Mbak Carla,
Rasanya saya sudah pernah jawab soal Suni vs Syiah ini deh.
Suni vs Syiah harus dilihat dari kaca mata politik karena sejarah 
berdirinya dahulu juga karena ada syahwat politik yang besar.

Jika mau dipersatukan dengan SI atau dengan apapun, yg terpenting 
adalah harus ada kepentingan politik yang sama.

Ini resiko bila agama diikutsertakan dalam politik. 

Kira2 seperti itulah juga jawaban saya dulu.

wassalam,
--- In [email protected], Carla Annamarie 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> 
> 
> > mba Aris, saya punya pertanyaan yang dari kemarin2 gak ada yang 
bisa
> jawab, mungkin mba aris bisa menjawab pertanyaan saya...
> 1. bagaimana dengan permusuhan n pertumpahan darah antara Syiah n 
sunni..?
> kenapa SI gak bisa mempersatukan mereka? n memangnya kalo ada 
perbedaan, SI
> yang bener yang dianut siapa?
> 2. n klo kaum Syiah buat nuklir n menguasai timur tengah kecuali 
Israel, n
> membantai kaum sunni, mba belain yang mana?
> 3. apakah persatuan umat muslim didunia dan cita2nya membangun 
pemerintahan
> spt kalifah2 islam jaman dulu, juga termasuk kaum syiah 
didalamnya..? kalo
> gak berarti islam kebagi dua dunk..., nantinya perang2an sendiri...
> 4. abu bakar baasyir , HT, FPI setuju gak sama dominasi iran yang 
notabene
> syiah berkuasa di timur tengah...?
> 
> btw klo soal devide et impera dimana barat mengadu domba orang 
islam..? gak
> perlu di adu juga udah pada berantem sendiri..mba..., contohnya 
aja syiah n
> sunni..udah berabad2...mba...
> 
> 
> 
> 
>                                                                    
        
>              aris 
solikhah                                                 
>              
<[EMAIL PROTECTED]                                             
>              .com>                                                 
     To 
>              Sent by:                  
[email protected]            
>              
[EMAIL PROTECTED]                                          cc 
>              
ups.com                                                       
>                                                                    
Subject 
>                                        Re: [ppiindia] PECAH BELAH 
BANGSA   
>              06/19/2006 10:56          INDONESIA SEKARANG 
INI...           
>              
AM                                                            
>                                                                    
        
>                                                                    
        
>              Please respond 
to                                             
>              
[EMAIL PROTECTED]                                             
>                   
ups.com                                                  
>                                                                    
        
>                                                                    
        
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Bismillah Ya Akhi perkenankan saya ikut urun rembug dengan segala
> keterbatasan saya.
> 
>   Sepahaman saya, bila kita kembali memahami Al Quran dengan apa-
apa yang
> telah dicontohkan Rasulullah dan diikuti para sahabat maka Insya 
Allah
> kalaupun ada perbedaan dalam sisi pemahaman syariat maka itu Insya 
Allah
> terkait teknis pelaksanaan syariat Islam, bukan penolakan masalah 
syariat
> Islam sendiri. Karena penerapan syariat Islam adalah hal yang 
Ushul (tidak
> ada perbedaan pendapat didalamnya). Dengan ukhuwah kita bisa 
mencari titik
> temunya, Insya Allah.
>   Adapun dugaan syariat Islam memecah belah, kita kembali pada Al 
Quran dan
> Hadis-hadis terkait persatuan..."berpegang teguhlah pada tali 
agama Allah
> dan jangan bercerai berai" Tali agama Allah adalah Islam atau 
syariat Islam
> itu sendiri.
> 
> 
>   Bukankah seluruh umat muslim berkewajiban menjaga persatuan 
negaranya?
> negara yang didalamnya melaksanakan syariat Islam, kalau pun belum 
kita pun
> tidak diperkenankan melepaskan diri atau bughat. Impian saya bahkan
> menggabungkan seluruh umat Islam (bukan memecah belah) menjadi 
satu, dalam
> artian membesarkan persatuan NKRI kita.
> 
>   Ironisnya umat Islam sendiri merasakan kekhawatiran bila syariat 
ISlam
> diterapkan akan memecah belah persatuan, benarkah? Mohon maaf, 
mungkin ada
> beberapa pemahaman yang perlu diluruskan mengenai ini. Secara 
fakta dan
> sejarah,
> tidaklah demikian. Di Indonesia sendiri syariat Islam belum pernah
> diterapkan jadi kesimpulan darimana sehingga orang mengatakan 
bahwa dengan
> penerapan syariat Islam, Indonesia akan terpecah belah? Pertanyaan 
saya
> adalah apakah karena ketidakpahaman mengenai kewajiban persatuan 
dan
> penerapan syariat Islam? Atau ketakutan dengan tanpa dasar?
> 
>   Tanpa menerapkan syariat Islam saat ini, telah terbukti  bahwa
> Timor-Timur lepas, RMS pernah melakukan upaya lepas diri, sudut 
lain Papua
> dan Aceh yang perlu dikhawatirkan. Dan aksi separatisme lain. Jadi
> bagaimana mungkin dengan penerapan syariat Islam kan pecah belah, 
mohon
> jangan lupakan sejarah akhi?
> 
>   Saya melihat pecah belah terjadi salah satu faktornya ada 
inversible hand
> atau intervensi asing yang ingin membuat bangsa ini pecah. 
Bukankah divide
> et empira merupakan salah satu cara efektif melanggenggkan suatu
> penjajahan. Saudaraku waspadalah terhadap adu domba diantara kita 
sendiri,
> sesama muslim mengenai hal ini. CMIIW wallahu'alambishawab
> 
>   salam,
>   aris
> 
> 
> 
> 
>   Assalamu'alaykum,
> Maksud saya, jika kita kembali kepada AlQuran, tentu kita akan 
mendahulukan
> persatuan dan persaudaraan dalam Islam daripada mempertentangkan 
khilafiyah
> yang ada di bawahnya. Jika umat bisa menyadari hal ini, tentu saja 
segala
> bentuk perbedaan bisa dieliminir dan direkatkan kembali sesuai 
perintah
> awalnya. Dalam hal perbedaan penafsiran dan seterusnya, itu adalah 
hal yang
> biasa. Ini pendapat saya. Namun demikian saya tidak ingin 
meneruskan
> pembahasan ini lebih jauh di milis ini.Wassalamu'alaykum.
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: "Huttaqi"
> To:
> 
> Sent: Monday, June 19, 2006 8:57 AM
> Subject: Re: [ppiindia] PECAH BELAH BANGSA INDONESIA SEKARANG 
INI...
> 
> 
> > mas...al Quran mutlak benar memang iya..
> > tapi dalam tataran terjemah saja sudah ada perbedaan, bisa 
sampeyan lihat
> > dibeberapa terjemah semisal dari tim depag, dari bachtiar surin, 
dari a
> > hassan,dll.
> > apalagi dalam tataran tafsir..tambah bejibun..
> > apalagi dalam tataran takwil...mm...
> >
> > dan ketidak pahaman bahwa persepsi tentang al Quran itu bisa 
berbeda,
> > ditambah dengan semangat untuk membela pendapatnya sendiri-
sendiri itulah
> > yang kemudian memperlebar masalahya...
> >
> > Adanya perbedaan adalah kewajaran..dan kita belum terbiasa 
menganggap
> > perbedaan itu sebagai hal yang wajar...
> >
> > yang sudah biasa adalah anggapan bahwa perbedaan adalah sebuah
> perselisihan
> > dan sebuah pertentangan..malah kadang dianggap sebagai sebuah 
perlawanan
> > atau pemberontakan terhadap pendapat yang sudah mapan :)
> > ----- Original Message -----
> > From: "Samsul Bachri"
> > To:
> 
> > Sent: Saturday, June 17, 2006 8:15 AM
> > Subject: Re: [ppiindia] PECAH BELAH BANGSA INDONESIA SEKARANG 
INI...
> >
> >
> > > Bung Huttaqi, niscaya tak akan ada perpecahan jika semua orang 
islam
> > > membaca
> > > AlQuran sbagai acuan tertingginya. Bukankah sudah dikatakan 
bahwa
> > > "...berpegang teguhlah kepada tali Allah dan jangan bercerai 
berai".
> Itu
> > > artinya jika orang Islam tahu skala prioritas, maka mereka akan
> > > mendahulukan
> > > AlQuran dibandingkan masalah khilafiyah lainnya. Itu prioritas 
saat
> ini.
> > >
> > > ----- Original Message -----
> > > From: "Huttaqi"
> > > To: ; ;
> > > ; ;
> > > ; ;
> > > ;
> ;
> > > ;
> > > Sent: Friday, June 16, 2006 5:38 PM
> > > Subject: [ppiindia] PECAH BELAH BANGSA INDONESIA SEKARANG 
INI...
> > >
> > >
> > >> PECAH BELAH BANGSA INDONESIA SEKARANG INI...
> > >>
> > >> Saya masih inget ketika digulirkan isu di antara partai-
partai politik
> > > dinegara ini..
> > >> Isu "Syariat islam harus ditegakkan kembali"
> > >> dan rencananya akan direalisasikan untuk dimasukkan ke Undang-
undang
> > >> dasar
> > > dengan tambahan kata-kata "Dengan menjalankan syariat Islam 
bagi
> > > pemeluknya"..
> > >>
> > >> mm..mm..
> > >> di Probolinggo saya bertanya,
> > >> "Kalau memang syariat islam mau ditegakkan di Indonesia, trus 
nanti
> mau
> > > pakai syariat islam versi siapa?"
> > >> he..he..he..
> > >> apa mau pakai versi yang sholat shubuhnya pakai doa qunut? 
ataukah
> yang
> > > gak pakai qunut?
> > >> mau pakai versi sholat tangan disamping atau mau pakai sholat 
tangan
> > > sedekap ditengah?
> > >> mau pakai versi berjenggot semua, atau yang gak berjenggot?
> > >> mau pakai versi pakai jilbab kayak sekarang banyak di 
indonesia, atau
> > > pakai jilbab versi wahabiyah yang seluruh tubuh ditutup?
> > >> Mau pakai versi tarawih yang 11 rokaat atau 23 rokaat?
> > >> mau pakai versi yang menjalankan ziarah kubur, tawasul 
ataukah pakai
> yang
> > > gak mau model begituan?
> > >> Jangankan sepakat syariat islam yang mana yang mau dipakai, 
soal hari
> > >> raya
> > > Kamis apa Jumat aja pernah gak sepakat...he..he..
> > >>
> > >> Coba bayangkan, kalau seandainya itu benar2 diberlakukan, 
syariat
> Islam
> > > yang entah versi yang mana, apa gak pecah belah bangsa 
indonesia ini???
> > >>
> > >> saya yakin akan ada yang gak setuju dengan apa yang saya 
tulis dan
> saya
> > > yakin juga ada yang setuju dengan yang saya tulis dan saya 
yakin juga
> akan
> > > ada yang diluar antara setuju dan tidak setuju...
> > >> dan itu menunjukkan begitu tidak sepakatnya kita akan hal 
ini..
> > >>
> > >> Abad ke enam hijriyah saja dari sisi akidah kita sudah mahfum 
ada 6
> > >> akidah
> > > besar yang berbeda dalam Islam.
> > >> Ada Jabariyah, Qodariyah, Khowarij, Shiffatiyah, Mu'tazilah 
dan syiah.
> > > dimana masing-masing itu masih pecah menjadi berpuluh-puluh 
faham dan
> > > pendapat..Beratus-ratus paham dan pendapat..
> > >>
> > >> Isu ini tidak berhasil sampai pada sasaran...
> > >> Maka digulirkanlah cara yang berikutnya...muncul JIL, dengan 
kebebasan
> > > berpikirnya yang keblabasan...
> > >> siapa di balik itu?
> > >> umat kembali goncang...prokontra kembali turun ke jalan-
jalan...
> > >> masih belum puas...
> > >> Isu daerah otonom yang pelaksanaannya adalah federasi 
dimunculkan dan
> > > kemudian disepakati..
> > >> jadilah Negara kesatuan yang semula bersatu kembali mengalami 
masa
> dahulu
> > > dimana muncul kerajaan-kerajaan kecil ditiap-tiap daerah...
> > >> Ada kerajaan jawa timur, otonom..
> > >> ada kerajaan DKI..otonom
> > >> ada kerajaan jogjakarta otonom..
> > >> masing-masing berlomba tuk mendapatkan dana dan upeti dari
> rakyatnya...
> > >>
> > >> masih belum puas lagi...
> > >> dimunculkan isu-isu perdaerah akan ketidak puasan warga asli 
dengan
> > > pendatang, maka pecah belah terjadi. Perang saudara terjadi..di
> > > sampit...di
> > > Ambon mau dibuat seperti itu juga, tapi akhirnya lagi-lagi 
yang lebih
> > > efektif adalah isu agama yang mudah untuk memecah belah 
bangsa...
> > >>
> > >> Waktu di ambon sempat warga disana bercerita,
> > >> "dikita ada pelagadong, hal yang biasa satu keluarga ada yang 
kristen
> ada
> > > yang islam, kita rukun2 semua. Tapi kemaren begitu ada 
kerusuhan, kita
> ya
> > > pada ketakutan. saudara-saudara kita yang islam dan kristen 
pada
> berbareng
> > > mengungsi menyelamatkan dirinya"
> > >>
> > >> Perpecahan kembali digulirkan...
> > >> Belum puas kalau Indonesia belum tercabik-cabik dan menjadi 
bagian
> > > keping-keping kecil-kecil, dihembuskan lagi isu RUU APP...
> > >> untuk menguatkan isu itu dibarengi dengan terbitnya majalah 
Playboy...
> > >> Prokontra lagi lagi turun ke jalan..sebagian terjadi kontak 
fisik dan
> > > chaos mungkin akan terus berlangsung..
> > >> Cara demo dijalanan, perusakan yang tak pernah dikenal di 
agama
> manapun
> > > juga, yang tak pernah diajarkan diagama manapun juga sekali 
lagi
> dianggap
> > > jalan yang paling efektif.
> > >> Jalan anarkis yang bersifat destruktif menjadi jalan yang 
paling
> efektif
> > > yang dipakai oleh tokoh-tokoh yang alim dan ulama..mmm..mmm
> > >> Pro kontra masih berlanjut..perpecahan bangsa semakin tampak 
dan
> semakin
> > > menganga luka demi luka...
> > >> Playboy tenggelam, dimunculkan lagi isu tabloid poligami...
> > >>
> > >> Dan ketahuilah wahai saudara sebangsa dan setanah air..
> > >> perhatikanlah...dan amatilah...isu agama akan selalu menjadi 
alat
> nomer
> > > satu bagi pemecah belah bangsa kita...
> > >> RELIGIUS POLITICA.....Pemanfaatan agama demi kepentingan 
politik akan
> > > selalu menjadi isu sentral yang digulirkan oleh "mereka-
mereka" yang
> akan
> > > diuntungkan dengan pecah belahnya bangsa kita....
> > >>
> > >> Sampai kapan kita akan tersadar dari pemecah belah bangsa 
ini ??
> > >> Sudah terjadi Tsunami di Aceh..masih saja korupsi 
merajalela.....
> > >> Sudah terjadi gempa di Jogjakarta..masih saja tak terpikir 
untuk
> > > menyelesaikan masalah bangsa secara bersama...
> > >> Setelah DAERAH ISTIMEWA ACEH....kemudian DAERAH ISTIMEWA
> > > JOGJAKARTA...akankah engkau menunggu DAERAH ISTIMEWA IBUKOTA 
mendapat
> > > peringatan dari sang MAHA ??
> > >>
> > >> Sungguh bebal kalau tidak segera bertaubat....
> > >> Bersatulah..!!
> > >> dan kembalilah mengingat kejayaan bangsa ini dimasa lalu...
> > >> dengan satu kata saja..
> > >> PERSATUAN..
> > >> tak mengenal 250 macam perbedaan suku..
> > >> tak mengenal 200 lebih macam bahasa di Indonesia
> > >> tak mengenal bermacam-macam agama yang ada...
> > >> Satu Nusa...
> > >> Satu Bangsa..
> > >> Satu Bahasa..
> > >> Indonesia...
> > >>
> > >> renungan jumat
> > >> dari rakyat yang sudah tak mampu lagi berteriak...
> > >> tuk mengumandangkan kata
> > >> "BERSATULAH...BERSATULAH..dan BERSATULAH...."
> > >>
> > >> Bangsa lain sedang menunggu...untuk bertepok tangan atas 
keping-keping
> > > pecahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia..
> > >>
> > >> huttaqi menunduk prihatin..
> > >> sangat prihatin...
> > >> seandainya saja tangisanku mampu menggugah bangsa..
> > >> seandainya saja cucuran darahku mampu tuh menyatukan bangsa 
dan...
> > >> seandainya saja kematianku menjadi sarana tuk keutuhan 
negara..
> > >> akan aku lakukan !!!
> > >> 16 Juni 2006
> > >>
> > >> [Non-text portions of this message have been removed]
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >
> 
*********************************************************************
******
> > >> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
> Indonesia
> > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> > >>
> > >
> 
*********************************************************************
******
> > >>
> 
_____________________________________________________________________
_____
> > >> Mohon Perhatian:
> > >>
> > >> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali 
sbg
> > >> otokritik)
> > >> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> > >> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > >> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > >> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > >> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> > >>
> > >> Yahoo! Groups Links
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> 
*********************************************************************
******
> > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
> Indonesia
> > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> > >
> 
*********************************************************************
******
> > >
> 
_____________________________________________________________________
_____
> > > Mohon Perhatian:
> > >
> > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
> > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > > Yahoo! Groups Links
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
*********************************************************************
******
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> >
> 
*********************************************************************
******
> >
> 
_____________________________________________________________________
_____
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> The great job makes a great man
>   pustaka tani
>   nuraulia
> 
>  __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
>







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/B6DZeC/bOaOAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke