REPUBLIKA

Selasa, 13 Juni 2006

Krisis Lingkungan dan Platform Politik 

Hadi S Alikodra
Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB

''Dekati, rangkul, dan peluk SBY, jika kita mau persoalan lingkungan mendapat 
prioritas utama di negeri tercinta ini''. Itu adalah salah satu ungkapan Emil 
Salim yang mendapat sambutan tepuk tangan meriah dalam acara kuliah umumnya di 
Jakarta, 6 Juni lalu. Emil Salim menyampaikan itu setelah mendengarkan laporan 
Menteri Lingkungan Hidup, Rahmat Witoelar, bahwa kementerian yang dipimpinnya 
masih mendapat anggaran kurang sepandan dengan tugasnya yang semakin berat.

Kemudian, masih pinta Emil Salim kepada Rahmat Witoelar, ''Dekati, rangkul, dan 
peluk menteri keuangan dan kepala Bappenas.'' Ungkapan Emil Salim ini sangat 
tepat agar agenda lingkungan hidup masuk secara intrinsik dan solid dalam 
pemikiran kabinetnya SBY.

Saat ini, persoalan lingkungan masih sebatas jargon-jargon yang tenggelam 
setelah seminar, rapat kerja, ataupun workshop. Konsep ekosistem, di mana 
setiap kehidupan saling bergantung satu sama lain secara erat masih belum dapat 
dipahami, apalagi diterapkan sebagai pedoman hidup manusia dalam menjaga 
kelestarian alamnya. Mereka masih banyak mendahulukan kepentingan ekonomi 
jangka pendek, mendahulukan kepentingan golongan ataupun kelompoknya 
masing-masing.

Agenda lingkungan, yang disiapkan Kementerian Lingkungan Hidup seringkali 
dianggap angin lalu. Akibatnya, kerusakan lingkungan terus meningkat dan 
sepertinya manusia tanpa daya untuk mencegah dan menghentikannya. Sehingga ke 
depan kita harus mampu melakukan terobosan-terobosan nyata untuk menghadapi 
datangnya malapetaka lingkungan yang lebih dahsyat. Keadaannya sudah tidak 
dapat lagi dihadapi dengan cara dan proses politik konvensional. Misalnya, 
tidak cukup dengan hanya mengatasi soal sampah, soal pencemaran udara, tetapi 
harus mengetahui akar permasalahannya masing-masing secara tepat. 

Persoalan lingkungan harus dipecahkan secara multidimensi. Bukan hanya dari 
dimensi ekonomi, ekologi, dan sosial-budaya semata, sesuai dengan asas 
pembangunan berkelanjutan, tetapi juga harus mencakup dimensi spiritual. Karena 
pada dasarnya inilah ukuran-ukuran kesejahteraan secara lengkap.

Krisis ekologi
Planet bumi ini sedang menderita sakit, kurus, dan terancam kehancuran. Inilah 
masalah besar yang bersifat global yang dihadapi umat manusia, dikenal sebagai 
krisis ekologi. Krisis ekologi ini berakar dari sikap manusia yang kurang 
memperhatikan norma-norma lingkungannya. Mereka memandang sumberdaya alam tidak 
ada batasnya. Padahal, kenyataannya, sumberdaya alam apapun sangat terbatas. 
Mereka beranggapan dapat bebas mengeksploitasi, tanpa memikirkan daya 
dukungnya. 

Jika sepakat bahwa kondisi lingkungan kita semakin kritis, maka sudah perlu 
penanganan dan perhatian khusus. Di samping terus menghargai tumbuhnya para 
peduli lingkungan dengan berbagai kegiatan memengaruhi pengambil kebijakan agar 
mereformasi berbagai aturan dan institusi bagi terselenggaranya pengelolaan 
sumberdaya alam dan lingkungan hidup secara bertanggung jawab dan berkeadilan. 
Kita berharap banyak agar warna kabinet SBY semakin berwawasan lingkungan.

Pada level global, gerakan lingkungan hidup dunia semakin mendapat dukungan 
kuat dari para ahli filsafat dan agamawan. Mereka menghendaki diterapkannya 
filosofi ekologi baru yang berlandaskan intelektual dan spiritual. Melalui cara 
ini, diharapkan umat manusia secara langsung akan dapat mengerem cara hidupnya 
yang merusak dan mengubahnya menjadi cara hidup yang menghargai alam. Sehingga 
diharapkan akan dapat menyelamatkan bumi kita dari malapetaka kehancuran.

Pergerakan ekologi baru yang kemudian dikenal sebagai deep ecology ini diungkap 
oleh Arne Naess (1973) dalam artikelnya yang terkenal The Shallow and the Deep, 
Long-Range Ecology Movement. Sebagai inti demokrasi dari semua kehidupan di 
muka bumi, tujuannya tidak hanya untuk stabilisasi kehidupan manusia, tapi juga 
agar manusia dapat hidup berdampingan secara damai dengan isi alam. Manusia 
sebagai khalifah dimuka bumi ini tidak lagi harus egois untuk menguasai alam, 
tetapi juga mengedepankan nilai dan etika menjaga isi alam jagat raya ini 
sebagai suatu amanah.

Prinsip dasarnya apakah perilaku manusia dapat diarahkan untuk menggunakan 
etika lingkungan? Walaupun disadari akan sulit, harus dapat mendorong 
berkembangnya politik lingkungan dalam sistem pemerintahan dan kehidupan 
mayarakatnya. Umat manusia harus segera meninggalkan jauh-jauh prinsip hidupnya 
yang memandang alam hanya sebagai obyek, yang berguna untuk memenuhi kebutuhan 
material saja. Mereka kurang berpikir dampaknya yang sangat merugikan bagi 
keberlanjutan kehidupan bumi.

Banyak ilmu yang berkembang dan telah menjadi salah satu sebab manusia-manusia 
menjadi egois, terkotak-kotak, dan merasa pandai sendiri. Akibatnya, kerusakan 
lingkungan semakin jelas: 12 persen spesies mamalia, 11 persen spesies burung, 
empat persen spesies ikan dan reptil dunia, hampir punah. Selain itu, 5-10 
persen terumbu karang dunia rusak, 50 persen mangrove dunia hancur, 34 persen 
pantai rusak, dan stok ikan dunia menurun 25 persen.

Harimau loreng Bali dan harimau loreng Jawa pun sudah punah dan hampir separuh 
lahan Indonesia mengalami kerusakan. Angka deforestasi terus meningkat, banyak 
yang menyebut sudah mencapai 3,5 juta hektare per tahun. Etika deep ecology 
harus segera diterapkan bagi kepentingan perlindungan isi alam semesta. Untuk 
itu diperlukan kapasitas untuk: Pertama, menghancurkan monopoli dan 
diperlukannya legitimasi oleh sains dan teknologi yang rasional. Kedua, 
mengintegrasikan teknik, politik, dan etika secara rasional dalam pengambilan 
kebijakan, melalui sistem interaksi yang saling menguntungkan. Ketiga, 
menyeimbangkan kepentingan ekologi, sosial-ekonomi, dan spiritual.

Kegiatan nyata
Bagi Indonesia, kita sekarang tidak perlu lagi banyak berdebat, karena secara 
teori sudah cukup. Ke depan, yang diperlukan adalah kegiatan nyata yang 
langsung dapat dirasakan bagi perbaikan lingkungan yang rusak. Misalnya 
hutan-hutan lindung yang rusak, revegetasi lahan bekas tambang, serta 
menghijaukan sempadan-sempadan danau, sungai, dan pantai. Semuanya ini 
merupakan jantung-jantung ekosistem kehidupan yang harus segera terselamatkan.

Dalam rangka mengimplementasikan etika deep ecology ini, diperlukan strategi 
yang tepat. Dan harus pula dimengerti bahwa dalam pelaksanaannya diperlukan 
waktu yang cukup lama, sehingga perlu kesabaran untuk mengubah perilaku manusia

Program-program lingkungan harus menjadi program bersama para pihak. Semua itu 
harus pula mendapat dukungan yang serius dari para elite politik di Senayan. 
Program lingkungan ini harus didukung oleh suatu gerakan masyarakat yang 
konsisten dan memiliki kemampuan kuat untuk memengaruhi warna 
kebijakan-kebijakan pemerintah yang berwawasan lingkungan.

Bahkan, di Eropa telah berkembang gerakan politik yang menggunakan platform 
lingkungan hidup. Misalnya, gerakan partai politik hijau di Jerman Barat, telah 
mencapai berbagai keunggulan setelah menerapkan prinsip deep ecology. Gerakan 
politik hijau ini kemudian menyebar secara luas ke berbagai negara seperti 
Inggris, Belgia, dan Australia. 

Maka sangatlah wajar, jika semaraknya era perpolitikan di negeri kita mendatang 
sebaiknya diwarnai dengan platform partai hijau. Jika saja gerakan partai 
politik di Indonesia dari sekarang juga dapat mengembangkan platformnya ke arah 
deep ecology, tentu akan memiliki potensi yang sangat kuat bagi reformasi dan 
perbaikan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup Indonesia.

Jika perpolitikan kita sudah mampu tumbuh secara konsisten bagi terjaminnya 
lingkungan hidup yang sehat, maka bangsa Indonesia menjadi kuat dalam 
menghadapi kekayaan sumberdaya alam yang semakin tipis dan harus dihemat. 
Berarti, teknologi lingkungan pun harus pula dikembangkan dalam rangka 
meningkatkan nilai tambah sumberdaya alam dan lingkungannya. Semuanya dikemas 
dalam satu persepsi yang sama demi terwujudnya keadilan dan pemerataan 
pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara tepat. Pada gilirannya partai politik 
Indonesia juga akan dapat menjadi kendaraan untuk mencapai tujuan pembangunan 
berwawasan lingkungan. Syaratnya harus segera mengubah praktik-praktik yang 
salah dalam memperlakukan sumberdaya alam dan lingkungannya. Semuanya ini akan 
dapat berhasil jika para pimpinan partai politik baik di pusat maupun di 
daerah, mampu bertindak sebagai pelopor gerakan konservasi sumberdaya alam 
lingkungan hidup.

Ikhtisar
* Program-program lingkungan harus menjadi program bersama para pihak, termasuk 
elite partai politik. 
* Di Eropa telah berkembang gerakan politik yang menggunakan platform 
lingkungan hidup. Misalnya, gerakan partai politik hijau di Jerman Barat, telah 
mencapai berbagai keunggulan setelah menerapkan prinsip deep ecology.
* Gerakan politik hijau ini kemudian menyebar secara luas ke berbagai negara 
seperti Inggris, Belgia, dan Australia.
* Jika semaraknya era perpolitikan di negeri ini diwarnai platform partai hijau 
dan mengembangkan platformnya ke arah deep ecology, akan memiliki potensi yang 
sangat kuat bagi reformasi dan perbaikan pengelolaan sumberdaya alam dan 
lingkungan hidup Indonesia.






[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Home is just a click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke