http://www.sapos.co.id/berita/index.asp?IDKategori=1&id=64655
Sabtu, 17 Juni 2006
Polda Buru, Pemukul Wartawan
APHI Kaltim Mengecam, Minta Diusut Tuntas
BALIKPAPAN. Polda Kaltim mulai menunjukkan taringnya. Saat ini jajaran
Polda Kaltim mulai memburu pelaku pemukulan 13 wartawan di Jembatan Kartanegara
Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dengan memberangkatkan tim ke
Jakarta dan Jawa Tengah.
Hal itu dilakukan karena Polda Kaltim telah menerima informasi kalau
pelaku pemukulan lari ke salah satu kota di Jawa Tengah.
"Berdasarkan hasil penyelidikan selama dua hari peristiwa pemukulan
wartawan memang benar-benar terjadi. Sejumlah saksi yang sudah kami periksa
tiga orang dari unsur sipil, satu anggota Pol PP dan satu wartawan. Kami sudah
mengirimkan tim untuk mengejar pelaku. Tim itu sendiri juga melibatkan langsung
aparat Polres Kukar," papar Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes I Wayan Tjatra
kepada wartawan, Jum'at (16/6) kemarin.
Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi termasuk dua orang yang disebut-sebut
terlibat dalam pengeroyokan tersebut berinisial BH dan MT diperoleh nama JK
sebagai tersangka. Menurut Wayan, ketiganya akan dijerat pasal 170 KUHP tentang
pengeroyokan, 351 tentang penganiayaan, dan pasal 18 UU Pers. "Tiga pasal ini
akan coba kita jerat. Karena kejadian itu dilakukan oleh orang banyak,"
tegasnya lagi.
Meski Tim Polda Kaltim sudah diberangkatkan, namun hingga kini Polda
Kaltim belum bisa menemukan motif pemukulan sejumlah wartawan media cetak dan
elektronik tersebut.
"Motif belum kita ketahui persis. Begitu juga apakah para pelaku terlibat
dalam sebuah organisasi tertentu. Sampai sekarang informasinya yang kita
peroleh masih sumir," tambahnya.
Sebanyak 10 wartawan asal Jakarta dan tiga wartawan koresponden Kaltim
dikeroyok oleh massa yang tidak jelas dari mana munculnya. Redaktur Senior
Berita Kota Jakarta, Zulkarnain sebagaimana diwartakan Kamis (15/6) lalu
menyebutkan sebelum kejadian dia dan rekan-rekan wartawan lainnya sedang
mengambil foto Jembatan Kartanegara dan Pulau Kumala.
"Tiba-tiba datang enam mobil dan langsung mengurung mobil kami tumpangi.
Mereka turun dari kendaraan masing-masing. Tampangnya garang-garang," katanya.
Tanpa basa-basi, massa yang mengepung para watawan langsung melayangkan
bogem mentah dari beberapa orang. Syarifuddin, kontributor ANTV Samarinda
sempat merekam adegan pengeroyokan itu beberapa detik. Sayangnya, gambar di
kamera tersebut goyang."Saya kena pukul," akunya.
Dalam rombongan wartawan tersebut, terdapat juga LSM, sedangkan insan
pers yang terkena pukulan antara lain dari Harian Sinar Harapan dan TVRI.
Sejumlah wartawan yang melakukan liputan ke Kaltim itu berasal dari Media
Indonesia, Rakyat Merdeka, Suara Pembaruan, dan Indonesia Satu.
Sementara itu Ketua Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI) Kaltim Efendi
Mangsunsong SH, meminta kepolisian mengusut kasus itu sampai tuntas dan
menangkap puluhan orang yang diduga kuat terlibat dalam aksi tersebut.
Menurutnya, kasus itu adalah preseden buruk bukan hanya bagi dunia
jurnalistik, tetapi pada aspek penegakan hukum kalau tak segera diselesaikan.
"Ini memang merupakan ujian berat bagi dunia jurnalistik dan penegakan hukum,
sehingga kasusnya harus terus diusut tuntas. Tidak boleh dibiarkan begitu saja,
karena nantinya bukan hanya kalangan wartawan yang menjadi korban, tetapi juga
masyarakat lain, tentu saja termasuk dunia hukum seperti penasehat hukum juga
bisa menjadi korban berikutnya. Kan ini sangat ironi," jelas Efendi.
Disinggung bahwa kasus itu belum dilaporkan secara resmi, Efendi
mengatakan bukan masalah bagi polisi untuk menindaklanjutinya, karena itu
adalah pidana murni. Polisi harus pro aktif melakukan penyelidikan dan jangan
hanya menunggu bola. Ia pun mengaku salut ketika mendengar kabar bahwa polisi
sudah berusaha melakukan penyelidikan dengan mendatangi beberapa korban di
Samarinda, tetapi itu menurutnya harus terus dibuktikan dengan mengungkap kasus
ini. Jangan sampai dibiarkan begitu saja, sehingga akan dilupakan.
Sementara Awang Jumri AS, ketua Komite Wartawan Reformasi Indonesia
(KWRI) juga menyampaikan kecaman atas kasus penganiayaan itu. Menurutnya
insiden itu adalah preseden buruk yang terjadi dalam era reformasi seperti saat
ini, dimana kerterbukaan dijunjung tinggi. Ini sangat memalukan, apalagi dalam
sejarah Kaltim, kasus seperti ini tidak pernah terjadi. Harus segera diusut
tuntas, karena ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat lain agar tak seenaknya
main hakim sendiri, apalagi ini negara hukum yang menjunjung tinggi kaidah
hukum dan punya aturan.
"Kasus ini tentu saja sangat memprihatinkan. Seharusnya kasus itu tidak
terjadi kalau saja semua masyarakat menghargai keterbukaan. Banyak cara
menyelesaikan masalah, bukan dengan cara preman seperti yang terjadi saat itu.
Apalagi korbannya adalah tamu dari Jakarta, tentu saja ini bukan hanya akan
mencoreng Tenggarong, tetapi Kaltim secara keseluruhan. Kedatangannya ke
Samarinda pun dalam rangka undangan Gubernur Kaltim. Ini jelas sangat
disesalkan," tegasnya lagi.
Hal yang sama pun diungkapkan Amirullah, Wakil Koordinator Komunitas
Wartawan Kriminal Samarinda (KWKS), mengecam keras terjadinya aksi penganiayaan
tersebut. Menurutnya, kasus itu harus diusut sampai tuntas dan pelaku
penganiayaan harus segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Ia
berharap ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat, agar tidak melakukan
tindakan main hakin sendiri.
""Ini negara hukum, tentu semuanya punya aturan main yang harus
dihormati. Jika ada kesalahan atau keberatan dengan pemberitaan yang dilakukan
media, silakan tempuh jalur hukum, jangan sampai main hakim sendiri. Makanya
kasus ini harus diusut tuntas, sehingga semuanya jelas. Apa yang menjadi motif
dari masalah ini dan siapa yang berada di belakangnya," tandasnya.
(ias/sny/kpnn)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Great things are happening at Yahoo! Groups. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/Q0DZdC/hOaOAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/