lupa kisahnya .. :p

Bandung, 12 Mei 2006, digegerkan oleh peristiwa pembunuhan 3 orang anak yang
dilakukan oleh Ibu kandungnya sendiri. Ibu itu membunuh ketiga anak-anaknya
dengan cara membekapnya sampai kehabisan nafas. Ibu itu bukanlah orang yang
bodoh juga tidak taat beragam, pun bukan dari latar belakang keluarga yang
kacau. Ibu itu seorang aktivis di Salman ITB (Insitut Teknologi Bandung),
pun dia adalah seorang yang cerdas dan alumnus dari perguruan tinggi favorit
itu.
Bagaimana dengan suaminya, dia adalah alumnus ITB juga yang sekaligus Kepala
Lembaga Wakaf dan Zakat Salman ITB. Tentulah bukan seorang yang tidak tahu
dalam urusan agamanya.

Tragis, mengenaskan, meyedihkan, mengerikan. Itu yang terbersit dalam
pikiran saya. Saya tak habis pikir atas peristiwa ini. Karena factor
ekonomikah? Tidak, sang suami menyangkal di antara isak tangisnya ketika
wartawan menanyakan sebab mengapa sang istri tega melakukan hal itu.
Teman saya di Jombang, mengirim pesan pada saya mungkin karena suami yang
terlalu sibuk di Salman. Entah, belum jelas. Mungkin saja.

Peristiwa seorang ibu tega membunuh anak kandungnya sendiri bukanlah hal
yang baru lagi di jaman ini, tapi dilakukan dengan profil orang seperti itu
tentunya sangat mengejutkan kita. Berbeda dengan yang sering saya lihat
dalam tayangan Buser, Sergap, dan kawan-kawannya, seorang Ibu yang melakukan
perbuatan dosa tersebut, adalah sosok yang bukan lulus dari perguruan
tinggi, bukan pula seorang aktivis, dan suaminya bukan pula seorang yang
menangani urusan umat.

Saya hanya bisa menangis, jaman ini telah kehilangan kebaikan, kemaksiatan
bukan lagi hal yang aneh, kezaliman adalah bagian dari keseharian, dosa
bukan lagi momok bagi setiap manusia.
Alhamdulillah, Allah masih melindungi saya, di tengah derita yang saya
tanggung dalam kehidupan ini, saya masih bisa mengerem untuk tidak melakukan
dosa, terhadap siapapun.

Ah, bagaimana jika Bunda telah menjadi mesin pembunuh bagi anak yang
dilahirkan melalui rahimnya? Inikah akhir dunia?


On 6/19/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Terima kasih Jazakillah khoir katsir mengingatkan saya. Skizofren memang
> penyakit aneh...mungkin karena saya sendiri juga kadang masih menebak juga
> apakah itu semacam penyakit genetik juga. Agak awam saya mengenai penyakit
> ini, sehingga ketika orang bilang penyakit ini pun, saya masih menaruh
> keraguan. BTW sekali lagi trims mbakyu Fau
>
>
> Menurut saya, kasus ini sangat aneh dari kacamata orang normal.
> Dugaan saya dia menderita semacam skizofren. Dan kata temen saya yg
> dokter, penyakit ini bisa jadi memang udah dari sononya. Gak peduli
> dia orang apa, agama apa, umur berapa, dst. Memang sudah cobaan dari
> Tuhan. Yang bisa dilakukan oleh lingkungannya adalah membantu
> mengobatinya, which is biasanya sangat susah. Karena penderita
> kelihatan normal dari luar dan dia sendiri tidak merasa sakit.
>
> Dan karena kita tidak punya info yang cukup, apalagi kenal sama yang
> bersangkutan, alangkah baiknya kalo kita menahan diri berkomentar yang
> asal njeplak. Nanti jangan2 dosa kita jadi lebih besar.
>
> Pelajaran yang bisa saya ambil saat ini adalah pentingnya
> memperhatikan komunikasi dg keluarga. Jadi bisa jadi stress dsb itu
> hanya pemicu bukan penyebab.
>
> --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, aris
> solikhah wrote:
> >
> > Ada beberapa hal yang mengganjal dalam diri saya mengenai kasus.
> INi, agak aneh juga ketika ada seseorang yang berpahaman Islam lumayan
> melakukan perbuatan dosa besar ini. Meski saya yakin namanya manusia
> (termasuk saya sendiri), melakukan suatu perbuatan dosa adalah hal
> yang pasti terjadi.
> >
> > Beberapa media masa memberitakan agak berbeda mengenai kasus ini.
> > Benarkah perempuan ini dengan sadar melakukan perbuatan ini, atau
> khilaf, tidak sadar,atau depresi? Apa yang menyebabkan ia depresi,
> karena sisi ekonomi , dia mampu.
> >
> > Atau mungkinkah rasa sayang atau pemahaman yang agak keliru
> mengenai rasa kasih sayang pada anak. Misalnya ada orang tua memukuli
> anaknya hanya karena kesalahan kecil dengan alasan rasa sayangnya
> untuk pendidikan si anak.
> >
> > Atau juga perempuan ini mungkinkah dilanda rasa dosa atas
> ketidakmampuannya atau kekhawatirannya amat sangat karena tekut
> mempertanggungjawabkan amanah mendidik anak (amanah yang dianggap
> berat sekali) di hadapan Allah kelak, sehingga dia kemudian melakukan
> pembunuhan itu. saya teringat kisah Khidir yang menyuruh Musa membunuh
> seorang anak kecil, karena Khidir melihat masa depan anak ini kelak
> menjadi pangkal segala bencana dimasyarakat.
> >
> > Ah.. banyak tanda tanya mengenai hal ini, namun satu hal membunuh
> adalah dosa besar, namun ada dosa yang jauh lebih besar daripada
> pembunuhan yaitu syirik, dosa yang tidak termaafkan, tidak beriman
> pada Allah, Tuhan yang Esa. wallahu'alambishawab
> >
> > salam,
> > aris
> >
> >
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-digest%40yahoogroups.com>
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-nomail%40yahoogroups.com>
> 6. kembali menerima email: [EMAIL 
> PROTECTED]<ppiindia-normal%40yahoogroups.com>
>
> Yahoo! Groups Links
>
> The great job makes a great man
> pustaka tani
> nuraulia
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/N6DZeC/fOaOAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke