RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
 Komentar:
 ========
 "Timor Leste negara emprit, - Indonesia burung Garuda" . . . (?!)
 Bahwasanya Timor Leste adalah negeri kecil, itu memang betul. Tapi mosok mau 
coba-coba pandang-enteng lagi terhadap "negeri emprit" itu ?! Apa tidak 
kapok-kapok sampai "burung Garuda" pernah  babak-belur dihajar oleh "emprit" ?!
 
 Lihatlah, Negeri Emprit Iran itu malahan berani menantang Amerika dan Barat. 
Juga Negeri Emprit Venezuela . . . Lantas Negeri Sangat Emprit Israel tidak 
bergeming berhadapan dengan seluruh Negeri-Negeri Islam di seluruh dunia . . .
 
 Sudah tidak lagi jamannya sekarang ini membanding-bandingkan "besar-kecil" nya 
negara atau negeri. 

 Kriteria nya sebetulnya gampang saja: 
 Otak masih di kepala, - atau tidak . . .  Dan kalau masih, - masih sehat atau 
sudah gila ?
 
 Lebih baik malahan si manuk emprit yang gesit dan pintar, 
 (sangat disukai!) . . .
 Daripada besar kayak manuk dadali, tapi malas-lamban dan goblok nya 
ngaudzubillah . . . 
 
 Lain-lain nya sungguh benar ucapan Bapak itu, - namun yang begini-beginian ini 
harus hati-hati diucapkannya, sebab di negeri Bapak ini banyak sekali 
sukubangsa-sukubangsa yang "emprit-emprit", - - - lantas bagaimana Bapak bisa 
mengaku dan bangga sebagai Bangsa "Garuda " Indonesia jika di negeri ini tak 
ada  emprit Batak, emprit Aceh, emprit Bali, emprit Minangkabau, emprit Dayak, 
emprit Bengkulu, emprit Riau, emprit Tionghoa, emprit Bugis, emprit Lombok, 
emprit Maluku, emprit Flores, emprit Papua, dll, dll, dll, . . ?!
 
 Jangan sampai menimbulkan kesan bahwa alangkah tidak nyaman dan tidak aman 
tinggal di satu "kandang" dengan Garuda . . .
 
 Itu saja, kok, Pak Gus Dur . . . 
 
 RedTOLERANSI.RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
 
 Soal Tudingan PM Timor Leste 
  Gus Dur: Pamor RI Sudah Runtuh
   Ken Yunita - detikcom
    Jakarta - Indonesia dianggap sudah tidak punya pamor lagi. Buktinya, negara 
kecil seperti Timor Leste bisa menuding seenaknya bahwa RI terlibat kerusuhan 
di negara tersebut.
 
 Turunnya pamor RI itu disampaikan mantan Presiden Gus Dur dalam pidatonya di 
acara Nusantara Menggugat di Gedung Joeang '45, Jalan Menteng Raya, Jakarta, 
Rabu (7/6/2006).
 
 Semula Gus Dur mempertanyakan sikap pemerintah yang dinilainya tidak punya 
prioritas. Belum lagi korupsi yang menjamur di mana-mana akibat sikap tebang 
pilih pemerintah.
 
 Pemerintah, kata Gus Dur, selalu mengaku telah memberantas korupsi, padahal 
tidak. Mengaku tidak pernah tebang pilih, padahal jelas-jelas tebang pilih.
 
 "Orang dari Timor Timur saja berani bilang Indonesia yang mendorong kerusuhan 
yang terjadi di sana. Ini bagaimana? Negara 'emprit' kok berani nabrak burung 
Garuda! Itu artinya kita tidak punya kewibawaan lagi. Pamor kita runtuh!" tegas 
Gus Dur. 
 
 Kondisi ini, kata Gus Dur, bisa terjadi karena pimpinan kita sudah tidak bisa 
dipercaya lagi.
 
 Kekuatan Rakyat Hilang
 
 Sebelumnya Gus Dur sempat menceritakan bahwa Indonesia pernah mengalami suka 
duka panjang setelah ada pemilu yang dicurangi penyelenggara di awal 
pemerintahan Orba sehingga menyebabkan hilangkan kekuatan rakyat. 
 
 "Saya tadinya mengira setelah reformasi, itu akan berakhir. Tapi ternyata 
tidak," katanya.
 
 Diakui Gus Dur saat itu memang ada pembaharuan, tapi dicuri orang. Karena 
sedianya rakyat akan mendapat pemimpin yang demoktaris.
 
 "Tapi apa boleh buat reformasi telah dicuri orang. Yang dibangun pemerintah 
saat ini bukan sebuah sistem, tapi banyak (sistem). Kelihatannya satu tapi 
tidak. Ini sebab dari kesalahan kita semua," tuturnya. 
 
 Globalisasi, imbuh Gus Dur, menjadi pemicu itu semua. Karena pemimpin nasional 
terlalu ketakutan pada globalisasi, sehingga terjadi reaksi yang berlebihan.
 
 Pertama munculnya fundamentalisme yang mengancam persatuan dan kesatuan. 
Kemudian pluralitas dicoba dipasung. Dia lalu mencontohkan soal RUU APP. Dalam 
RUU itu, masyarakat diarahkan pada pola hidup tertentu. 
 
 "Saya yang beragama Islam dan dari ponpes aja tidak terima, apalagi yang lain. 
Bhinneka Tunggal Ika hanya tinggal fatamorgana saja, terjadilah 
pemaksaan-pemaksaan kehendak yang justru dibiarkan saja oleh pemerintah dan 
aparat," ujarnya.
 
 Hal itu terbukti dari sikap aparat yang membiarkan orang-orang petantang 
petenteng di jalanan. Padahal itu jelas-jelas melanggar UU.
 
 Prioritas pemerintah dianggap Gus Dur juga tidak jelas. Pemerintah lebih 
meributkan visa yang diberikan Australia kepada 42 warga Papua ketimbang 
memberi makan berjuta orang yang kelaparan.
 
 "Saya nggak ngerti skala prioritas pemerintah itu di mana," kritiknya.
 (umi)

 Baca juga:
   Ketua MPR: Alkatiri Tidak Bertanggung Jawab
   TNI Tetap Tak Tambah Pasukan di Perbatasan Timor Leste
   Bangunan Dekat Bandara Dili Dibakar
   Pasukan Australia Akan Berada di Timtim Selama 6 Bulan
 

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Sie sind Spam leid? Yahoo! Mail verfügt über einen herausragenden Schutz gegen 
Massenmails. 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Home is just a click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke