sumber:
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=252191&kat_id=3

Keriaan Kecil Untuk Ustadz Abu


Jika semua berjalan sesuai harapan, sebuah keriaan kecil akan
berlangsung pagi ini di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta.
Sejumlah tokoh berbagai agama akan hadir di halaman penjara dengan
tangan terentang terbuka. Seakan menepis tudingan yang tak pernah
terbuktikan, para tokoh, antara lain, Pendeta Nathan Setiabudhi
menyambut kembalinya Ustadz Abu Bakar Ba'asyir ke kebebasan.

Barangkali, akan cukup banyak orang hadir mengelukan kembalinya Ustadz
Ba'asyir menikmati udara luar penjara. Paling tidak, meski datang
dengan niat bersahaja, keluarga besar Pondok Pesantren Al Mukmin,
Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, tak mampu membendung kehendak orang di
dua minibus dan empat mobil pribadi untuk datang ke Jakarta.

Mereka hanya bisa meminta kalangan Majelis Mujahidin untuk tidak
datang ke Cipinang. ''Cukup menjemput di Kartosuro, lima kilometer
dari Kota Solo,'' kata Ustadz Wahyuddin, direktur Pondok Al Mu'min,
kemarin. Lalu, mereka yang berada di luar kuasa Wahyuddin untuk
menahannya. Bisa saja itu wartawan, simpatisan Ba'asyir, kalangan
pengacara yang tergabung ke dalam Tim Pengacara Muslim.

Atau yang paling mungkin, masyarakat awam. Bukankah selama sebulan
terakhir berita akan bebasnya Ustadz Abu Bakar hari ini telah
berkali-kali menghiasi halaman media massa? Siapa yang dapat
menghalangi mereka berkemas dari rumah-rumah mereka di pojokan
Jakarta, pagi hari ini, menumpang metromini untuk sampai ke Cipinang,
dengan keinginan kuat menyalami Ba'asyir?

Setelah itu, barangkali aparat kepolisian. Pasalnya, sebagaimana
diakui Kepala Satuan Operasional Polres Metro Jakarta Timur, Ajun
Komisaris Besar Polisi Nur Wahyono, pihaknya akan mengerahkan sekitar
300 orang aparatnya untuk mengamankan pembebasan Abu Bakar Ba`asyir.
Dan menurut dia, jumlah sebesar itu tergolong biasa. ''Pengamanan ini
biasa saja. Bukan hal yang khusus,'' ujar Nur Wahyono.

Ia menambahkan, pengamanan yang akan dilakukan aparatnya hari ini
hanya sebatas menjaga stabilitas keamanan bagi masyarakat umum. Hal
itu mencakup penjagaan fasilitas publik, menanggulangi kemacetan lalu
lintas, serta menjaga tidak adanya upaya provokasi dari sementara
pihak yang bertujuan buruk. ''Tidak ada rencana lain,'' kata Nur.

Jika demikian, apa yang dinyatakan Wahyuddin sesaat sebelum berangkat
dari Sukoharjo, kemarin siang, bahwa tak akan ada acara seremonial
digelar di halaman Cipinang, itulah yang akan berlangsung. Juga di
Ngruki. ''Pondok tidak mengadakan acara khusus untuk beliau,'' kata
Wahyuddin.

Maka yang paling mungkin, ketika sekitar pukul 09 pagi ini Ustadz
Ba'asyir meninggalkan Cipinang, 'acara' yang menantinya adalah
bersalaman. Dengan mereka yang datang menyambut kembalinya Sang Ustadz
ke aktivitas normal, tanpa banyak pembatasan. ''Setelah itu, kami akan
langsung membawa beliau pulang melalui jalan darat,'' kata Wahyuddin.
Pemilihan jalan darat dilakukan karena tingkat perjalanan udara
akhir-akhir inipun tidak tergolong menggembirakan.

Wahyuddin sendiri belum mengetahui, apakah arak-arakan kendaraan yang
akan mengiringi Ba'asyir itu akan bertambah atau tidak. Yang jelas,
pondok sendiri tidak mengirim undangan atau pemberitahuan apa pun yang
bisa melibatkan banyak orang. Namun tentu saja, pihak Ngruki tidak
mengabaikan segala kemungkinan yang akan menghambat perjalanan Ustadz
Ba'asyir segera sampai ke Solo. Karena itu, sebelumnya, mereka meminta
Juru Bicara MMI, Fauzan Al Anshori, untuk datang ke Mabes Polri dan
meminta pengamanan sepanjang perjalanan darat tersebut.

''Saya telah mengajukan permintaan untuk pengamanan Ustadz Abu,'' kata
Fauzan. ''Permintaan itu langsung disanggupi Mabes Polri.'' Karena
itulah, boleh jadi, iring-iringan menuju Ngruki tersebut akan cukup
meriah. Mungkin saja, sebagaimana kebiasaan, akan ada raungan sirene
di depan sebagai pembuka jalan, sebelum rombongan di belakangnya
menyusul. Paling tidak, sebagaimana dinyatakan Wakil Kepala Divisi
Humas Mabes Polri, Brigjen Anton Bachrul Alam, akan selalu ada lima
aparat Kepolisian mengawal rombongan sepanjang Jakarta-Sukoharjo.
''Bentuknya estafet. Ada lima petugas polisi yang bergantian
antarpolda dan Polres,'' kata Anton kepada wartawan, kemarin.

Anton mengaku tidak ada persoalan keamanan apa pun dalam proses
kepulangan Ba'asyir tersebut. ''Kami hanya memiliki kewajiban
membantu,'' kata dia. Ada pun sepanjang perjalanan, tampaknya Ustadz
Ba'asyir akan lebih banyak berdiam diri. Apalagi, selama berada dalam
penjara, Ustadz Ba'asyir merasa sakit di tulang ekornya bertambah
parah. Karena itulah, dalam rombongan pun ikut tergabung tim dokter
dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).

Baru setelah tiba di Ngruki, barangkali, Ustadz Ba'asyir akan kembali
memulai hari-harinya yang sibuk. Ia akan menjalani pemeriksaan
kesehatan total, sebelum beristirahat beberapa hari. Setelah itu?
''Mungkin, yang paling mendesak dilakukan adalah mengunjungi korban
gempa. Ustadz mungkin akan mengunjungi daerah yang dekat, Klaten,''
kata Wahyuddin. Kemudian, hari-hari Ba'asyir kembali akan diisinya
dengan mengajar. Melanjutkan apa yang tak pernah putus dilakukannya.
Juga di sebuah pojok kecil di Cipinang, sekitar empat tahun terakhir
ini.
(eds/eye )





===================================================================
        Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
=================================================================== 
Yahoo! Groups Links



 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke