Jakarta, *NU Online
*Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Masdar Farid Mas'udi
mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas terbesar di Indonesia saat
ini sedang dalam posisi terancam keberadaannya. Ia menengarai adanya
kelompok yang ingin mengadu domba para tokoh NU dengan tujuan menciptakan
konflik horisontal antar-warga NU.
"Mengingatkan kepada segenap warga NU tentang adanya kelompok tertentu yang
hendak menghadu domba sesama kiai panutan *nahdliyin *(sebutan untuk warga
NU, red)* *dengan resiko konflik horisontal yang bisa sangat keras sesama
warga nahdliyyin di lapisan bawah," kata Masdar kepada *NU Online *dihubungi
via ponselnya, di Jakarta, Minggu (4/6), kemarin.
Menurutnya, kelompok yang ingin mengadu domba NU itu adalah kelompok yang
selama ini menuduh NU sebagai organisasi yang sesat dan menyimpang, karena
dinilai penuh dengan hal-hal yang berbau *tahayul, bid'ah *dan *khurafat*.
Kelompok ini, katanya, orang-orang yang selama ini mengaku paling benar
sendiri dalam beragama.
"Kelompok yang dimaksud adalah meraka yang sejak semula, atas dalih
pemurnian akidah menuding NU sebagai sarang tahayyul, syirik, bid'ah dan
khurafat yang sesat dan harus dibersihkan dari peta bumi bumi umat Islam.
Mereka mengklaim dirinya sebagai orang yang paling murni, paling salafi dan
paling dekat dengan kebenaran *(al-haq)*," kata Kiai yang juga Direktur
Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) ini.
Alumnus Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta itu mengatakan, kelompok yang
mengaku paling benar sendiri itu, saat ini sedang berjuang dengan sekuat
tenaga menghancurkan kekuatan NU melalui masjid-masjid. Kelompok itu
melakukan gerakan secara sistemik, baik di perkotaan maupun pedesaan.
"Mereka adalah kelompok terorganisir yang semakin gencar menggerogoti
basis-basis NU melalui penyerobotan masjid-masjid nahdliyyin secara
sistematis. Bukan hanya di perkotaan, tapi juga di desa-desa," ungkapnya.
Dengan modal dukungan dana yang besar, lanjut Masdar, mereka mempunyai misi
besar yaitu memberangus tradisi-tradisi keagamaan NU yang mereka tuduh
sebagai peyimpangan terhadap ajaran nabi Muhammad SAW. "Mereka kuasai
masjid-masjid nahdliyin, mulai dari kepengurusan takmirnya sampai dengan
status tanahnya. Muaranya, mereka ingin membersihkan NU dari keseluruhan
tradisi-tradisi peribadatan dan keagamaan nahdliyin yang mereka tuduh tidak
sesuai dengan sunnah nabi yang *shahih*," katanya.
Karena itu, ia meminta kepada semua warga dan tokoh NU untuk bersatu padu
dengan menjaga persaudaraan dan kekompakan antarsesama. Hanya dengan itu,
gerakan kelompok-kelompok yang ingin menghancurkan NU dapat dibendung.
"Mendesak kepada segenap warga nahdliyin dan segenap pimpinan di semua
lapisan untuk mempererat tali silaturrahmi yang tulus, bebas dari kalkulasi
politik sesaat," tuturnya.
Ia juga meminta kepada warga dan tokoh NU untuk membentengi masjid-masjid
yang selama ini digunakan sebagai pusat beribadah dari 'serangan'
kelompok-kelompok yang ingin menghancurkan NU secara sistemik. "Saya meminta
agar warga dan tokoh NU membentengi masjid-masjid nahdliyin dengan
menjadikanya sebagai pusat pemberdayaan umat dan bangsa," katanya. (amh)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

