DI BAWAH JEMBATAN LAYANG DAN REALITA KEHIDUPAN ( II-Akhir )
  (Sebuah Esai Tentang Puisi Mila Duchlun: “Nafas-Nafas Di Bawah Jembatan 
Layang”)
   
   
  Suatu bahasa realitas lainnya di bawah jembatan layang itu, seorang perempuan 
yang menanak nasi sambil menunggu kepulangan sang suami, yang bergulat dalam 
kesehariannya sebagai seorang buruh kasar pada sistem neo-perbudakan, merupakan 
bangunan sosial oleh rekayasa “liar” kaum tekno-demokratik yang mengatur 
Jakarta serta kehidupan manusia di dalamnya. Seorang perempuan yang tengah 
mengandung bayi di dalam perutnya, siap memberikan kasih sayang sebagai 
penghibur sang suami dari realitasnya. Karena kehidupan dari pencaharian 
sebagai seorang buruh kasar (bangsa kuli), telah menjelaskan suatu kemiskinan 
ekstrem tanpa adanya suatu kepastian tentang masa depan yang akan lebih baik. 
Terlebih itu, hanya bahasa kepedihan yang dinyanyikan dalam tembang Jawa: "Duh, 
Gusti paringono kulo djembar ndalan!”. Realitas penderitaan kronis yang tidak 
mampu lagi diungkapkan dengan bahasa alaminya. Suatu pergulatan nyata antara 
ketidakberdayaan dan pengharapan.
   
  Di bawah jembatan layang itu, tervisualisasi suatu relasi antagonis antara 
harapan setiap manusia dengan “mesin-mesin” pembangunan, yang melukis wajah 
Jakarta semakin munafik dari cita-citanya. Ini bukan hanya suatu dimensi yang 
menjelaskan batas-batas konsekuensi dalam suatu ruang kompetitifitas kota 
metropolitan. Juga bukan tentang persoalan manusia yang selalu berdiri diatas 
manusia lainnya. Tetapi ada “ruang” yang telah diterjemahkan oleh bahasanya 
yang lebih lugas, yaitu ruang yang menyediakan kemiskinan itu menjadi ada dan 
riil! Bahkan ketika kemiskinan dan penderitaan sebagian masyarakat yang hidup 
di bawah jembatan layang, hanya sebatas diskusi waktu senggang, ataupun bahan 
tontonan—orang di dalam mobil pribadi—ketika lampu merah menyala di perempatan 
jalan. 
   
  Tetapi ada realitas lainnya di bawah jembatan layang bersama dengan ironinya: 
premanisme dan kemaksiatan. Sebagai konstruksi riil yang hadir mewarnai 
bangunan moral sebagian komunitas masyarakat disana. Dan, Mila Duchlun 
menuliskan dengan bahasanya yang gelisah-cermat: Nafas-nafas gentayangan di 
bawah jembatan layang, desah muncrat dari mulut-mulut binal, setubuh jatuh di 
atas lantai tanah, seorang adam telanjang di pangkuan hawa, merayakan pesta 
dunia yang murah meriah, lantas dosa mencatat, "sungguh mudah zinah ini, 
Tuhan!”. Masalah moralitas dalam kehidupan yang semakin kompleks—bersama dengan 
kemiskinan—pada salah satu dimensi ruang sosialita di Jakarta, merupakan suatu 
permasalahan kronis yang terjadi di tengah ambiguitasnya batasan nilai hubungan 
manusiawi dengan liarnya gerak kemajuan peradaban.   
   
  Jakarta dan modernitasnya, bersama dengan segala roman tentang ketragisan 
hidup manusia yang terjadi didalamnya; dan Mila Duchlun kini meradang dengan 
segala realita yang disajikan oleh Jakarta. Kemunafikan dari suatu ideologi 
pembangunan, yang dihadirkan oleh kaum tekno-demokratik yang selama ini 
mengagungkan modernisasi dalam ideologi kepemimpinannya. Namun “menghancurkan” 
ruang sosialita masyarakatnya secara sistemik, tanpa suatu pertanggung jawaban 
bagi keadilan untuk ruang kesejahteraan bagi orang-orang yang “terbuang”. Apa 
yang diabstraksikan oleh suatu bangunan puisi, merupakan suatu kegelisahan 
moral dan alam berpikir penulisnya. Bahkan memoar itu terbangun pada saat ia 
melintas dengan bus dari Bandara Soekarno-Hatta menuju ke Stasiun Gambir, dan 
visualisasi itu hadir dalam kesempurnaan dinamika sebuah kota, Jakarta!***
   
  Juni 2006, Leonowens SP
    

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
You can search right from your browser? It's easy and it's free.  See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke