Hati-hati bagi pengguna HIT (termasuk saya, ketipu nih.), ganti obat nyamuk 
Anda dengan tanaman zodia, tanaman bunga levender, tanaman sereh dll ^_^ 
   
  salam,
  aris
   
  sumber berita :
http://republika.co.id/online_detail.asp?id=251393&kat_id=23

Rabu, 07 Juni 2006 20:38:00

Deptan Minta Anti Nyamuk Hit 21A dan 17 L Ditarik Dari
Pasar

Bogor-RoL -- Deptan minta PT Megasari Makmur, produsen
antinyamuk merk HIT untuk menghentikan produksi 
antinyamuk jenis 2,1A dan 17L serta menarik dua produk
tersebut dari pasaran.

Permintaan ini disampaikan Staf Ahli Mentan Bidang
Informasi dan Pengawasan Dr Mulyanto M.Eng dan
Direktur Sarana Produksi Ditjen Tanaman Pangan Ir
Spudnik Sujono K MM saat melakukan inspeksi mendadak
(sidak) di lokasi pabrik Jl Pancasila V Cicadas,
Gunung Putri, Bogor, Rabu (7/6).

Dalam siaran pers yang diterima Republika menyebutkan
permintaan penghentian produksi dan penarikan produk
dari pasaran, menurut Mulyanto, karena hingga kini
selaku produsen, PT Megasari Makmur masih menggunakan
bahan aktif berbahaya Diklorvos untuk membuat
antinyamuk HIT jenis 2,1A (jenis aerosol) dan 17L
(jenis cair).

Padahal, lanjut dia, per 28 April 2004 Komisi
Pestisida Deptan telah mengeluarkan larangan
penggunaan zat aktif Diklorvos untuk penggunaan
pestisida rumah tangga. `'Sebenarnya sejak itu
Megasari harus berhenti memproduksi HIT 2,1A dan 17L
karena izin penggunaan Diklorvos telah dilarang Komisi
Pestisida.''

Namun begitu, tambahnya, Megasari Makmur tetap
melanjutkan kegiatan produksinya. Produk tersebut
masih banyak beredar. Iklan produk juga masih
berlanjut di media cetak maupun elektronik. 

Melihat gelagat itu, jelas Spudnik, dirinya selaku
Direktur Sarana Produksi Ditjen Tanaman Pangan
kemudian melayangkan surat teguran pada 12 Mei 2006.
Surat tersebut direspon oleh produsen HIT pada 19 Mei
2006. `'Intinya, mereka minta maaf dan siap
menghentikan produksi dua produknya. Tapi, mereka
minta waktu dua bulan untuk penarikan.''

Tim Deptan -- yang terdiri dari SAM Bidang Informasi
dan Pangawasan/Wakil Ketua Komisi Pestisida, Direktur
Sarana Produksi Ditjen Tanaman Pangan, Kasubdit
Pengawasan Pupuk dan Pestisida Ir Zainul Abidin, dan
Kabid Humas Deptan Dudi Gunadi - tiba di lokasi
sekitar pukul 10.20 WIB. Setelah diskusi sebentar di
ruang rapat, Tim Deptan melakukan sidak ke ruang
produksi, pengepakan dan penyimpanan.

Dalam sidaknya, tim mendapatkan karyawan yang sedang
menutup kemasan lama dengan stiker baru. Bagian
(kemasan lama) yang menyebut Bahan Aktif: Propoksur
8.90 g/l dan Diklorvos 8.05 g/l ditutup dengan stiker
baru bertuliskan Bahan aktif: sipermetrin 2.04 g/l dan
d-aletrin 7.29 g/l.

Ahmad Bedah Istifari, General Affair PT Megasari
Makmur, mengatakan pihaknya memahami dan siap
mendukung kebijakan Komisi Pestisida Deptan. Tapi,
lanjutnya, karena ini menyangkut nasib sekian karyawan
dan kebutuhan konsumin, pihaknya minta dikasih waktu
untuk menyesuaikan. ''Kemasan lama memang masih
dipakai. Tapi isinya sudah formula baru. Karena itu,
kami beri stiker baru.''

Kepada Tim Deptan, Direktur Megasari Fransisca F
Hermanto, mengaku pihaknya masih memproduksi HIT 2,1A
dan HIT 17L yang mengandung Diklorvos sampai Mei 2006.
''Sambil menunggu izin formula baru, kami masih
produksi keduanya sampai Mei 2006. Dalam pemahaman
kami yang awam, sebelum izin baru keluar, kami masih
boleh memproduksi formula lama. Apalagi untuk
menemukan formula itu kan butuh waktu. Belum untuk
mengurus izinnya,'' ungkap Fransisca F Hermanto
Direktur Megasari Makmur.

Dalam pengakuannya, antara periode Mei 2004 - Mei
2006, Megasari telah memproduksi HIT 2,1A sebanyak
2.293 kg/l (99.000 pcs sudah didistribusikan, dan
149.200 pcs masih tersimpan di gudang); pada periode
yang sama juga telah diproduksi HIT 17L sebanyak
4.896.805 kg/l (143.000 pcs sudah didistribusikan, dan
260.900 pcs masih tersimpan di gudang.

Saat meninjau gudang, Tim menemukan penyimpanan HIT
stok baru yang letaknya berdekatan dengan HIT stok
lama. Tak ada pembatas yang jelas antara keduanya.
Menyaksikan itu, Tim minta pihak produsen mengisolasi
stok lama.

Pada akhir sidak, Tim Deptan minta jaminan agar
Megasari benar-benar menghentikan produksi antinyamuk
berbahan aktif Diklorvos dan segera menarik untuk
kemudian memusnahkannya. Direktur Megasari Fransisca
berjanji akan memenuhi permintaan itu dengan
menandatangani surat pernyataan yang berisi enam poin.

Intinya: tidak akan memproduksi kembali HIT berbahan
aktif Diklorvos untuk penggunaan pestisida
rumahtangga; menarik peredaran HIT 2,1 A dan HIT 17 L
dalam waktu dua bulan sejak 7 Juni 2006; mengisolasi
stok HIT berbahan aktif Diklorvos; memusnahkan dua
pruksi pestisida terlarang itu; menghentikan
penayangan iklan di mecdia cetak dan elektronik atas
produk tersebut, serta mengingatkan konsumen melalui
media layanan masyarakat untuk tidak menggunakan HIT
21A dan HIT 17 L yang mengandung diklorvos. (pur)



The great job makes a great man
  pustaka tani 
  nuraulia

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
You can search right from your browser? It's easy and it's free.  See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke