kampak perang pun sudah digali
kembali
> untuk berangkat ke medan perang, bukan hanya sekedar seragam yang
mereka
> pakai tetapi wajahpun bersedia di cat dgn berbagai macam warna
bendera
> kesebelasannya, seperti juga suku Indian Apache pada saat mau pergi
> bertempur. Mereka membawa bendera negaranya masing-masing sambil
bersorak
> sorai menyanyikan lagu-lagu pertempuran mereka.
>
> Partai yang mempunyai dendam kesumat di ajang Piala Dunia kerap
menjadi
> panggung yang membangkitkan sentimen dan konflik pada masa lalu.
Sebagai
> contoh perseteruan antar Inggris-Jerman, Belanda-Jerman, atau
> Polandia-Rusia, yang membangkitkan memori kelam Perang Dunia I dan
II.
> Bahkan, pada kualifikasi Piala Dunia 1970, saat El Salvador
berjumpa
> Honduras pada 1969, pertandingan di atas lapangan rumput malah
memicu perang
> betulan selama empat hari, yang menewaskan setidaknya dua ribu
tentara dari
> kedua negara.
>
> Sudah terbuktikan bahwa pada saat nonton bola mereka itu begitu
tegangnya
> seperti juga sedang berada di medan petempuran, walaupun itu hanya
nonton di
> depan TV sekalipun juga. Berdasarkan penelitian oleh seorang pakar
> kardiologi Prof. Joachim Trape dari Bochum (Jerman) pada saat kita
nonton
> bola tekanan darah kita bisa meningkat dari 120 menjadi 180 dan
ini konstant
> selama satu jam lebih, maka dari itu banyak orang mati sakit
jantung pada
> saat menjelang piala dunia. Sumber: majalah Lifestyle „Men´s
Health"
>
>
> Seperti layaknya pada saat mau perang, kita menghitung dan
menganalisa
> kekuatan musuh mulai dgn bantuan alat-alat yang super canggih
seperti
> komputer, video s/d segala macam jampi-jampi dari dukun maupun
tukang ramal.
> Berdasarkan itung-itungannya dari profesor fisika Metin Tolan dari
> Universitas Dortmud, kemungkinan besar 56% Jerman akan keluar
sebagai juara
> dunia. Ia telah menganalisa data-data dari semua peserta maupun
dari semua
> pertandingan kejuaran bola dari sejak th 1950 dan ia menghitung
bukan hanya
> satu kali saja melainkan sampai lebih dari ratusan ribu kali.
>
> Berdasarkan hasil penelitian dari Universitas Cardiff, ternyata
seperti
> layaknya pada saat perang, manusia menjadi semakin menjadi agresif
dan juga
> semakin galak setelah mereka menang, begitu juga dalam
pertandingan bola.
> Para suporter menjadi semakin biadab bukannya setelah mereka kalah
melainkan
> setelah mereka menang.
>
> Berdasarkan psikologi sport dari Universitas Koeln Dr Oliver
Kirchoff,
> ternyata kaos yang kita pakai bisa merubah sifat seseorang, lihat
saja
> prilaku tentara ataupun polisi yang memakai seragam dan tanpa
seragam. Kaos
> dengan warna merah dapat memicu sipemakai jadi semakin agresif
disamping itu
> mampu meningkatkan hormon maupun energinya. Terkadang sifat
seseorang bisa
> berubah dari kaos kesebelasan yang mereka pakai dari manusia
berobah menjadi
> binatang. Oleh sebab itulah juga helm plastik yang dibuat oleh
para suporter
> Belanda telah dilarang diedarkan sebab ini pasti dapat memicu
agresifitasnya
> sipemakai.
>
> Kesetiaan (loyalitas) pendukung itu juga akan diberikan penuh
kepada salah
> seorang pemain bintang -- seperti gladiator pada masa Romawi Kuno -
- yang
> siap memimpin rekan-rekannya, membela panji kebanggaan masing-
masing tim
> dalam peperangan di lapangan hijau. Sang bintang mampu mewujudkan
ambisi
> pendukungnya dengan merebut kemenangan, niscaya segala puja dan
puji
> tertumpah padanya.
>
> Sebaliknya, gagal "membayar" segala dukungan para partisan, sumpah
serapah
> menjadi bagian dari kekelaman sang bintang yang urung bersinar.
Ingat
> tragedi di ajang Piala Dunia 1994 AS, ketika pemain belakang
Kolombia Andres
> Escobar harus meregang nyawa ditembak pendukung tim Kolombia
sendiri, karena
> dianggap sebagai pemicu tersingkirnya "negara kokain" itu dari
pesta sepak
> bola di AS, setelah melakukan gol bunuh diri.
>
> Mang Ucup
> Email: [EMAIL PROTECTED]
> Homepage: www.mang.ucup.net
>







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke