bukannya udah pernah aku kirim ???

Tahun 2003

- 19 November Ketua FPI Habib Rizieq bebas
- 18 Desember menurut Ahmad Sobri Lubis,
Sekretaris Jenderal FPI, usai bertemu Wakil Presiden
Hamzah Haz di Istana Wakil Presiden, Jakarta,
Front Pembela Islam (FPI) akan mengubah paradigma
perjuangannya, tidak lagi menekankan pada metode
perjuangan melalui gerakan massa dan kelaskaran.
Perjuangan lebih ditekankan lewat pembangunan ekonomi,
pengembangan pendidikan dan pemberantasan maksiat
melalui jalur hukum.


Tahun 2004
- 03 Oktober FPI menyerbu pekarangan Sekolah Sang Timur
sambil mengacung-acungkan senjata dan memerintahkan
para suster agar menutup gereja dan sekolah Sang Timur.
Front Pembela Islam( FPI) menuduh orang-orang Katolik
menyebarkan agama Katolik karena mereka mempergunakan
ruang olahraga sekolah sebagai gereja sementara sudah
selama sepuluh tahun.
- 11 Oktober FPI Depok Ancam Razia Tempat Hiburan
- 22 Oktober FPI melakukan pengrusakan kafe dan
keributan dengan warga di Kemang
- 24 Oktober 2004 Front Pembela Islam melalui
Ketua Badan Investigasi Front FPI Alwi meminta maaf
kepada Kapolda Metro Jaya bila aksi sweeping yang
dilakukannya beberapa waktu lalu dianggap melecehkan
aparat hukum
- 25 Oktober 2004 Ketua MPR yang juga mantan
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS),
Hidayat Nurwahid dan Majelis Ulama Indonesia (MUI)
mengecam cara-cara kekerasan yang dilakukan
Front Pembela Islam (FPI) dalam menindak tempat hiburan
yang buka selama Bulan Ramadhan
- 28 Oktober Meski menuai protes dari berbagai kalangan,
Front Pembela Islam (FPI) tetap meneruskan aksi
sweeping di bulan Ramadhan menurut
Sekretaris Jenderal FPI Farid Syafi'i



FPI (BAB 1) – Mengenal FPI Tanpa Kebencian
Bagian I dari 8 Bab, Tulisan Mengenai FPI



Sehubungan dengan banyaknya opini negatif selama ini mengenai Front Pembela
Islam (FPI), maka secara bersambung kami akan tampilkan penjelasan mengenai
FPI yang berisi ringkasan pokok dari buku "DIALOG FPI - Amar Ma'ruf Nahi
Munkar"  karangan Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI).  Tulisan
ini terdiri dari 8 Bab. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa memperjelas
latar belakang, tujuan berdirinya, prosedur standar kerja FPI dan strategi
umum operasionalnya.  Siapa saja terbuka membaca tulisan ini, entah ia
mukmin, muslim, non-muslim, munafiq ataupun seorang musuh Islam.  Semoga
kita semua diberi-Nya hidayah selalu. Amiin.





AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR YANG MENJADI LATAR BELAKANG BERDIRINYA FPI



Apa Kata Al-Qur'an Mengenai Amar Ma'ruf Nahi Munkar ?



Amar Ma'ruf (mengajak kepada perbuatan baik) Nahi Munkar (mencegah perbuatan
buruk) merupakan  :

1.                   Cara untuk mendapat keberuntungan, dunia dan akhirat
(QS Ali Imran 104)

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada
kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar;
merekalah orang-orang yang beruntung.

2.                   Ciri umat manusia yang terbaik (QS Ali Imran 110)

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada
yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.
Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara
mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang
fasik.

3.                   Dasar-dasar pembangunan akhlak sholihah (Qs Ali Imran
114)

Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang
makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan)
pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.

4.                   Tugas mulia para nabi sejak dulu (Qs Al-A'raf 157)

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka
dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang
menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan
yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan
bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan
belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman
kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang
diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

5.                   Sebab-sebab turunnya rahmat (Qs At-Taubah 71)

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka
(adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh
(mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan
sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa
lagi Maha Bijaksana.

6.                   Sifat seorang mukmin sejati (Qs Al-Hajj 41)

(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi,
niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat
yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah
kembali segala urusan.

7.                   Kewajiban yang diperintahkan Allah SWT (Qs Luqman 17)

Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik
dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap
apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang
diwajibkan (oleh Allah).





Apakah Wajib Melakukan Amar Ma'ruf Nahi Munkar ?



Amar Ma'ruf Nahi Munkar hukumnya fardhu kifayah, artinya bila sebagian umat
sudah menegakkannya dengan jumlah dan kekuatan yang memadai untuk mengajak
kepada kebajikan dan mencegah kemunkaran maka gugurlah kewajiban sebagian
umat lainnya.



Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

"Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada
kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar;
merekalah orang-orang yang beruntung". Qs.Ali Imran (3):104



"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka
(adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh
(mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sholat,
menunaikan zakat, dan mereka ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu
akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana."  Qs.At Taubah (9):71



"Mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat, mereka menyuruh kepada yang
ma'ruf dan mencegah dari munkar, dan bersegera berbuat pelbagai kebajikan.
Mereka termasuk orang-orang yang sholeh."   Qs. Al-A'raf 157

===

FPI (BAB 2) :  Azab Allah Bila Kemaksiatan Dibiarkan Merajalela
Bagian ke-2 dari 8 Bab, Tulisan Mengenai FPI


Sehubungan dengan banyaknya opini negatif selama ini mengenai Front Pembela
Islam (FPI), maka secara bersambung kami akan tampilkan penjelasan mengenai
FPI yang berisi ringkasan pokok dari buku "DIALOG FPI - Amar Ma'ruf Nahi
Munkar"  karangan Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI).  Tulisan
ini terdiri dari 8 Bab. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa memperjelas
latar belakang, tujuan berdirinya, prosedur standar kerja FPI dan strategi
umum operasionalnya.  Siapa saja terbuka membaca tulisan ini, entah ia
mukmin, muslim, non-muslim, munafiq ataupun seorang musuh Islam.  Semoga
kita semua diberi-Nya hidayah selalu. Amiin.



Apakah Wajib Melakukan Amar Ma'ruf Nahi Munkar ?



Amar Ma'ruf Nahi Munkar hukumnya fardhu kifayah, artinya bila sebagian umat
sudah menegakkannya dengan jumlah dan kekuatan yang memadai untuk mengajak
kepada kebajikan dan mencegah kemunkaran maka gugurlah kewajiban sebagian
umat lainnya.



Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

"Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada
kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar;
merekalah orang-orang yang beruntung". Qs.Ali Imran (3):104



"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka
(adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh
(mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sholat,
menunaikan zakat, dan mereka ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu
akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana."  Qs.At Taubah (9):71



"Mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat, mereka menyuruh kepada yang
ma'ruf dan mencegah dari munkar, dan bersegera berbuat pelbagai kebajikan.
Mereka termasuk orang-orang yang sholeh."   Qs. Al-A'raf 157



Bagaimana Kalau Tidak Peduli Terhadap Amar Ma'ruf Nahi Munkar ?



"Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka
perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu."
Qs. Al Maa'idah (5):79



 Rasulullah SAW bersabda :



 "Bukan dari golongan kami orang-orang yang tidak mengasihi yang muda dan
tidak menghormati yang tua, serta tidak mengajak orang lain untuk berbuat
baik dan melarang yang munkar."





Kewajiban Mencegah Kemunkaran



Al-imam Abi Daud rhm meriwayatkan bahwa Abdullah Ibn Mas'ud r.a. mendengar
Rasulullah SAW bersabda bahwa :  "Sungguh demi Allah, hendaklah engkau
benar-benar menyerukan yang ma'ruf dan benar-benar mencegah yang munkar,
dan sungguh-sungguh menentang tangan-tangan yang zholim, dengan
mengembalikannya kejalan yang benar, dan agar menjaganya selalu di jalan
yang benar"





Dampak Bila Tidak Amar Ma'ruf Nahi Munkar



Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

"Dan peliharalah dirimu dari siksa yang tidak saja akan menimpa orang yang
zholim diantara kamu.  Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksanya."
(QS. Al-Anfal 25)



Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. mendengar bahwa Rasulullah SAW  bersabda :

"Sesungguhnya manusia jika mereka melihat orang yang berbuat zholim dan
tidak mencegahnya, maka telah dekatlah azab Allah yang akan menimpa mereka
seluruhnya" (HR At-Tirmidzi)



Aisyah r.a. berkata, "Rasulullah SAW. bersabda : "Penduduk sebuah desa yang
berjumlah delapan belas ribu orang disiksa, padahal amal-amal mereka seperti
amal para nabi.   Para sahabat bertanya, 'Ya Rasulullah, bagaimana hal itu
bisa terjadi?' Nabi SAW menjawab, 'Mereka tidak pernah marah karena Allah
Azza Wa Jalla, karena mereka tidak melakukan amar makruf dan nahi mungkar."



Abu bakar Ash-Shiddiq r.a.: "Dan sesungguhnya aku mendengar Rasulullah
SAW.bersabda (yang artinya): "Bila suatu kaum berbuat maksiat, sementara di
antara mereka ada yang mampu menegur mereka, namun tidak dilakukannya,
melainkan Allah akan menimpakan siksa-Nya secara merata atas mereka dari
sisi-Nya."



Firman Allah dan sabda Rasulullah tersebut diatas sering dikutip para ulama
ketika menyikapi bencana alam Tsunami baru-baru ini di Aceh dan Nias.
Dimana terbukti bahwa bencana itu menimpa semua orang secara merata baik
orang mukmin ataupun tidak.  Wallahu a'lam bis shawab.



Sikap Lembut Dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar



Firman Allah SWT :

"Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik,
dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.  Sesungguhnya Tuhanmu Dialah
yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia
lah yang lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk" (Qs
An-Nahl 125)



"Maka disebabkan rahmat dari Allah maka kamu bersikap lemah-lembut terhadap
mereka. Sekiranya kamu bersikap kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari
sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkan ampun bagi mereka, dan
bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah
membulatkan tekad maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya"  (Qs Ali Imran 159)





Sikap Tegas Dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar



"Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia
adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama
mereka" (Qs Al-Fath 29)



"Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir di sekitar (yang
memusuhi) kamu, dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu, dan
ketahuilah bahwa Allah beserta orang yang bertaqwa (Qs A-Taubah 123)



===
FPI (BAB 3) :  Visi dan Misi Front Pembela Islam
Bagian ke-3 dari 8 Bab, Tulisan Mengenai FPI



Sehubungan dengan banyaknya opini negatif selama ini mengenai Front Pembela
Islam (FPI), maka secara bersambung kami akan tampilkan penjelasan mengenai
FPI yang berisi ringkasan pokok dari buku "DIALOG FPI - Amar Ma'ruf Nahi
Munkar"  karangan Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI).  Tulisan
ini terdiri dari 8 Bab. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa memperjelas
latar belakang, tujuan berdirinya, prosedur standar kerja FPI dan strategi
umum operasionalnya.  Siapa saja terbuka membaca tulisan ini, entah ia
mukmin, muslim, non-muslim, munafiq ataupun seorang musuh Islam.  Semoga
kita semua diberi-Nya hidayah selalu. Amiin.





Mengapa Islam Perlu Dibela ?



Islam perlu dibela, dengan dalil-dalil antara lain :



"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama)"  (QS,
As Shaff, 14)



 "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya
Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu".  (QS, Surat Muhammad ayat
7)



"Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa"  (QS, Al Hajj,
40)



Sayyid Quthb, dalam tafsir Qur'an Fi-Zhilalil Quran berpendapat bahwa
menolong Allah berarti menolong rasul Allah, agama Allah dan aturan Allah
dalam kehidupan ini. Jadi menolong Allah maksudnya menolong dan membela
agama-Nya, dengan cara menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan segala
larangan-Nya semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT.





Visi dan Misi FPI



FPI berpandangan (Visi FPI) bahwa penegakan amar ma'ruf nahi munkar adalah
satu-satunya solusi untuk menjauhkan kezholiman dan kemungkaran.   FPI
berkeinginan untuk menegakkan amar ma'ruf nahi munkar secara kaffah
(sempurna) di semua segi kehidupan manusia, dengan tujuan menciptakan umat
sholihat yang hidup dalam baldah thoyyibah (negeri yang baik) dengan
limpahan keberkahan dan keridhoan Allah 'Azza wa Jalla.



Misi FPI adalah penegakan amar ma'ruf nahi munkar untuk penerapan syariat
Islam secara kaffah.



Asas Perjuangan FPI



·         FPI adalah organisasi amar ma'ruf nahi munkar

·         Berdasarkan Islam

·         Beraqidahkan Ahlus Sunnah wal Jama'ah (berpegangh teguh pada Al
Qur'an dan As-Sunnah)





Pedoman Perjuangan FPI



FPI menggunakan Lima (5) Prinsip Perjuangan Islam yang pernah digunakan
Al-Imam Hasan Al-Banna rhm, sebagai pedoman perjuangan FPI, yaitu :

1.                   Allah SWT adalah Tuhan kami dan Dia lah tujuan kami

2.                   Muhammad Rasulullah SAW adalah teladan kami

3.                   Al Qur'an Karim adalah Imam kami (sumber segala sumber
hukum Islam)

4.                   Al-Jihad adalah jalan kami (jihad tenaga, jihad lisan,
jihad hati, jihad ibadah, jihad ilmu, jihad harta, jihad nafkah, dsbnya)

5.                   Asy-Syahadah (mati syahid) adalah cita-cita kami



Semboyan Perjuanga FPI



"Hidup Mulia atau Mati Syahid"



(Semboyan ini banyak digunakan aktivis pejuang Islam di seluruh dunia, dan
merupakan kata-kata yang diucapkan oleh Asy-Syahid Sayid Quthb beberapa saat
sebelum ajal menjemput di tiang gantungan oleh rezim diktator Jamal Abdun
Nashir)

Hidup mulia adalah hidup dengan iman dan taqwa, karena kemuliaan seseorang
ditentukan oleh tingkat ketaqwaannya. Allah SWT menegaskannya dalam QS 49,
Al Hujarat ayat 13 : "Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di
sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kam"

Hidup mulia dan Mati Syahid adalah 2 hal yang menyatu saling
menyempurnakan.  Artinya, seorang muslim tak akan hidup mulia jika tak
berharap syahid, dan ia mustahil mendapatkan syahid jika ia hidup tak mulia.



Motto Perjuangan FPI



Motto manajemen strategi perjuangan FPI adalah :

'Haq (kebenaran) tanpa sistem dikalahkan Bathil dengan sistem'



Maknanya :

   Kebathilan pada prinsipnya lemah, tapi kalau diatur secara sistematis dan
terorganisasi dengan baik, maka kebathilan akan muncul dalam bentuk yang
kuat dan kokoh
   Teknis perjuangan untuk menegakkan kebenaran (Haq) memerlukan organisasi
yang rapi dan sistematis.
   Bathil yang kokoh (sistematis dan terorganisasi) dapat dikalahkan oleh
Haq (kebenaran) yang juga kokoh (sistematis dan terorganisasi).
   Haq (kebenaran) yang tidak terorganisasi akan mudah dikalahkan oleh
kebathilan yang terorganisasi.



===
FPI (BAB 4) :  Doktrin Perjuangan FPI
Bagian ke-4 dari 8 Bab, Tulisan Mengenai FPI

Sehubungan dengan banyaknya opini negatif selama ini mengenai Front Pembela
Islam (FPI), maka secara bersambung kami akan tampilkan penjelasan mengenai
FPI yang berisi ringkasan pokok dari buku "DIALOG FPI - Amar Ma'ruf Nahi
Munkar"  karangan Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI).  Tulisan
ini terdiri dari 8 Bab. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa memperjelas
latar belakang, tujuan berdirinya, prosedur standar kerja FPI dan strategi
umum operasionalnya.  Siapa saja terbuka membaca tulisan ini, entah ia
mukmin, muslim, non-muslim, munafiq ataupun seorang musuh Islam.  Semoga
kita semua diberi-Nya hidayah selalu. Amiin.







Lima Doktrin Perjuangan FPI



1.                   Diperlukan niat yang benar-benar ikhlas.

Yaitu niat membela agama Allah karena untuk mencari keridhaan Allah SWT,
semuanya karena Allah tidak menuntut balasan dan ganjaran di dunia, apalagi
sampai mengharapkan pujian atau upah di dunia.

"Sesungguhnya amal perbuatan itu harus dengan niat. Dan sesungguhnya
(ganjaran) bagi setiap orang itu didasarkan niatnya"  (Sabda Rasulullah
dalam sebuah hadits)



2.         Mulailah dari diri sendiri

Rasulullah bersabda, "Mulailah dari diri sendiri".  Maksudnya sebelum kita
melakukan amar ma'ruf nahi munkar, maka mulailah kita mengajak diri kita
sendiri untuk mulai melakukan kebaikan-kebaikan.  Ajaklah diri kita sendiri
untuk belajar menghindarkan kemungkaran dan perbuatan buruk lainnya yang
dilarang agama.

Diperlukan NIAT dan USAHA yang tulus untuk memperbaiki diri sebelum kita
mengajak orang lain kepada kebaikan.  Namun bukan berarti orang yang belum
baik tidak boleh melakukan amar ma'ruf nahi munkar, karena yang penting
syaratnya ia telah tobat dan berjanji untuk memperbaiki diri.

Perhatikan dengan baik firman Allah SWT dalam QS, As Shoff ayat 2 dan 3 :
"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu
perbuat?  Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa
yang tiada kamu kerjakan."

Atau firman Allah SWT (Al Quran, Al Baqarah, 44) :  "Mengapa kamu suruh
orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)
mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab? Apakah engkau sekalian tidak
berpikir?"



3.         Berani Untuk Mengatakan Yang Benar

Rasulullah SAW bersabda, "Katakanlah yang haq (kebenaran) walaupun pahit
akibatnya".  (HR Ahmad).

Kebathilan pasti akan sirna dari hadapan kita selama ada orang yang
melawannya, dan jadilah kita sebagai orang yang terdepan (yang paling
berani) mengatakan kebenaran.



4.                   Siap Mengorbankan Nyawa dan Harta

Diperlukan keberanian dalam menegakkan kebenaran.  Keberanian (yang tidak
konyol)  hanya ada bila kita telah memiliki niat yang ikhlas dan keyakinan
yang sangat kuat bahwa Allah SWT pasti akan membantu kita.  Ingatlah selalu
firman Allah SWT setiap kali hati kita mulai was-was, yaitu :  'Hai
orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan
menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu'.  (QS, Surat Muhammad ayat 7)

Pengorbanan harta telah disinggung dalam beberapa hadits dan Qur'an, antara
lain dalam Qur'an, Allah berfirman : "Allah meninggikan orang-orang yang
berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk sebesar satu
derajat" (QS, An-Nisa 4:95)

Pengorbanan fisik dan bahkan nyawa merupakan resiko lain yang dihadapi.
Namun ingatlah bahwa kematian pasti akan datang dengan cara dan waktu yang
telah ditakdirkan oleh Allah SWT.  Manusia tidak pernah tahu kapan ia mati,
bisa saja ia mati ketika sedang tidur, sedang di kendaraan atau lagi
berperang.   Khalid bin Walid, salah seorang pejuang syahid yang memimpin
banyak perang di zaman Rasulullah dan para sahabat selalu memimpikan agar ia
bisa mati di medan perang untuk mati sebagai syuhada. Tapi Allah SWT telah
menentukan rencana-Nya sendiri dan mewafatkan Khalid dengan tenang di tempat
tidur di rumahnya sendiri.



5.         Keyakinan Akan Datangnya Pertolongan Allah SWT

Dalam menyerukan orang lain agar menjauhi perbuatan buruk (munkar) kita
pasti akan menghadapi kesukaran dan resiko, misalnya penolakan keras dari
musuh kita.  Hal ini sering menimbulkan rasa takut dan was-was. Allah SWT
berfirman :  "Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu).
Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita
kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari
Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Bijaksana".  (QS, An-Nisa 104)

Ayat ini mengisyaratkan bahwa bila kita memperjuangkan dan membela agama
Allah, maka :

-                      jika kita lelah melawan musuh, maka musuh juga akan
dibuat lelah oleh Allah.

-                      jika kita khawatir melawan musuh, maka Allah juga
menanamkan rasa khawatir yang sama pada diri mereka.

-                      Jika kita menghabiskan waktu dan uang untuk melawan
musuh, maka musuhpun akan mengalami kerugian waktu dan uang yang sama
derajatnya

-                      Jika musuh men-teror, mengancam dan mengganggu kita,
maka sebenarnya Allah juga telah menanamkan rasa tertekan dan takut yang
sama pada diri musuh kita.

Di surat An-Nisa ayat 76, Qur'an mempertegas lemahnya kondisi musuh Islam
yang sedang kita perangi, yaitu, "Orang-orang yang beriman berperang di
jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut (jalan
syeitan), sebab itu perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya
tipu daya setan itu adalah lemah".



Kedua ayat diatas menunjukkan bahwa Allah akan menanamkan kesusahan,
kelemahan dan rasa ketakutan (jiwa pengecut) yang luar biasa dalam diri
musuh Islam, namun hal ini memerlukan persyaratan, yaitu :

1.                   perjuangan kita harus ikhlas (berjuang karena Allah)

2.                   memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah pasti akan
membantu kita (ingat surat Muhammad ayat 7, 'Hai orang-orang yang beriman,
jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu'.  (QS, Surat Muhammad ayat 7)

Namun harus diingat, sebaliknya pertolongan Allah tidak akan datang bila
kita tidak ikhlas (misalnya marah membabibuta atau karena mengharap imbalan
dunia) dan bila kita ragu-ragu dan kurang yakin akan pertolongan dari Allah
(kurang beriman).


===
FPI (BAB 5) :  Manfaat Keberadaan FPI di Indonesia
Bagian ke-5 dari 8  Bab, Tulisan Mengenai FPI



Sehubungan dengan banyaknya opini negatif selama ini mengenai Front Pembela
Islam (FPI), maka secara bersambung kami akan tampilkan penjelasan mengenai
FPI yang berisi ringkasan pokok dari buku "DIALOG FPI - Amar Ma'ruf Nahi
Munkar"  karangan Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI).  Tulisan
ini terdiri dari 8 Bab. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa memperjelas
latar belakang, tujuan berdirinya, prosedur standar kerja FPI dan strategi
umum operasionalnya.  Siapa saja terbuka membaca tulisan ini, entah ia
mukmin, muslim, non-muslim, munafiq ataupun seorang musuh Islam.  Semoga
kita semua diberi-Nya hidayah selalu. Amiin.





Dasar Hukum Perjuangan FPI



Dasar hukum perjuangan FPI dalam menegakkan amar ma'ruf nahi munkar adalah
tunduk pada syariat Islam.  Sedangkan kepada hukum negara, FPI akan tunduk
sepanjang tidak berbenturan dengan ajaran agama Islam.

Bila menghadapi peraturan dan undang-undang negara yang bertolak belakang
dengan syariat Islam, maka FPI dalam perjuangannya akan berusaha untuk
menyiasatinya hingga terhindar dari jebakan melawan hukum negara, sambil
terus berjuang merubah segala ketentuan hukum yang sesat lagi menyesatkan
menuju ke arah yang lebih Islami. Ini adalah kewajiban.





Manfaat Keberadaan FPI Di Tengah Masyarakat Muslim Indonesia



1.       Sebagai dukungan dan dorongan pada aparat (pemerintah, kepolisian &
hukum) dalam program dan pelaksanaan tugasnya yang berkaitan dengan amar
ma'ruf nahi munkar.

2.       Sebagai kontrol sosial agar aparat (pemerintah, kepolisian & hukum)
bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, tidak lalai dan tidak
sewenang-wenang

3.       Sebagai tekanan yang berpengaruh besar agar pelaku maksiat tidak
bebas bergerak di Indonesia

4.       Sebagai wakil dari masyarakat muslim yang peduli terhadap penegakan
amar ma'ruf nahi munkar di Indonesia





Karakteristik Perjuangan FPI



Karakteristik perjuangan FPI tercermin dalam 7 sikap  :

1.       Berani dan Tegas

Berani dalam menyampaikan pendapat, mengoreksi kesalahan, memberi solusi dan
melakukan aksi.  Tegas dalam mengambil keputusan, memegang prinsip, melawan
kezholiman dan memerangi kemungkaran.

Seperti sabda Rasulullah SAW, "Katakanlah yang haq (kebenaran) walaupun
pahit akibatnya".  (HR Ahmad).

Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara
kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu
kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap
lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap
orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada
celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada
siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha
Mengetahui.  (QS, Al Maidah, 54)



2.       Semangat dan militan

Ciri seorang militan adalah berjuang dengan ikhlas tanpa keluh kesah, tidak
mengharapkan bayaran di dunia, tidak mengeluh karena lapar, siap
mengeluarkan uang pribadinya untuk perjuangan hingga siap mengorbankan
nyawanya untuk perjuangan.   Menurut Habib Rizieq dalam bukunya "Amar Ma'ruf
Nahi Munkar" dikatakan bahwa kebanyakan anggota FPI berasal dari golongan
akar rumput. Mereka kalangan lemah yang biasa hidup susah dan menderita,
namun semangat juang untuk ama ma'ruf nahi munkar sungguh luar biasa.
Sehubungan dengan itu beliau mengutip beberapa hadits sbb :

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah akan memenangkan umat ini
dengan golongan lemahnya, lewat doa, shalat dan keikhlasan mereka" (dari
Sa'ad Ibn Abi Waqqa ra., HR. Imam as-Suyuthi)

Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah engkau sekalian dimenangkan dan diberi
rezeki melainkan karena orang-orang lemah kalin"  (HR. Bukhari)



3.       Sabar dan Tabah

Menjadi anggota FPI berarti siap menghadapi berbagai kesulitan, mulai dari
fitnah, ancaman teror, penganiayaan, bahkan penculikan dan pembunuhan.
Namun nyatanya pengalaman ini tidak menyurutkan langkah para laskar, bahkan
dari hari ke hari anggota FPI bertambah terus dari berbagai penjuru.

Rasulullah SAW bersabda, "Akan datang kepada manusia suatu zaman yang
seorang penyabar diantara mereka terhadap urusan agamanya seperti orang yang
menggenggam bara api"  (HR. Tirmidzi)



4.       Mandiri dan Independen

Kemandirian dan independensi dalam FPI tercermin dalam antara lain :

-          Setiap anggota berjuang dengan biaya dan resiko masing-masing.
Seseorang yang sedang berjuang menegakkan amar ma'ruf nahi munkar berarti ia
melakukannya karena Allah SWT bukan karena perintah pimpinan atau keputusan
organisasi FPI. Peran FPI hanya menertibkan dan membantu sedapat mungkin
agar sepak terjang anggotanya berjalan sesuai aturan hukum negara dan agama.
Setiap aktivis harus tahu bagaimana cara berjuang yang benar dan siap
menanggung sendiri resiko atas apapun yang terjadi.  Ia berjuang karena
Allah SWT, bertanggungjawab kepada Allah SWT bukan kepada pimpinan dan
organisasinya.  Ketika seorang aktivis terjerat hukum maka ia harus siap
menanggung sendiri tanggungjawab hukum dan moral atas apa yang ia lakukan,
dengan tidak melibatkan aktivis lainnya, baik kawan atau pimpinan.  Namun
FPI membantu secara moril dan bantuan penasihat hukum (pengacara) secara
gratis.

-          Secara organisasional setiap cabang FPI bersifat mandiri, baik
swadaya secara ekonomi, dan swabina dalam membina aktifitasnya cabangnya.
DPP (Pusat) - FPI secara organisasional melakukan pemberdayaan dan pembinaan
menyeluruh untuk memelihara kelancaran komunikasi organisasi.  DPP-FPI akan
turun tangan secara organisasional hanya bila ada penyimpangan fatal dari
maksud dan tujuan organisasi yang tak terselesaikan di tingkat daerah.



5.       Substansial Formalitas

Sikap ini dianut oleh FPI, dimana FPI memandang bahwa syariat Islam harus
diikuti dan dijadikan pedoman secara kaffah (sempurna).  Islam sebagai
aqidah, syariat dan akhlak sudah bersifat syamil (universal) dan kamil
(sempurna) dan tidak boleh dirubah atau disesuaikan dengan kondisi setempat
atau kondisi masyarakat yang ada.



6.       Kompromis Dialogis

FPI sangat menjunjung tinggi musyawarah, baik internal maupun eksternal,
dalam pengambilan sikap dan keputusan. Tentunya itu semua selama tidak
bertentangan dengan batas-batas syariat agama.



7.       Tradisionalis Moderat

Loyalitas yang ingin dibangun FPI adalah loyalitas kepada Islam, bukan
loyalitas kepada organisasi (FPI) atau figur.  Artinya selama organisasi dan
figur pimpinannya berjalan sesuai dengan syariat Islam maka wajib kita taati
dan patuhi, tapi tidak sebaliknya.

Sebagai bagian dari masyarakat, aktivis FPI harus membaur dengan masyarakat
sekitarnya, menghormati para ulama, pemimpin formal masyarakat dan tetangga,
selama mereka tidak melanggar syariat Islam.


===
FPI (BAB 6) :  Prosedur Kerja Front Pembela Islam
Bagian ke-6 dari 8 Bab, Tulisan Mengenai FPI



Sehubungan dengan banyaknya opini negatif selama ini mengenai Front Pembela
Islam (FPI), maka secara bersambung kami akan tampilkan penjelasan mengenai
FPI yang berisi ringkasan pokok dari buku "DIALOG FPI - Amar Ma'ruf Nahi
Munkar"  karangan Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI).  Tulisan
ini terdiri dari 8 Bab. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa memperjelas
latar belakang, tujuan berdirinya, prosedur standar kerja FPI dan strategi
umum operasionalnya.  Siapa saja terbuka membaca tulisan ini, entah ia
mukmin, muslim, non-muslim, munafiq ataupun seorang musuh Islam.  Semoga
kita semua diberi-Nya hidayah selalu. Amiin.



Mekanisme Perjuangan FPI



Mekanisme yang disebutkan dibawah ini hanya ringkasan.  Sumber aslinya yaitu
buku "DIALOG FPI - Amar Ma'ruf Nahi Munkar" oleh Al-Habib Muhammad Rizieq,
berisi penjabaran yang sangat rinci, yaitu dari halaman 242 hingga 329.

Pola juang FPI dalam menegakkan amar ma'ruf nahi munkar, hendaknya
berpedoman pada mekanisme (langkah-langkah proses kerja) sbb :

1.       Kasus amar ma'ruf anhi munkar yang akan diperjuangkan terlebih
dahulu harus dikaji berdasarkan  syariat Islam oleh para ahlinya.

2.       Kasus diusahakan diselesaikan terlebih dahulu dengan menempuh
prosedur hukum formal negara yang berlaku, melalui :

-          Menghimpun fakta sebagai bukti hukum

-          Menghimpun dukungan konkrit masyarakat sekitar

-          Pelaporan dan tuntutan ke seluruh instansi negara yang berwenang

1.       Penggunaan dan pemanfaatan kekuatan umat saat prosedur menemui
jalan buntu

Bila prosedur hukum formal negara menemui jalan buntu dan bila penegakan ama
ma'ruf nahi munkar sudah mesti ditegakkan, dan bila berbagai pertimbangan
sudah dilakukan dengan cermat dan sesuai syariat, maka FPI akan mengambil
tindakan tegas dengan melibatkan segenap komponen umat.





Pola Juang FPI Disesuaikan Dengan Kondisi Wilayah Setempat



Ada 2 macam jenis pengelompokan wilayah yang dibedakan berdasarkan sikap
masyarakat setempat dalam menyikapi keberadaan maksiat atau kemungkaran di
wilayahnya, yaitu :



1.       Wilayah Aksi Amar Ma'ruf

Yaitu wilayah padat maksiat dan didukung oleh masyarakat sekitarnya, atau
setidaknya masyarakat sekitar tidak merasa terganggu dengan kemaksiatan yang
ada.

Aksi yang harus dilakukan di wilayah seperti ini adalah kegiatan dakwah dan
menyadarkan umat terlebih dahulu.

Tertib Aksi Amar Ma'ruf antara lain berpedoman pada firman Allah SWT,
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang
baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah
yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah
yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk"  (QS, An-Nahl,
16:125).

Dengan demikian dalam Tertib Aksi Amar Ma'ruf harus berdasarkan urutan :

   Berdakwah dengan hikmah (ilmu dan amal)
   Berdakwah dengan nasihat yang baik
   Berdakwah dengan dialog dan diskusi



2.       Wilayah Aksi Nahi Munkar

Yaitu wilayah padat maksiat dan ditolak oleh masyarakat setempat atau
setidaknya masyarakat diresahkan dan merasa terganggu dengan keberadaan
tempat maksiat tersebut.

Aksi yang harus dilakukan di wilayah semacam ini adalah mendorong dan
membantu masyarakat setempat secara optimal untuk menindak tegas segala
kemaksiatan yang ada. Peran FPI di wilayah semacam ini sebagai pelayan umat
dalam melakukan nahi munkar.

Tertib Aksi Nahi Munkar yang digariskan FPI dijelaskan secara khusus dalam
bab berikutnya.


===
FPI (BAB 7) :  Tertib Aksi FPI Dalam Memberantas Kemaksiatan
Bagian ke-7 dari 8 Bab, Tulisan Mengenai FPI



Sehubungan dengan banyaknya opini negatif selama ini mengenai Front Pembela
Islam (FPI), maka secara bersambung kami akan tampilkan penjelasan mengenai
FPI yang berisi ringkasan pokok dari buku "DIALOG FPI - Amar Ma'ruf Nahi
Munkar"  karangan Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI).  Tulisan
ini terdiri dari 8 Bab. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa memperjelas
latar belakang, tujuan berdirinya, prosedur standar kerja FPI dan strategi
umum operasionalnya.  Siapa saja terbuka membaca tulisan ini, entah ia
mukmin, muslim, non-muslim, munafiq ataupun seorang musuh Islam.  Semoga
kita semua diberi-Nya hidayah selalu. Amiin.







Tertib Aksi FPI Dalam Nahi Munkar



Tertib Aksi FPI dalam Nahi Munkar antara lain berpedoman pada hadits
Rasulullah SAW,

"Barang siapa diantara kamu melihat suatu kemunkaran maka hendaklah ia
merubahnya dengan tangannya, dan jika ia tak mampu maka dengan lisannya, dan
jika ia tak mampu juga maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman"
(HR Muslim dan Ibn Majah)



Hadits tersebut mengandung pengertian bahwa  :

1.       Mencegah kemungkaran berlaku bagi setiap kaum muslimin, karenanya
dalam hadits tsb disebutkan "Barang siapa".  Apalagi kemungkaran sangat
banyak jenis dan tingkatannya serta banyak pelakunya, maka pencegahannya
tidak mungkin hanya dilakukan oleh ulama atau aparat pemerintah saja.  Sudah
menjadi kewajiban setiap muslim yang beriman untuk ikut mencegah
kemungkaran.

2.       Mencegah kemungkaran bukanlah pilihan langkah (alternatif)
tindakan, melainkan urutan langkah tindakan, karena jelas dikatakan "jika ia
tak mampu" maka pindah ke langkah berikutnya.  Jadi bukan pilihan antara
menggunakan tangan, lisan atau hati.  Untuk mencegah kemungkaran
pertama-tama harus dimulai dengan menggunakan 'tangan'nya, dan selama ia
mampu maka ia tak boleh meninggalkan langkah pertama tersebut. Inilah yang
disebut dengan istilah Tertib Langkah, dan bukan pilihan langkah.

Perlu dicatat, bahwa ketika seseorang siap menggunakan 'tangan'nya maka
sebenarnya hati dan lisannya sudah lebih dulu melakukan perlawanan (terhadap
kemungkaran).  Penggunaan lisan dan hati sebelum turunnya 'tangan' merupakan
semangat Islam dalam mengedepankan kelembutan (musyawarah) sebelum
ketegasan.

3.       Mencegah kemungkaran dengan 'tangan' adalah dalam makna hakiki,
maksudnya adalah 'tangan' ulama, 'tangan' umara (aparat hukum), dan 'tangan'
semua umat Islam.  Artinya siapapun yang memiliki 'tangan' (pengaruh /
tekanan / tenaga / kekuatan) untuk merubah kemungkaran maka ia harus
menggunakannya. Pengertian 'tangan' tidak bisa diganti dengan 'kekuasaan'
dalam arti kekuasaan / jabatan polisi terhadap rakyatnya atau pimpinan
terhadap bawahannya atau orangtua terhadap anaknya.   Pengertian 'tangan'
juga jangan hanya diartikan 'fisik', yang berarti boleh segera menyerang
secara fisik untuk suatu kemungkaran.  Pengertian 'tangan' berarti pengaruh
(wibawa, kharisma, kekuasaan, kekuatan hukum) yang bisa kita gunakan untuk
menekan seseorang / sekelompok orang.  Penggunaan 'tangan' sebagai tenaga
dan kekuatan fisik yang kita miliki dapat kita gunakan bila musyawarah dan
tekanan-tekanan yang sudah kita lakukan menemui jalan buntu, itupun ada
prosedurnya.



Secara prosedur, maka Tertib Aksi Nahi Munkar FPI harus melalui tahapan aksi
sbb :

1.       Nahi Munkar dengan 'tangan'  , yaitu berupa pengaruh dan tekanan
yang mampu kita gunakan, kekuasaan, tenaga, dan / atau kekuatan fisik yang
kita miliki untuk menjauhkan kemungkaran dari masyarakat.  Seperti telah
dijelaskan diatas, bahwa bila kita telah siap / berani untuk menggunakan
'tangan'  berarti otomatis kita siap juga dengan 'lisan' dan 'hati' kita.
Penggunaan 'lisan'  (sebelum 'tangan' kita gunakan) adalah bagian dari
semangat dari mengedepankan musyawarah.   Bila penggunaan 'lisan'
(musyawarah) menemui jalan buntu maka kita kembali menggunakan 'tangan' kita
yang telah kita siapkan sejak awal.

2.       Nahi Munkar dengan 'lidah' ,  yaitu berupa ucapan, nasihat,
teguran, musyawarah dan pendekatan untuk mengajak masyarakat menjauhi
kemungkaran

3.       Nahi Munkar dengan 'hati' , yaitu berupa pernyataan hati atau
pernyataan sikap internal FPI untuk menolak suatu kemungkaran.  Sifat
penolakan 'hati' ini kadangkala terpaksa harus kita ambil manakala kita
menghadapi suatu dilema berat, dimana bila 'tangan' kita gunakan maka
diperkirakan mafsadah (kerusakan) nya akan lebih besar daripada maslahat
(kebaikan) yang bakal kita peroleh.  Bab berikut dibawah ini pedoman yang
akan memperjelas kapan penggunaan 'tangan' boleh dilakukan.





Persyaratan Yang Harus Dipenuhi Sebelum Sikap 'Tegas' Dilakukan



1.                   Kemungkaran yang ada disepakati sebagai sesuai yang
haram

2.                   Kemungkaran yang ada harus jelas dan nyata, terlihat
dan bisa dibuktikan

3.                   Kemungkaran tersebut tidak bisa lagi dihadapi dengan
kelembutan (musyawarah)

4.                   Tindakan tegas dan keras terhadap kemungkaran tersebut
tidak menimbulkan mudharat yang lebih besar dan mafsadah yang lebih parah.




===
FPI (BAB 8) :  Tantangan Sebagai Laskar FPI
Bagian ke-8 dari 8 Bab, Tulisan Mengenai FPI



Sehubungan dengan banyaknya opini negatif selama ini mengenai Front Pembela
Islam (FPI), maka secara bersambung kami akan tampilkan penjelasan mengenai
FPI yang berisi ringkasan pokok dari buku "DIALOG FPI - Amar Ma'ruf Nahi
Munkar"  karangan Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI).  Tulisan
ini terdiri dari 8 Bab. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa memperjelas
latar belakang, tujuan berdirinya, prosedur standar kerja FPI dan strategi
umum operasionalnya.  Siapa saja terbuka membaca tulisan ini, entah ia
mukmin, muslim, non-muslim, munafiq ataupun seorang musuh Islam.  Semoga
kita semua diberi-Nya hidayah selalu. Amiin.





Persyaratan Anggota FPI



Dalam menegakkan amar ma'ruf nahi munkar,  Imam Ghozali berpendapat bahwa
umat Islam manapun bisa melakukannya karena anjuran Rasulullah untuk itu
ditujukan kepada umat Islam (muslimin).  Namun untuk FPI, secara
keorganisasian dan demi menjaga kemurnian perjuangan dan menghindari
penyusupan, maka FPI mensyaratkan hal dibawah ini bagi calon anggotanya :

1.                   Seorang muslim yang baik

2.                   Baik iman dan taqwa nya

3.                   Baik moral dan akhlaknya

4.                   Baik niat dan amalnya

5.                   Baik pengetahuannya mengenai amar ma'ruf nahi munkar
(termasuk ilmu halal dan haram)

6.                   Sepengetahuan dan seizin orang tuanya (sesuai dengan
pesan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits)

7.                   Memiliki pengetahuan umum yang cukup memadai



TANTANGAN Yang Dihadapi Dalam Menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar



Menegakkan amar ma'ruf Nahi Munkar adalah ibadah agama yang berat
tantangannya.  Janji pahala yang Allah berikan sangat besar, tapi godaan
syeitan juga sangat besar.  Beberapa tantangan yang dihadapi seorang pejuang
Amar Ma'ruf Nahi Munkar antara lain adalah :

1.       Pengorbanan harta (uang) dan waktu (dari keluarga) untuk
perjuangannya

2.       Pengorbanan tenaga, fisik hingga (paling tinggi) nyawa kita

3.       Seorang pembela agama Allah juga siap untuk menghadapi ancaman
fisik dan teror dari pihak musuh.

4.       Tingkat godaan syeitan yang dihadapinya juga semakin berat.
Berbagai cara dilakukan syeitan untuk melemahkan semangat kita, seperti :

   perasaan was-was (takut), misalnya takut lelah, takut terluka, takut
mati, takut miskin (takut habis duit), takut diancam orang, dan sebagainya
   perasaan ujub, sombong dan riya', misalnya ingin dipuji sebagai pahlawan
pembela Islam
   perasaan tidak sabar, gampang marah dan emosional, sehingga kita
terpedaya oleh syeitan seolah-olah kita sedang membela agama Allah padahal
kita sedang emosi (marah), sedangkan marah adalah sahabat syeitan.





IKHLAS DAN SABAR Dalam Berjuang



Seorang salafus sholihin pernah menasihati anak-anaknya, "Apabila seseorang
dari kalian hendak melakukan amar ma'ruf nahi munkar, hendaklah ia
memantapkan diri untuk bersabar dan meyakini datangnya pahala (dan
perlindungan) dari Allah.  Sebab, barang siapa yakin akan pahala (dan
perlindungan) dari Allah SWT, maka ia tidak akan pernah khawatir akan
timbulnya gangguan atas dirinya". (dikisahkan dalam buku Ihya Ulumuddin,
Imam Ghozali)



Allah memuji orang yang sabar dalam menegakkan amar ma'ruf nahi munkar.
Firman Allah SWT :

"Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan (musibah), penderitaan
(kesulitan ekonomi) dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang
benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa".  (QS Al
Baqarah, 177)



Allah menjanjikan kemenangan bagi orang yang bersabar, Firman-Nya :

"Jika kamu bersabar dan bersiap siaga dan mereka datang menyerang kamu
dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu
Malaikat yang memakai tanda. (QS, Ali Imran, 125)



Luruskan niat dan bersabarlah dalam menegakkan amar ma'ruf nahi munkar,
bersabarlah dengan segala cobaan dan sikap musuh kita, karena Allah telah
memberikan janji-Nya bahwa Ia akan menguatkan kedudukan kita kalau kita
ikhlas menegakkan amar ma'ruf nahi munkar.

Firman Allah SWT :

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia
akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu".  (QS, Surat Muhammad ayat 7)

"Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa"  (QS, Al Hajj,
40)





Janji Allah SWT Bagi Yang Mendukung Seorang Pejuang Pembela Allah



Dari Zaid Ibn Khalid r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Barang
siapa mempersiapkan (membiayai / mendukung) orang yang berjuang di jalan
Allah, maka ia sama dengan yang berjihad, dan barang siapa tidak bisa
berangkat jihad karena harus menjaga keluarga orang yang sedang berjihad
maka ia sama dengan berjihad"  (HR Bukhari -Muslim)

On 6/9/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Saya berharap bisa melihat AD/ART FPI seperti apakah sebenarnya? Diskusi
> diMetroTV beberapa waktu lalu mengenai ormas tertentu yang dipandu Najwa
> Shihab dan menghadirkan Mahendrata dan Mochtar Tudung Lubis setidaknya
> menjadi bahan pertimbangan.
>
> Saya benar-benar ingin tahu. Apakah didalamnya memperbolehkan tindakan
> fisik selama ini....ataukah kasuistik personal. Ah kurang tahu juga..
> bilakah FPI mengubah metodenya... saya berharap demikian. Bukan dibubarkan,
> semoga ini baru tahapan warning, belum final.
>
> http://www.kompas.co.id/utama/news/0606/09/143721.htm
>
> salam,
> aris
>
> The great job makes a great man
> pustaka tani
> nuraulia
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free.
http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke