berita ini di ambil dari detik lho,
 bukan dari harian repoeblika :)

( mas Satrio ini kono salah satu 
  'produser' acara di Trans TV )

 saya applaus dengan argumentasi yang
 dikatakan pak Swastha di bawah ini:

>
> "Dengan adanya Playboy di sini, seolah-olah Bali 
> Bali ini suka porno. Ini berbahaya. Stigma salah 
> tentang Bali suka porno akan menjadi pembenar. 
> Playboy tidak sesuai dengan budaya kita," kata 
> Swastha.
>

-----( IM )---------------------------------

--- In Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Jadi baiknya pindah kemana lagi? ...
> ------------------------------------
> 
> Bali Juga Tolak Playboy
> 
> Gede Suardana - detikcom
> 
> Bali - Kehadiran Playboy di Bali ditolak sejumlah
> tokoh Hindu yang tergabung dalam pemerhati Hindu Bali.
> Alasannya, Bali akan dicap sebagai pulau yang suka
> porno. Nah lho.
> 
> Penolakan itu disampaikan oleh sejumlah tokoh Hindu,
> Kepala Dinas Pariwisata
> Provinsi Bali I Gede Nurjaya, Kakanwil Agama I Gusti
> Made Ngurah, Kadis Kebudayaan Nyoman Nikayana, Ketua
> Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali
> Cokorde Ardana Sukawati, serta kalangan akedemisi Prof
> Dr. Putra Agung dan I Dewa Ngurah Swastha. Tokoh yang
> datang atas nama pribadi ini, tergabung dalam
> pemerhati Hindu.
> 
> "Kami secara pribadi menolak majalah Playboy
> diterbitkan di Bali. Kami meminta kepada pemerintah
> daerah, DPRD, Kapolda Bali dan Kejaksaan Tinggi Bali
> untuk tidak mengizinkan majalah Playboy berkantor di
> Bali atau menerbitkan majalahnya dari Bali," kata
> Swastha usai pertemuan di jalan Pulau Adi, Denpasar,
> Minggu (11/06/2006). 
> 
> Swastha mengatakan stigma akan semakin kuat karena
> Bali tengah berjuang menolak RUU APP. Ia menilai
> Playboy tidak akan bermanfaat bagi masyarakat dan
> budaya Bali karena tidak sesuai dengan agama Hindu dan
> lingkungan masyarakat Bali yang berdasarkan Tri Hita
> Karana. 
> 
> "Dengan adanya Playboy di sini, seolah-olah Bali ini
> suka porno. Ini berbahaya. Stigma salah tentang Bali
> suka porno akan menjadi pembenar. Playboy tidak sesuai
> dengan budaya kita," kata Swastha.
> 
> Ia mengatakan tidak akan melakukan aksi penolakan
> dengan cara kekerasan melainkan dengan pendekatan
> budaya, sosial dan hukum. "Kita tidak akan melalukan
> sweeping dan menggerakkan massa," janjinya. 
> 
> Made Ngurah mengatakan, nama Playboy identik dengan
> pornografi. Sedangkan Nurjaya khawatir isi Playboy
> akan sama seperti dengan Payboy di Amerika. 
> 
> Sementara itu, psikiater Prof Dr Ni Luh Ketut Suryani,
> meminta masyarakat Bali untuk tidak melakukan aksi
> yang reaktif terhadap Playboy sebelum melihat isi
> majalah tersebut dan tidak bersikap diskriminatif
> terhadap majalah sejenis.
> 
> "Saya tidak keberatan Palyboy terbit di Bali jika
> telah mendapat izin dari pemerintah," imbuhnya. (ahm
> 
> 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free.
http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke