Untuk jangka pendek, kita bisa berharap kepada LSM-LSM, PMI untuk 
membantu yang kelaparan.

Untuk jangka panjang?
Kalau menurut artikel ini kelaparan terjadi karena sistem pola 
pertanian yang monokultur. Masyarakat di sana banyak menanam tanaman 
perdagangan dan tidak> ada tanaman pangan. Salah satu kelemahan 
tanaman monokultur ini, sambungnya,> ketika ada bencana hujan, angin 
dan hama, tidak ada yang bisa dipanen.

Saya menangkapnya masyarakat banyak menanam untuk keperluan para 
pengusaha...:-(. Begitu ada bencana, pengusaha tinggal kabur. Apa 
tidak sebaiknya masyarakat diberi pengetahuan juga untuk menanam 
pangan buat mereka (oleh instansi pemerintah ?). Mereka lebih tau 
apa yang baik untuk dimakan disana? Agar mereka menjadi masyarakat 
yang mandiri dan tidak manja, gak selalu bergantung kepada pusat. 
Jadi, emang Bupatinya harus kreatif dan innovatif memberdayakan 
segala yang mereka punya disana dan bantuan dari pusat. Otda?

Pikiranku sih, kalau misalnya makanan utama mereka disana itu sagu 
(ini misalkan lho ya? saya gak tau makanan utama mereka apa), ya 
lebih diutamakan untuk memperbaiki kwalitas sagu atau lebih kepada 
memberikan macam makanan yang bisa dibuat dari sagu. Bukannya 
memberdayakan beras. 

ada ide lain?

wassalam,
--- In [email protected], "Kartono Mohamad" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Jumlah ini lebih besar daripada korban gempa DIY. Adakah LSM-LSM, 
PMI (Mar
> ie Muhammad anggota milis ini kalau tidak salah), media massa, dan 
kantor
> Menko Kesra tidak tergerak untuk menolong?
> KM 
>  
> -------Original Message-------
>  
> From: [email protected]
> Date: 06/13/06 04:48:40
> To: Undisclosed-Recipient:,
> Subject: [ppiindia] 65.000 Penduduk Sikka Kelaparan
>  
> http://www.suarapembaruan.com/News/2006/06/10/Utama/ut01.htm
> 
> SUARA PEMBARUAN DAILY 
> 65.000 Penduduk Sikka Kelaparan
> 
> [KUPANG] Puluhan ribu penduduk Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Nusa 
Tenggara
> Timur (NTT) menderita kelaparan akibat kehabisan persediaan 
pangan, sejak
> Mei lalu. Pemerintah setempat sudah membagikan beras yang 
disiapkan untuk
> menghadapi kondisi rawan pangan. Namun, pembagian beras tersebut 
hanya
> membantu untuk beberapa hari, ungkap Bupati Sikka Alexander 
Longginus kepada
> Pembaruan melalui telepon selular, Sabtu (10/6) pagi. 
> 
> Untuk penanganan jangka panjang, dia mengaku tidak dapat berbuat 
banyak guna
> membantu sekitar 13.000 kepala keluarga, atau sekitar 65.000 jiwa 
yang saat
> ini menderita kelaparan. 
> 
> Penanganan sementara, tuturnya, penduduk diberi bantuan beras 
rawan pangan
> sebanyak 346 ton, yang dibagikan sejak Mei lalu. Tetapi jumlah itu 
tidak
> sebanding dengan jumlah warga di sana. 
> 
> Dia mengungkapkan, telah mengajukan proposal kepada pemerintah 
pusat, dan
> kantor Menko Kesra sudah menyetujui untuk mengalokasikan bantuan 
9.200 ton
> beras bagi warga yang kelaparan dalam bentuk padat karya pangan 
selama
> delapan bulan. Selama Juni hingga Agustus nanti, warga diarahkan 
untuk
> mengerjakan fasilitas umum dan diberi upah kerja berupa beras. 
Setelah itu,
> warga mulai menyiapkan lahan. 
> 
> Menurut Alex, akibat ketiadaan bahan makanan, warga Desa 
Wolomotong dan
> Rubit sudah mulai mengonsumsi putak (bagian dalam batang pohon 
siwalan, Red)
>  Warga yang menderita kelaparan, tersebar di semua daerah di 
Kabupaten Sikka
>  mulai dari Nilo, Wuliwutik, Ladogahar, Nirangkliung, Mego, Paga 
dan daerah
> lainnya, kecuali beberapa daerah di bagian utara. 
> 
> Dia menjelaskan, bencana kelaparan di Sikka disebabkan pola 
pertanian yang
> monokultur. Masyarakat di sana banyak menanam tanaman perdagangan 
dan tidak
> ada tanaman pangan. Salah satu kelemahan tanaman monokultur ini, 
sambungnya,
> ketika ada bencana hujan, angin dan hama, tidak ada yang bisa 
dipanen.
> Akibatnya, terjadi rawan daya beli yang berdampak rawan pangan. 
> 
> Secara terpisah, Kepala Badan Bimas Ketahanan Pangan NTT Petrus 
Langoday
> mengatakan, sebanyak tujuh dari 16 kabupaten/kota di NTT terancam 
rawan
> pangan. Ketujuh wilayah, yakni Ngada, Ende, Sikka, Lembata, Belu, 
Timor
> Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara. Di wilayah-wilayah itu, 
sebanyak 145
> desa berisiko tinggi, 192 desa berisiko sedang, dan 238 desa 
lainnya
> berisiko ringan. 
> 
> Risiko rawan pangan yang dihadapi masyarakat di tujuh kabupaten 
tersebut,
> disebabkan angin kencang yang merusak tanaman, kurangnya curah 
hujan maupun
> kelebihan curah hujan, yang menyebabkan tanah longsor dan banjir 
sehingga
> menghancurkan areal tanaman pangan. 
> 
> Hingga kini, persediaan beras yang dikelola Pemerintah Provinsi 
NTT untuk
> bantuan rawan pangan sekitar 2.500 ton, di samping 800 ton 
persediaan beras
> lokal yang dapat digunakan untuk penanggulangan rawan pangan. 
Selain itu,
> pemerintah setempat terus memantau gejolak kenaikan harga beras di 
pasaran.
> [120] 
> 
> Last modified: 10/6/06 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
>  
>  
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke