http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=252182&kat_id=23
Selasa, 13 Juni 2006 20:38:00 Ingin Beli Susu untuk Cucunya, Sang Nenek Terpaksa Mengemis Cirebon-RoL-- Karena ingin membelikan susu bagi Tisa Sapadli (3), sang cucu yang kini mengidap hydrocepalus, Wasjam (55), warga Desa Tambi Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Selasa siang tampak mengemis di emperan Pusat Grosir Cirebon (PGC) Kota Cirebon. Wasjam yang mengemis sambil menggendong Tisa mengaku terpaksa melakukan hal tersebut karena tidak punya cara lain untuk mendapatkan uang, sementara sang cucu tetap harus mengkonsumsi susu untuk menunjang kesehatannya. Namun, niat tulus Wasjam rupanya tidak kesampaian, karena hari itu, Wasjam terjaring dalam sebuah razia penyakit masyarakat yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Sosial (DPMS) Kota Cirebon bersama dengan Polresta Cirebon dan Sat Pol PP. Wasjam sebelumnya meminta agar tidak diangkut tetapi petugas tidak mengubris keinginannya sehingga kemudian dia tampak pasrah ketika petugas menggiringnya ke arah Truk Dalmas, sementara sang cucu terus menerus menangis dalam gendongannya. Sejumlah warga yang melihat pemandangan itu tampak merasa kasihan namun tidak bisa berbuat banyak. Dengan mimik sedih, ia menceritakan bahwa penyakit Tisa baru diketahui, ketika sang cucunya itu berusia tujuh bulan dimulai dari munculnya sebuah benjolan kecil tepat di tengah kepala bagian atas. Lama kelamaan benjolan itu semakin membesar sehingga berbekal dengan kartu miskin yang diperoleh dari kelurahan, Tisa dibawa ke Rumah Sakit Gunungjati, Kota Cirebon untuk dilakukan pengobatan. Namun, setelah dirawat selama satu bulan di rumah sakit , pihak rumah sakit menyarankan untuk dirujuk ke Bandung, namun karena keluarga Tisa tidak memiliki biaya untuk berobat lagi, maka saran itu tidak dipenuhi. "Menunggu di Rumah Sakit Gunung Jati saja kami perlu biaya, apalagi untuk dibawa ke Bandung, kami pasti sulit mencari biaya hidup bagi yang menunggu," katanya. Menurut Wasjam, sejak Tisa dipulangkan ke Indramayu, kedua orangtuanya yaitu Taryam(30), dan Cacang(25), makin bingung, karena mereka tidak punya pekerjaan tetap untuk menopang kehidupan keluarga. Taryam sehari-harinya sebagai menjadi tukang becak dengan penghasilan pas-pasan sehingga enam bulan yang lalu Taryam beserta istrinya terpaksa mengadu nasib ke Arab Saudi dan bekerja sebagai pembantu. "Belum ada kabar dari Saudi, padahal saya butuh uang untuk beli susu, jadi terpaksa saya mengemis di Cirebon," kata Wasjam yang mengaku baru seminggu datang di Cirebon. antara/pur [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free. http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

