Rekan,

saya mau cerita laporan pandangan mata dan hati
tentang perkembangan jogja paska gempa.

http://genkkobra.blogspot.com

Tanggal 3 Juni, tepat jam 3 pagi, meluncur dari
transtv jakarta bersama rekan-rekan transtv yang
membawa bantuan dari pemirsa yang dikemas dalam 1 truk
kontainer. Rombongan tiba di Jogja jam 2 sore, di
daerah jendral sudirman 44, gedung cabang bank mega -
Jogja. nah di sini kita ketemu dengan Pak Chaerul
Tanjung, pak Ajis dan Pak Sapto (pim cab. bank Mega)
untuk melakukan koordinasi awal.

[sebenarnya, keikutsertaan saya di tim ini 'sekedar'
meramaikan. Yah anggap saja sebagai latihan menuju
ujian yang lebih berat. Mencoba menjadi manusia yang
berani dan pasrah menghadapi cobaan...cieeee..]

Karena udah terlanjur malam, kita putuskan untuk
berangkat besok pagi. Hari itu kita tertidur di posko
kota transtv-bank mega. zzzzzzzzzzzzzzzzzz.....

4 juni 2006, kita bangun pagi-pagi. Berangkat langsung
menuju lokasi yang menurut informasi cukup parah
karena dilanda gempa. Tepatnya di daerah
Bauran-Plered-Bantul.  Rombongan berjalan ngebut,
mencoba menyeruak di tengah mobil-mobil yang lalu
lalang. Keluar masuk daerah gempa. Tapi yang nyebelin
banget, banyak mobil-mobil turis wisata gempa yang
nggak ketahuan juntrungannya. mereka malah bikin
macet, jalan-jalan santai sambil foto-foto di tengah
keadaan yang ...gila...ancur banget.

Sepanjang jalan memasuki kabupaten bantul, terlihat
kanan-kiri rumah yang hancur lebur. Nggak usah
diceritain soal sedihnya, Dahsyat dan memilukan.

Sampai di plered jam 10.00. Kita langsung mendirikan
tenda Pleton ukuran 6x14meter. pas di atas sawah
kosong di daerah Bauran 2. Nggak nyangka, kita cuma
butuh waktu 35 menit buat mendirikan tenda ini (ini
berkat latihan berkali-kali sebelumnya di transtv dan
halanman bank mega jogja..hehehe). tentu saja kita
dibantuin para penduduk korban gempa. Wah hebat banget
mereka, ketika tenda berdiri, salah seorang dari
penduduk yang kebetulan pengrajin furniture bernama
Pak Pardi, menyumbangkan belasan pintu-pintu jati
setengah jadi untuk alas! Gila ya....betapa beliau ini
baik banget, itu pintu jati kan mahal banget. Dan
komentarnya pendek aja :

"tenang mas, pintunya kuat! Nggak bakal dimakan
rayap!"

"Apa nggak takut rusak mas?

"hla, kalo rusak ya bikin lagi. Yang penting,
teman-teman penduduk bisa agak nyaman kalo tinggal di
bawah tenda ini."

...halaahhhh...saya terkaget mendengar alasannya.
Suatu  cara pikir yang dahsyat sekali. Pak Pardi ini
saat ini tinggal di tenda. Karena rumahnya hancur
berantakan. Tapi masih sempat-sempatnya menyumbangkan
pintu-pintu kayu jati buatannya untuk alas di posko
tenda pertama kita. Thanks Pak, Gusti Allah mboten
sare...

Jam 13.00. Saya dan Mas Ichwan (PR TranstV), berniat
mendirikan Posko Tenda ke 2 di daerah jetis (letaknya
nggak begitu jauh dari Plered). Kami memutuskan untuk
membuatnya di Ponggok, Desa trimulyo - Kecamatan jetis
- bantul. Lengkap banget ya alamatnya...

alasan kami mendirikan dilokasi tersebut, karena
lokasi ini belum dijamah oleh para pemberi bantuan.
Saya aja bingung dengan para relawan-relawan yang
terkonsentrasi justru di lapangan pinggir jalan Jetis.
lah buat apa buat posko terlalu banyak dilapangan
sepakbola? kenapa nggak mau masuk 'blusukan' ke
wilayah yang lebih hancur lagi?

Ah ya sudah, saya nggak berhak mengatur orang...toh
akhirnya saya bisa mendirikan Posko tenda ke 2 di
Ponggok. Ah, betapa kehadiran kami di tempat itu
disambut dengan berbagai macam pertanyaan oleh para
penduduk sekitar..

"kok sampeyan mau mendirikan di tempat ini mas? Jalan
masuknya kan agak susah?"

"Berapa hari bakal tinggal di sini mas? Masyatakat di
dalam sini belum dapat bantuan.."

Saya nggak bisa menjawabnya, yang pasti, saya
mendapatkan raut-raut muka penuh harapan dan
kebahagiaan. Thx God, nggak sia-sia kami mendirikan
posko 2 di tempat ini.

4 Juni 2006, kebetulan kami bertugas mendrop
barang-barang sembako dan barang-barang keperluan
sehari-hari seperti sabun, senter dsb. Wah, seneng
banget bisa menjadi saksi sekaligus membagikan bantuan
yang sangat kecil nilainya dibandingkan kerugian yang
diderita penduduk di sekitar wilayah ponggok ini.
Tiba-tiba saja kita seperti saudara adn telah saling
kenal sejak lama. saling membantu dan berpeluh. Hari
ini terlewati dengan rasa capek tapi senang banget.

Malamnya, saya pulang ke POSKO Gen.K Communications -
POSKO KOATA-KATA yang sudah didirikan sejak hari
pertama gempa (27 mei 2006). Saya ketemu lagi dengan
Rozi, Joko dan Bahar. 3 Sekawan Gen.K yang menyebut
dirinya sebagai KAWANAN (bukan relawan..hahhhahaha).
Yah saya dapat ceramah dan nasehat yang banyak dari
mereka..terus terang saya heran dengan teman-teman
ini. Mereka ini saksi sekaligus korban, tetapi
semangatnya luar biasa untuk tetap mencoba
berkarya...menjadi KAWANAN yang peduli korban gempa.

"Bung, kalau bisa, bekerjulah sekuatnya, jangan jadi
wisatawan!" sindir Mas Joko - genk Kobra yang
kelihatan letih setelah seharian bolak-balik
mengantarkan sembako.

"Iya, kalo bisa buka posko di pedalaman, tapi jangan
lupa, di tengah kota juga banyak korban yang sampai
hari ini belum dapat bantuan!" tambah Bahar.

Ah teman-teman sejati, terus terang saya nggak ada
apa-apanya dibandingkan mereka yang sudah memutuskan
berjihad dengan cara apapun. Semalaman saya tertidur
di Posko. 

5 Juni 2006, saya balik ke posko Pusat TransTV Bank
Mega pas jam 6.30. Saya buru-buru berkemas untuk
segera   berjaga di posko Ponggok. Gila, capek banget,
tapi sesaat tubuh jadi segar lagi, karena tiba-tiba
kita dapat bantuan 2 cewek manis, karyawam bank mega
yang bakal ngebantuin di Posko. Wuah..ini bakal jadi
hari paling indah di Posko Ponggok.

[sialnya, saya lupa nama ke 2 cewek manis ini.
Pokoknya , yang satu ini statusnya single, cantik dan
merangkap menjadi penyiar siaran bahasa jawa di Jogja
TV. hayo tebak...siapa dia? kalo dah tahu, SMS saya
ya...hehehe]

hari ini saya mendapatkan pengalaman berharga, tepat
jam 12 siang, ada 4 anak gadis kecil (usianya sekitar
6-7 tahun). Seseorang bernama rita, dia menggendong
adiknya berumur 1.5 tahun. Tampak terengah-engah dan
kecapekan. 

Mereka duduk di pinggir tenda, ah saya lalu mendekati
mereka dan menyapa mereka satu persatu. Mungkin karena
gaya saya yang nggak klop, membuat mereka agak ragu.

"Mau Biskuit dik?" tanya saya kepada mereka. 

Gadis kecil yang bernama Rina tampak menatap saya
ragu. Ah tipikal gadis kecil kampung, batin saya. 

"Saya boleh gendong adiknya ya?" dengan sigap saya
gendong adik Rita yang berusia 1.5 tahun. Balita
tersebut semula kaget, tapi akhirnya dia menurut
ketika saya sodori saya sekeping biskuit.

Lalu saya melangkah mendekati Rita dan teman-temannya.

"Dimakan lho biskuitnya dik"

"Terima kasih"

"Kamu tinggal dimana sekarang?"

Rina menatap saya ragu, tangannya yang kurus
menunjukkan sebuah sudut. Sebuah rumah yang telah
porak poranda, tampak ibunya berdiri membersihkan
sisa-sisa puing.

Saya cuma menghela napas, bisa apa saya ini? Cuma bisa
menyanyakan sesuatu dan membuat orang lain bertambah
sedih lagi? wah...wah...

Tiba-tiba saya terhenyak ketika memandang dahi rita
yang tertutupi poni rambutnya. Ya Allah, betapa banyak
bekas luka yang mengering membekas di kepalanya!
Berarti..anak gadis ini...?

"Kepala kamu kenapa dik?" tanya saya hati-hati.

Rita menatap saya, lalu dengan lirih, dia berusaha
menjawab.

"Rumah saya kemarin rubuh, kepala saya tertimpa kayu."

masya Allah, betapa pedih sekali penderitaan gadis
ini. betapa selama beberapa saat lalu saya terlalu
buta untuk melihatnya. Ah, saya coba membelai dahinya
yang kini 'terukir' bekas luka. Rita yang malang...

Saya terbengong beberapa saat, ternyata kawan-kawan
Rita lainnya pun mempunyai tanda luka akibat tertimpa
reruntuhan rumah. Wlaupun tidak separah yang dialami
rita, tetapi paling tidak, mereka beberapa hari yang
lalu pasti sangat menderita.

"Terima kasih ya Om, " Rita tiba-tiba mengangetkan
saya. Dia menunjukkan biskuit yang saya berikan ke
padanya. 

Ah saya nggak bisa bicara, lalu rita meminta Adiknya
untuk kembali digendongnya. Dengan tertatih-tatih dan
tampak keberatan, ia segera membawanya pergi menjauh
dari tenda kami.

Teman, sesaat saya terdiam, menyaksikan semua ini.
Sejauh mata memandang yang ada hanyalah rumah yang
telah rata dengan tanah. Dan 4 gadis cilik didepan
saya berjalan semakin menjauh. Menyesakkan batin saya
dengan berbagai pertanyaan sekaligus memberikan saya
gelombang kesadaran baru...bahwa saya tidak boleh
berhenti.

Rita dan teman-temannya menghilang dari pandanganku.
Ah betapa penderitaan ini harus cepat selesai. Sudah
saatnya untuk bangkit lagi. Dan semoga mereka tidak
menangis lagi.

Salam

Sony Set
0818 936 046
Posko II Transtv - 
Dusun Ponggok, Desa Trimulyo, kec Jetis - Bantul

Posko Gen.K - Posko Koata-kata
bangunTapan Wonocatur - jogja


Informasi : saat ini, ribuan anak-anak korban gempa
Jogja membutuhkan bantuan susu dan KELAMBU untuk
melindungi tidur mereka dari serangan jutaan Nyamuk.

Gen.K berkerja sama dengan Kak Wes [aktivis, seniman
dongeng jogja) - 0815 799 0989(Rumah Dongeng
Indonesia), berniat mendirikan Shelter Khusus untuk
Anak. Kami mengharapkan bantuan dari rekan-rekan
dermawan untuk mengirimkan tenda-tenda yang nyaman
digunakan untuk Anak balita dan Ibu=-ibu menyusui.

Kami telah membuat Shelter utama anak di Posko Gen.K
di bangun tapan. Teman-teman Trans TV saat ini juga
sudah membuat Posko Shelter untuk anak di Plered dan
Ponggok Bantul.

Apabila teman=teman beniat membantu kami, silahkan
kirimkan KELAMBU dan TENDA untuk ANAK ke 

Posko Gen.K Communications: 

Jl. Gatot Koco No.28A Wonocatur, banguntapan,
Jogjakarta 55198. Telp. 0274 748 0196 Fax 0274 563326

mari bangun jogja, mari selamatkan anak-anak dari
penderitaan mereka.

http://genkkobra.blogspot.com

*******************************************************************
Genk Kobra Management - 0818 936 046
Percoyo ra percoyo, Presiden SBY adalah fans berat GENK KOBRA!
Download the Newest National Anthem "Jaman Wis Akhir" - Click here!
http://www.geocities.com/sinergi_finance/jamanwisakhir.mp3
http://www.geocities.com/sinergi_finance/sithikeding.mp3
http://www.geocities.com/sinergi_finance/ningnongninggung.mp3

mari kita buat indonesia lebih baik hari ini dan besok!
********************************************************************

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Home is just a click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke