KETIDAKBERDAYAAN MANUSIA DIANTARA BENCANA DAN KEMATIAN ( V-Akhir )
   
  Semua yang telah dijelaskan tentang bencana dan kematian—ada penjelasan pada 
titik realitas secara tegas yang saling berkorelasi—dan merupakan realitas 
absolut tentang kehidupan. Bahwasannya hal itu merupakan kebenaran realita yang 
“tak terbantahkan” tentang gerak sejarah. Yang mana manusia akan berupaya 
bergulat dengannya, walaupun pada akhirnya kepasrahan merupakan jawaban riil 
dari ketidakberdayaan (paling sempurna) manusia. Lalu kenapa manusia sering 
“melarikannya” pada bentuk-bentuk mistifikasi yang dianggap sebagai jawaban 
dari suatu ketidakpastian, ataupun oleh karena keterbatasan rasionalitasnya? 
Tentunya hal ini merupakan penjelasan riil terhadap dinamika perkembangan 
peradaban manusia dan proses alam berpikirnya.
   
  Hampir sama dengan suatu perbandingan ambigu: antara praksis yang melandasi 
belas kasihan (atau solidaritas yang dilakukan secara tiba-tiba dan vulgar) 
ketika mengetahui adanya korban bencana, dengan realita eksploitasi yang telah 
dilakukannya secara permanen dan sistemik terhadap sesama manusia. Bahkan 
terlebih itu, ketika nilai-nilai kemanusiaan telah dihancurkan secara sistemik. 
Beberapa teori yang selalu diajukan sebagai pembenaran—pada intinya teori 
tersebut menjelaskan—tentang manusia pada hakikatnya sebagai makhluk sosial, 
yang dilandasi oleh peran moral. Perbandingan inilah yang kerap “merusak” 
proses rasionalitas manusia ketika harus dibenturkan dengan realitasnya. 
   
  Tentunya gugatan ini merupakan suatu kritisan terhadap realita hipokrit yang 
dilakukan melalui seperangkat alat, yang telah melegalisasi suatu sistem 
tentang kehidupan. Dengan mengabsurdkan proses berpikir mayoritas masyarakat, 
berbanding tajam dengan tuntutan pada “kebenaran” terhadap perlakuan yang sama 
antar sesama manusia, terutama dalam dimensi kehidupan tiap manusia. Lalu, 
walaupun hal itu telah ada “nilai-nilai” yang mengaturnya dalam rentang waktu 
ribuan tahun kebelakang dalam sejarah perkembangan masyarakat, tapi 
“nilai-nilai” tersebut terlalu “ideal-abstraktif” seiring dengan semangat 
dasarnya: realita penguasaan yang didasari oleh logika metafisis!
   
  Di satu sisi, logika tersebut menawarkan tentang kebenaran dalam relasi antar 
sesama manusia, tetapi di sisi lain ada sifat kontradiktif dari logika yang 
telah “ditawarkan” tersebut. Dan manusia lebih cenderung untuk menggunakan 
asumsi instannya, ketimbang rasionalitasnya yang harus obyektif. Dan hal itu 
telah membudaya dalam sejarah peradaban manusia. Yang pada akhirnya, manusia 
harus menyadarinya: suatu “kepasrahan dan ketidakberdayaan” telah mengikis 
segala bentuk pembenaran ambisius yang dilakukan oleh manusia. Dan yang menjadi 
kepastian adalah hukum negasi yang merupakan suatu keabsolutan yang tak 
terbantahkan!***
   
  Juni 2006, Leonowens SP          

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free.
http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke