FPKS: Indonesia Harus Tolak Ajakan Bergabung dengan
Proliferation Security Initiative
12 Jun 06 13:44 WIB

Tekanan AS agar Indonesia bergabung dalam
Proliferation Security Initiative (PSI) menuai
kecaman. Pasalnya, keikutsertaan Indonesia dalam PSI
akan membahayakan kedaulatan Indonesia sebagai negara
kepulauan dan mencederai komitmen Indonesia sebagai
pihak yang bergabung dalam UNCLOS 1982 (United Nations
Conventions on The Law of The Sea December 1982),
Konvensi PBB tentang Hukum Laut. 

Hal tersebut dijelaskan Suripto, anggota DPR RI Komisi
I dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Senin (12/6)
di Gedung DPR. ”Jika Indonesia bergabung dalam PSI,
negara seperti Amerika dapat melakukan interdiksi
untuk memeriksa kapal-kapal yang diindikasikan membawa
senjata pemusnah massal di wilayah Indonesia,”
jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, bergabungnya Indonesia ke
dalam PSI juga bertentangan dengan prinsip politik
bebas aktif yang selama ini dianut oleh Indonesia.
”Pemerintah harus berani menolak ajakan itu. Malaysia
saja tegas menolak,” tandasnya.

FPKS juga mengkhawatirkan, bergabungnya Indonesia
dalam PSI hanya akan dijadikan justifikasi secara
politis bagi aksi militer AS dan sekutunya ke
negara-negara yang dalam pandangan AS tidak berhak
memiliki senjata pemusnah massal. Partisipasi
Indonesia dalam mencegah peredaran senjata pemusnah
massal, sebaiknya hanya dilakukan secara multilateral
di bawah payung PBB.

”Harus diingat Indonesia adalah negara Muslim terbesar
di dunia, sekaligus penggagas Gerakan Non-Blok, dan
Konferensi Asia-Afrika. Sangat boleh jadi
negara-negara yang dimaksud AS sebagai tidak berhak
adalah negara-negara sahabat, yang menjadi anggota
Konferensi Asia-Afrika pada umumnya, dan khususnya
negara-negara sahabat dengan mayoritas penduduk
Muslim. Keikutsertaan Indonesia dalam PSI akan sangat
melukai perasaan negara-negara sahabat tersebut, yang
belum tentu sejalan, dan bahkan dirugikan dengan
adanya PSI. Padahal kita tengah berusaha meningkatkan
kerjasama dengan mereka,” ujar dia.

Suripto menjelaskan, iming-iming kerja sama militer
secara permanen dengan AS tidak menjadikan pendirian
Indonesia goyah dan mau bergabung dalam PSI. Menurut
dia, kerja sama militer permanen belum tentu
menguntungkan pihak Indonesia. Dia mencontohkan, di
dunia ini kerja sama militer permanen secara bilateral
hanya dilakukan antara AS dan Arab Saudi dan AS dengan
Kuwait, serta AS dan Israel. ”Dan kita tahu bagaimana
sikap ketiga negara itu terhadap kebijakan AS,
terutama Israel, ” katanya.

Suripto menandaskan, pemerintahan SBY-JK dapat meminta
dukungan DPR untuk menolak ajakan AS itu. Sebaliknya
jika pemerintah menerima itu, maka pemerintah akan
berhadapan dengan DPR. ”Ini masalah kedaulatan negara.
DPR harus dilibatkan secara aktif,” imbuh dia.(ilyas)


source :
http://www.eramuslim.com/news/nas/448d0095.htm



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke