KEMBALINYA “KUASA” MASA LALU ( II-Akhir )
  (Sebuah Esai Tentang Puisi Arif Hidayat: “Mereka Kembali”)
   
  Memori kolektif sebagian masyarakat yang memperbandingkan suatu paparan 
praksis kekuasaan pada relasi negara dan masyarakat;  secara pragmatis telah 
menarik suatu perbandingan pada rentang relasi antar penguasa, dan “memerasnya” 
untuk satu kesimpulan instan tentang tampilan yang dihadirkan oleh tiap rejim. 
Kekuasaan secara licik akan mereproduksi suatu image yang membentuk proses alam 
berpikir masyarakatnya dalam ruang keambiguitasan, dilemanya suatu realita 
kondisional masyarakat, propaganda progresif oleh basis pendukungnya, hingga 
pada ruang edukasi masyarakat; walaupun kekuasaan telah berakhir dalam waktu 
sekian dasawarsa. 
   
  Maka berbicara tentang kekuasaan dan peninggalannya, tentu personifikasi 
penguasa menjadi obyek utama dalam ruang memori kolektif masyarakatnya; segala 
pencitraan yang dihadirkan dalam membangun ruang opini, akan mempengaruhi sikap 
bagi kesadaran publik. Dan pada saat bersamaan, para elit psiko-oportunitas 
dengan kebebasannya memanfatkan konstruksi serta alat rekayasa pendahulunya 
untuk merebut apa yang pernah dikuasai sebelumnya. Pemilu merupakan alat 
obyektif untuk memasuki sistem yang berlaku pada tatanan publik dan negara, 
dengan memanipulasi legitimasi para pemilihnya. Pada bentuk yang paling ironis, 
mereka tampil sebagai oposan kritis yang mengusung berbagai isu kemanusiaan, 
keadilan, dan demokrasi.
   
  Realita hipokrit kaum elitis, yang dihadirkan dengan suatu kevulgaran yang 
paling “telanjang” dalam sejarah perkembangan demokrasi di Indonesia. Berbagai 
pembenaran dan resistensi akan mewarnai praksis elitis, hingga kepada bentuk 
pemutarbalikkan logika publik, seiring dengan penguasaan alat-alat propaganda 
dan peninggalan sistem hasil rekayasa masa lalu. Karakter “sempalan” yang 
dimiliki oleh kaum reformis dan pejuang demokrasi dalam mempraksiskan suatu 
kuasa, sampai pada permasalahan korupsi kronis yang telah dibangunnya, adalah 
salah satu realita yang menstimulus ruang kesadaran sebagian masyarakat untuk 
mencari kebenaran masa lalu, tentang Orba dan bangunannya!
   
  Terlebih dari itu, kristalisasi ambiguitas publik merupakan suatu alasan 
pembenaran yang dianggap jitu dalam memanfaatkan psiko-krisis dalam konstruksi 
alam pemikiran pada relasi masyarakat-negara-global. Dan sekali lagi, Arif 
Hidayat secara miris telah menuliskannya: “Lewat kuasa, musuh bangsa 
dipulihkan, dosa-dosa dihapuskan, rakyat dibebankan”. Apa yang dituliskan 
merupakan kebenaran realitas dalam merespons suatu bentuk reformasi yang 
ditawarkan ke ranah kehidupan publik. Terlebih dari itu, paparan praksis elitis 
hanya suatu alat untuk membangun realitas sejatinya: kuasa. Lalu ada satu hal 
yang belum berpraksis dalam ruang kekuasaan: “Tinggal Tuhan belum 
dikuasainya!”. Amin.***
   
  Juni 2006, Leonowens SP
   

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Next-gen email? Have it all with the  all-new Yahoo! Mail Beta.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/N6DZeC/fOaOAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke