saya gak pake Intel mbok, tapi Apple...hehehe...
dikau ini reaktif amat ya... wong lagi nulis berita sang ustad 
dibilang takut SI...(???) tendensius dan sensitif sekali...

kalo bom2an itu kan cuma akal2an orang AS aja, kebetulan 
paling empuk dilimpahkan kesalahan ya si ustad ini....
dan memang 'kebetulan' juga baasyir ini sangat anti-AS.

eh iya.... ini berita dikau ambil dr Republika hari ini?
kalau di Kompas pagi ini penulisannya beda lagi...
terlihat sich 'media siapa sedang membela yg mana'...



--- In [email protected], aris solikhah 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mas Alvin intel ya? Sebentar lagi klo ada pemboman? 
hemmmm........ ditunggu aja kebenaran analisanya.
>   Takut dengan Abu Bakar Ba'syir (laki tua renta itu) atau syariat 
Islam? Atau kedua-duanya?^_^
>    
>   Negara yang takut ama Abu Bakar mungkin sudah yakin kali 
Indonesia sudah pasrah bongkoan (bertekuk lutut), jadi 
kebebasan beliau kurang ngaruh lagi?.........
>    
>   
http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=252210&kat_id=
23
>    
>    
>   Rabu, 14 Juni 2006  9:01:00
> Perda Nuansa Syariah Bagian dari Demokrasi Pancasila
> 
> 
>   Jakarta-RoL-- Perda-perda bernuansa Syariah Islam adalah 
bagian dari demokrasi dan merupakan kemauan masyarakat, 
sehingga pemerintah sekalipun tak berhak untuk melarangnya , 
kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin.
>   Dikatakan Ma'ruf di Jakarta, Rabu, syariah Islam sama sekali 
tak bertentangan dengan Pancasila ataupun UUD 1945, dan 
mengingatkan bahwa Pancasila merupakan ideologi relijius 
yang dicerminkan dalam sila pertama, Ketuhanan Yang Maha 
Esa.
>   "Kalau perda itu dimaksudkan untuk kebaikan masyarakat 
mengapa harus dilarang? Pihak-pihak yang mencoba 
mempertentangkan Pancasila dengan Islam adalah pihak yang 
ingin menjauhkan Pancasila dari agama," katanya.
>   Sebuah peraturan yang sesuai dengan ajaran Islam, ujarnya, 
jangan dianggap Islamisasi, karena masyarakat Indonesia 
memang sudah hidup dalam budaya Islam dan menginginkan 
kebaikan sesuai ajaran agamanya. "Mengapa kalau budaya 
global boleh, budaya lokal boleh tetapi begitu budaya Islam 
diminta supaya dilarang, padahal Islam sudah menjadi bagian 
dari masyarakat Indonesia sejak lebih dari 500 tahun lalu," kata 
Ma'ruf.
>   Ia juga menampik anggapan kelompok tertentu bahwa perda 
bernuansa syariah seperti Perda Pencegahan Maksiat di 
Gorontalo, merupakan bentuk penerapan negara Islam di 
Indonesia. Negara Kesatuan RI dan Pancasila itu sudah 
kesepakatan bersama dan sudah final, sehingga tak perlu ada 
negara Islam, kata kyai Nahdlatul Ulama itu. 
>   Perda-perda itu jangan dibelokkan menjadi tuduhan bahwa 
umat Islam ingin keluar dari NKRI atau mengubah Pancasila 
atau tak menghargai kebhinekaan, ujarnya. "Syariah Islam itu 
nilai-nilai Islam yang hidup dalam masyarakat lalu diserap 
dalam suatu peraturan, tidak berbeda dengan nilai global atau 
nilai lokal yang menjadi aturan," katanya.
>   Jadi semua perda itu semua, ujarnya, bagian dari NKRI, 
bagian dari kebhinekaan, dan bagian dari demokrasi yang 
disusun oleh pemda dan DPRD sendiri, artinya oleh rakyat 
sendiri. Perda-perda anti maksiat, lanjutnya, justru akan 
memperkokoh Pancasila yang selama ini memang selalu 
menyerap dari berbagai sumber. 
>   Sebelumnya sejumlah anggota DPR mendatangi Wakil 
Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno dari PDIP untuk menolak 
perda-perda bernuansa syariah yang telah ada di 22 
kabupaten/kota.  "Kami minta pimpinan DPR segera menyurati 
Presiden(Susilo Bambang Yudhoyono, red) agar mencabut 
perda-perda itu," kata Ketua Fraksi Partai Damai Sejahtera 
Constant Ponggawa. ant/fif
> 
>   
> Alvin Daniel <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   barusan di seputar indonesia diberitakan bahwa beberapa 
> pendukung baasyir tewas saat berkonvoi di daerah garut, 
jabar.
> mereka bergelantungan di mobil terbuka dgn hanya 
> berpegangan tangan dgn kecepatan sekitar 100km/jam...
> lalu menabraklah mereka ke sebuah truk...
> memang benar2 setia smp mati ya terhadap pemimpinnya...
> 
> btw, kalau dia bebas berarti gak lama lagi ada 'guncangan' 
lagi 
> donk, entah di jakarta ataupun bali ya....
> biasalah...taktik utk menangkap sang ustad kembali...dengan 
> tuduhan ini-itu.
> 
> tadi baasyir mengatakan konsistensinya utk menegakkan 
> syariat islam di bumi indonesia, ini berarti dia melawan 
> statement SBY-JK minggu lalu bahwa "Pancasila sudah final, 
> dan tidak bisa ada satu ideologi manapun utk 
> menggantikannya! hanya Pancasila yg bisa menjaga harmoni 
> hubungan antar warganegara."...
> 
> apa jadinya negara ini kalau terus2an dirongrong oleh konflik 
> ideologi...
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "Ambon" wrote:
> >
> > 
> 
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2006/06/13/brk,2006
> 0613-78796,id.html
> > 
> > 3000 Orang Akan Sambut Ba'asyir
> > Selasa, 13 Juni 2006 | 14:11 WIB 
> > 
> > TEMPO Interaktif, Jakarta: 
> > Diperkirakan sekitar 3000 orang dari kalangan Organisasi 
> Masyarakat Islam akan menyambut kebebasan Ustad Abu 
> Bakar Ba'asyir di depan Lembaga Pemasyarakatan (LP) 
> Cipinang, Jakarta Timur, besok (14/6). 
> > 
> > Humas Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Hasyim Abdullah, 
> mengatakan diantara organisasi itu adalah 2000 orang dari 
> Forum Betawi Rempug, 500 orang dari Majelis Mujahidin 
> Indonesia, dan sisanya dari organisasi Islam lain, seperti 
Front 
> Pembela Islam (FPI) dan Himpunan Mahasiswa Islam(HMI).
> > 
> > "Ketua MPR Hidayat Nur Wahid juga diundang, tapi belum 
ada 
> konfirmasi kesediaannya untuk datang," ujar Hasyim, hari ini. 
> Menurut jadwal dari Kejaksaan dan LP Cipinang, 
pembebasan 
> itu dijadwalkan pukul 08.00 WIB, besok. 
> > 
> > Setelah pembebasan itu, kata Hasyim, Ba'asyir akan 
bertolak 
> langsung ke Rumah Sakit PKU Muhammdiyah, Solo untuk 
> melakukan medical chek up atau tes kesehatan. "Ustad 
> mengeluhan sakit di tulang ekor dan maag yang kerap 
kambuh," 
> tuturnya.
> > 
> > Selanjutnya, kata Hasyim, Ba'asyir rencananya akan 
langsung 
> ke Pesantren Al Mukmin Ruki, Solo untuk menjalankan 
aktivitas 
> seperti biasa, seperti mengajar, dan berdakwah.
> > 
> > Zaky Almubarok I
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. 
Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared 
Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> 
**********************************************************************
*****
> 
__________________________________________________
________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA 
(kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: 
[EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> The great job makes a great man
>   pustaka tani 
>   nuraulia
> 
>  
__________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection 
around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free.
http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke