Mbak Maaf tak semua email saya baca, bukan apa-apa. Saya kadang pilah-pilih 
juga. H ehe he maaf..
  1. Umat Islam memang diperbolehkan berbeda pada tataran teknis syariat 
Islam-nya. Namun secara umum, tidak ada perbedaan dalam keharusan penerapan SI. 
Yang mbak lihat adalah fakta yang terjadi di sana. Saya sendiri perlu menelaah 
bagaimana akidah syiah dan suni secara mendalam, tahu dari pihaknya langsung. 
Bila akidahnya tidak keluar dari Islam, kenapa tidak, mereka tetap saudara 
saya. BUkan SI Islam yang tidak mampu mempersatukan mereka namun diri mereka 
sendiri atau pemahaman diantara mereka, katakanlah rasa ukhuwah diantara mereka 
yang belum terjalin baik. 
   
   Bila ada satu kepemimpinan ISlam di dunia, maka dia yang akan mengadopsi 
satu hukum yang bersifat menyatukan umat, secara otomatis, umat harus ridho 
dengan hukum tersebut. Syiah maupun Sunni harus Ridho, namun demikian 
masyarakat berhak mengontrol negara dan memberikan masukan terkait kebijakan 
agar tidak terjadi penyimpangan. Ijtihad dan proses belajar bergulir bagus 
terus menerus untuk mencari dalil  terkuat dan mencari kesimpulan hukum pada 
fakta terbaru. Untuk memahami fakta terbaru misalnya kloning dalam Islam, umat 
Islam pun harus tahu bioteknologi terkait kloning.
   
  Tentu saja agar hukum SI itu adil dan sesuai Al Quran dan Sunnah, maka 
pemimpin negara adalah orang yang adil dan dia mempunyai kapasitas pemimpin 
yang tidak diragukan lagi. Sandaran pemilihan pemimpin adalah ketakwaan dia 
pada Allah dan Rasul-Nya. Bukan harta, tahta dll.
   
  Dalam ISlam, semua disandarkan pada Al Quran dan sunnah, adapun jika ada 
perbedaan pemahaman atau tafsir..kita akan kembalikan bagaimana metode 
Rasulullah dan sahabat dalam aplikasi SI. Metode ini sangat baku yakni ijtihad 
dengan metode mereka. Bukan metode Hermeniutika ini tidak ada dalam Islam.
   
  Olehkarena itu diskusi diantara umat ISlam adalah yang harus dilakukan untuk 
mencari mana dalil atau hujjah atau kekuatan hukum yang terkuat yang dipakai 
diantara umat ISlam. Diskusi ini akan memacu kreatifitas dan memaksimalkan 
kinerja otak. Jadi... mana yang benar, sebarapa kuat dalil yang digunakan dan 
kita yakini.' Diskusi perlu digulirkan, namun khusus umat ISlam, yuk kita masuk 
zone milis khusus Islami saja. Biar enak ^_^
   
  Wajar masa dahulu, para cendekiawan dahulu pintar dan cerdas. Tentu saja... 
pemahamannya adalah orang itu memahami dalil dalam Al Quran Sunnah, dll. Jadi 
tidak ada cara yang terbaik seandainya ada orang non muslim ingin turut campur 
dalam diskusi diantara umat Islam dengan cara belajar ISlam terlebih dahulu..
   
   
  2. Saya membela yang benar, kita perlu tahu alasan apa Syiah melakukan 
pembunuhan pada Sunni atau sebaliknya? Semata-mata perbedaan pemahaman diantara 
mereka? saya belum tahu pasti..Kalau karena perbedaan pemahaman..pemahaman ini 
harus diluruskan dengan diskusi. Membunuh memang dosa besar, namun Islam 
memperbolehkan membunuh pada beberapa hal, yakni misalnya ada saudara kita yang 
dibunuh tanpa alasan maka hukumannya balik dibunuh. 
   
  Bila non muslim mau, ini berlaku pula, jika ada umat Islam membunuh non 
muslim tanpa alasan, maka dia boleh membunuh si muslim. Ini hanya bisa 
diterapkan bila SI sudah dilegalisasikan secara sempurna. Ada saksi atau bukti 
pembunuhannya juga bukan sekedar tuduhan. Jadi saya perlu tahu alasannya apa 
syiah membunuh sunni?
   
  3. Jawabannya Iya. Syiah juga Insya Allah menyakini kewajiban Kekhilafahan 
atau bahasa lain imamah, walau mugkin ada beberapa pemahaman yang berbeda. dan 
mbak satu hal adalah hal wajar bila setiap MUslim yang beriman berkeinginan 
untuk bersatu. Ini alamiah karena dorongan iman. Yah.. salah satu menghancurkan 
umat Islam dengan tidak memahami agamanya sendiri. Itu kekuatan terhebat. Maka 
umat Islam
   
  4. Sepahaman saya, tidak semua syiah menyimpang dari Islam. Kedua mengenai 
bila nanti syiah memimpin namun dengan tetap berpegang teguh dengan landasan Al 
Quran dan Sunah maka bisa jadi semua Ridho... Mbak bukanlah golongan atau 
harakah atau gerakan mana dia berasal namun bagaimana keimanan dan ketakwaaan 
dia menjunjung tinggi dan menerapkan syariat Islam seadil-adilnya yang layak 
memimpin. Ini adalah sisi fastabiqul khoirot atau berlomba-lomba dalam kebaikan 
umat ISlam. Jadi saudara-saudariku. yuk berfastabiqul khoirat... untuk 
meningkatkan keimanan dan ketakwaaan.
   
  wallahu'alambishawab Saudara-saudari yang muslim lain, CMMIW
   
  terimakasih
  salam,
  aris
   
  

 
    > mba Aris, saya punya pertanyaan yang dari kemarin2 gak ada yang bisa
jawab, mungkin mba aris bisa menjawab pertanyaan saya...
1. bagaimana dengan permusuhan n pertumpahan darah antara Syiah n sunni..?
kenapa SI gak bisa mempersatukan mereka? n memangnya kalo ada perbedaan, SI
yang bener yang dianut siapa?
  
2. n klo kaum Syiah buat nuklir n menguasai timur tengah kecuali Israel, n
membantai kaum sunni, mba belain yang mana?
3. apakah persatuan umat muslim didunia dan cita2nya membangun pemerintahan
spt kalifah2 islam jaman dulu, juga termasuk kaum syiah didalamnya..? kalo
gak berarti islam kebagi dua dunk..., nantinya perang2an sendiri...
4. abu bakar baasyir , HT, FPI setuju gak sama dominasi iran yang notabene
syiah berkuasa di timur tengah...?

btw klo soal devide et impera dimana barat mengadu domba orang islam..? gak
  
perlu di adu juga udah pada berantem sendiri..mba..., contohnya aja syiah n
sunni..udah berabad2...mba...
.


aris solikhah 
.com> To 
Sent by: [email protected] 
[EMAIL PROTECTED] cc 
ups.com 
Subject 
Re: [ppiindia] PECAH BELAH BANGSA 
06/19/2006 10:56 INDONESIA SEKARANG INI... 
AM 


Please respond to 
[EMAIL PROTECTED] 
ups.com 










Bismillah Ya Akhi perkenankan saya ikut urun rembug dengan segala
keterbatasan saya.

Sepahaman saya, bila kita kembali memahami Al Quran dengan apa-apa yang
telah dicontohkan Rasulullah dan diikuti para sahabat maka Insya Allah
kalaupun ada perbedaan dalam sisi pemahaman syariat maka itu Insya Allah
terkait teknis pelaksanaan syariat Islam, bukan penolakan masalah syariat
Islam sendiri. Karena penerapan syariat Islam adalah hal yang Ushul (tidak
ada perbedaan pendapat didalamnya). Dengan ukhuwah kita bisa mencari titik
temunya, Insya Allah.
Adapun dugaan syariat Islam memecah belah, kita kembali pada Al Quran dan
Hadis-hadis terkait persatuan..."berpegang teguhlah pada tali agama Allah
dan jangan bercerai berai" Tali agama Allah adalah Islam atau syariat Islam
itu sendiri.


Bukankah seluruh umat muslim berkewajiban menjaga persatuan negaranya?
negara yang didalamnya melaksanakan syariat Islam, kalau pun belum kita pun
tidak diperkenankan melepaskan diri atau bughat. Impian saya bahkan
menggabungkan seluruh umat Islam (bukan memecah belah) menjadi satu, dalam
artian membesarkan persatuan NKRI kita.

Ironisnya umat Islam sendiri merasakan kekhawatiran bila syariat ISlam
diterapkan akan memecah belah persatuan, benarkah? Mohon maaf, mungkin ada
beberapa pemahaman yang perlu diluruskan mengenai ini. Secara fakta dan
sejarah,
tidaklah demikian. Di Indonesia sendiri syariat Islam belum pernah
diterapkan jadi kesimpulan darimana sehingga orang mengatakan bahwa dengan
penerapan syariat Islam, Indonesia akan terpecah belah? Pertanyaan saya
adalah apakah karena ketidakpahaman mengenai kewajiban persatuan dan
penerapan syariat Islam? Atau ketakutan dengan tanpa dasar?

Tanpa menerapkan syariat Islam saat ini, telah terbukti bahwa
Timor-Timur lepas, RMS pernah melakukan upaya lepas diri, sudut lain Papua
dan Aceh yang perlu dikhawatirkan. Dan aksi separatisme lain. Jadi
bagaimana mungkin dengan penerapan syariat Islam kan pecah belah, mohon
jangan lupakan sejarah akhi?

Saya melihat pecah belah terjadi salah satu faktornya ada inversible hand
atau intervensi asing yang ingin membuat bangsa ini pecah. Bukankah divide
et empira merupakan salah satu cara efektif melanggenggkan suatu
penjajahan. Saudaraku waspadalah terhadap adu domba diantara kita sendiri,
sesama muslim mengenai hal ini. CMIIW wallahu'alambishawab

salam,
aris




Assalamu'alaykum,
Maksud saya, jika kita kembali kepada AlQuran, tentu kita akan mendahulukan
persatuan dan persaudaraan dalam Islam daripada mempertentangkan khilafiyah
yang ada di bawahnya. Jika umat bisa menyadari hal ini, tentu saja segala
bentuk perbedaan bisa dieliminir dan direkatkan kembali sesuai perintah
awalnya. Dalam hal perbedaan penafsiran dan seterusnya, itu adalah hal yang
biasa. Ini pendapat saya. Namun demikian saya tidak ingin meneruskan
pembahasan ini lebih jauh di milis ini.Wassalamu'alaykum.


----- Original Message -----
From: "Huttaqi"
To:

Sent: Monday, June 19, 2006 8:57 AM
Subject: Re: [ppiindia] PECAH BELAH BANGSA INDONESIA SEKARANG INI...


> mas...al Quran mutlak benar memang iya..
> tapi dalam tataran terjemah saja sudah ada perbedaan, bisa sampeyan lihat
> dibeberapa terjemah semisal dari tim depag, dari bachtiar surin, dari a
> hassan,dll.
> apalagi dalam tataran tafsir..tambah bejibun..
> apalagi dalam tataran takwil...mm...
>
> dan ketidak pahaman bahwa persepsi tentang al Quran itu bisa berbeda,
> ditambah dengan semangat untuk membela pendapatnya sendiri-sendiri itulah
> yang kemudian memperlebar masalahya...
>
> Adanya perbedaan adalah kewajaran..dan kita belum terbiasa menganggap
> perbedaan itu sebagai hal yang wajar...
>
> yang sudah biasa adalah anggapan bahwa perbedaan adalah sebuah
perselisihan
> dan sebuah pertentangan..malah kadang dianggap sebagai sebuah perlawanan
> atau pemberontakan terhadap pendapat yang sudah mapan :)
> ----- Original Message -----
> From: "Samsul Bachri"
> To:

> Sent: Saturday, June 17, 2006 8:15 AM
> Subject: Re: [ppiindia] PECAH BELAH BANGSA INDONESIA SEKARANG INI...
>
>
> > Bung Huttaqi, niscaya tak akan ada perpecahan jika semua orang islam
> > membaca
> > AlQuran sbagai acuan tertingginya. Bukankah sudah dikatakan bahwa
> > "...berpegang teguhlah kepada tali Allah dan jangan bercerai berai".
Itu
> > artinya jika orang Islam tahu skala prioritas, maka mereka akan
> > mendahulukan
> > AlQuran dibandingkan masalah khilafiyah lainnya. Itu prioritas saat
ini.
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: "Huttaqi"
> > To: ; ;
> > ; ;
> > ; ;
> > ;
;
> > ;
> > Sent: Friday, June 16, 2006 5:38 PM
> > Subject: [ppiindia] PECAH BELAH BANGSA INDONESIA SEKARANG INI...
> >
> >
> >> PECAH BELAH BANGSA INDONESIA SEKARANG INI...
> >>
> >> Saya masih inget ketika digulirkan isu di antara partai-partai politik
> > dinegara ini..
> >> Isu "Syariat islam harus ditegakkan kembali"
> >> dan rencananya akan direalisasikan untuk dimasukkan ke Undang-undang
> >> dasar
> > dengan tambahan kata-kata "Dengan menjalankan syariat Islam bagi
> > pemeluknya"..
> >>
> >> mm..mm..
> >> di Probolinggo saya bertanya,
> >> "Kalau memang syariat islam mau ditegakkan di Indonesia, trus nanti
mau
> > pakai syariat islam versi siapa?"
> >> he..he..he..
> >> apa mau pakai versi yang sholat shubuhnya pakai doa qunut? ataukah
yang
> > gak pakai qunut?
> >> mau pakai versi sholat tangan disamping atau mau pakai sholat tangan
> > sedekap ditengah?
> >> mau pakai versi berjenggot semua, atau yang gak berjenggot?
> >> mau pakai versi pakai jilbab kayak sekarang banyak di indonesia, atau
> > pakai jilbab versi wahabiyah yang seluruh tubuh ditutup?
> >> Mau pakai versi tarawih yang 11 rokaat atau 23 rokaat?
> >> mau pakai versi yang menjalankan ziarah kubur, tawasul ataukah pakai
yang
> > gak mau model begituan?
> >> Jangankan sepakat syariat islam yang mana yang mau dipakai, soal hari
> >> raya
> > Kamis apa Jumat aja pernah gak sepakat...he..he..
> >>
> >> Coba bayangkan, kalau seandainya itu benar2 diberlakukan, syariat
Islam
> > yang entah versi yang mana, apa gak pecah belah bangsa indonesia ini???
> >>
> >> saya yakin akan ada yang gak setuju dengan apa yang saya tulis dan
saya
> > yakin juga ada yang setuju dengan yang saya tulis dan saya yakin juga
akan
> > ada yang diluar antara setuju dan tidak setuju...
> >> dan itu menunjukkan begitu tidak sepakatnya kita akan hal ini..
> >>
> >> Abad ke enam hijriyah saja dari sisi akidah kita sudah mahfum ada 6
> >> akidah
> > besar yang berbeda dalam Islam.
> >> Ada Jabariyah, Qodariyah, Khowarij, Shiffatiyah, Mu'tazilah dan syiah.
> > dimana masing-masing itu masih pecah menjadi berpuluh-puluh faham dan
> > pendapat..Beratus-ratus paham dan pendapat..
> >>
> >> Isu ini tidak berhasil sampai pada sasaran...
> >> Maka digulirkanlah cara yang berikutnya...muncul JIL, dengan kebebasan
> > berpikirnya yang keblabasan...
> >> siapa di balik itu?
> >> umat kembali goncang...prokontra kembali turun ke jalan-jalan...
> >> masih belum puas...
> >> Isu daerah otonom yang pelaksanaannya adalah federasi dimunculkan dan
> > kemudian disepakati..
> >> jadilah Negara kesatuan yang semula bersatu kembali mengalami masa
dahulu
> > dimana muncul kerajaan-kerajaan kecil ditiap-tiap daerah...
> >> Ada kerajaan jawa timur, otonom..
> >> ada kerajaan DKI..otonom
> >> ada kerajaan jogjakarta otonom..
> >> masing-masing berlomba tuk mendapatkan dana dan upeti dari
rakyatnya...
> >>
> >> masih belum puas lagi...
> >> dimunculkan isu-isu perdaerah akan ketidak puasan warga asli dengan
> > pendatang, maka pecah belah terjadi. Perang saudara terjadi..di
> > sampit...di
> > Ambon mau dibuat seperti itu juga, tapi akhirnya lagi-lagi yang lebih
> > efektif adalah isu agama yang mudah untuk memecah belah bangsa...
> >>
> >> Waktu di ambon sempat warga disana bercerita,
> >> "dikita ada pelagadong, hal yang biasa satu keluarga ada yang kristen
ada
> > yang islam, kita rukun2 semua. Tapi kemaren begitu ada kerusuhan, kita
ya
> > pada ketakutan. saudara-saudara kita yang islam dan kristen pada
berbareng
> > mengungsi menyelamatkan dirinya"
> >>
> >> Perpecahan kembali digulirkan...
> >> Belum puas kalau Indonesia belum tercabik-cabik dan menjadi bagian
> > keping-keping kecil-kecil, dihembuskan lagi isu RUU APP...
> >> untuk menguatkan isu itu dibarengi dengan terbitnya majalah Playboy...
> >> Prokontra lagi lagi turun ke jalan..sebagian terjadi kontak fisik dan
> > chaos mungkin akan terus berlangsung..
> >> Cara demo dijalanan, perusakan yang tak pernah dikenal di agama
manapun
> > juga, yang tak pernah diajarkan diagama manapun juga sekali lagi
dianggap
> > jalan yang paling efektif.
> >> Jalan anarkis yang bersifat destruktif menjadi jalan yang paling
efektif
> > yang dipakai oleh tokoh-tokoh yang alim dan ulama..mmm..mmm
> >> Pro kontra masih berlanjut..perpecahan bangsa semakin tampak dan
semakin
> > menganga luka demi luka...
> >> Playboy tenggelam, dimunculkan lagi isu tabloid poligami...
> >>
> >> Dan ketahuilah wahai saudara sebangsa dan setanah air..
> >> perhatikanlah...dan amatilah...isu agama akan selalu menjadi alat
nomer
> > satu bagi pemecah belah bangsa kita...
> >> RELIGIUS POLITICA.....Pemanfaatan agama demi kepentingan politik akan
> > selalu menjadi isu sentral yang digulirkan oleh "mereka-mereka" yang
akan
> > diuntungkan dengan pecah belahnya bangsa kita....
> >>
> >> Sampai kapan kita akan tersadar dari pemecah belah bangsa ini ??
> >> Sudah terjadi Tsunami di Aceh..masih saja korupsi merajalela.....
> >> Sudah terjadi gempa di Jogjakarta..masih saja tak terpikir untuk
> > menyelesaikan masalah bangsa secara bersama...
> >> Setelah DAERAH ISTIMEWA ACEH....kemudian DAERAH ISTIMEWA
> > JOGJAKARTA...akankah engkau menunggu DAERAH ISTIMEWA IBUKOTA mendapat
> > peringatan dari sang MAHA ??
> >>
> >> Sungguh bebal kalau tidak segera bertaubat....
> >> Bersatulah..!!
> >> dan kembalilah mengingat kejayaan bangsa ini dimasa lalu...
> >> dengan satu kata saja..
> >> PERSATUAN..
> >> tak mengenal 250 macam perbedaan suku..
> >> tak mengenal 200 lebih macam bahasa di Indonesia
> >> tak mengenal bermacam-macam agama yang ada...
> >> Satu Nusa...
> >> Satu Bangsa..
> >> Satu Bahasa..
> >> Indonesia...
> >>
> >> renungan jumat
> >> dari rakyat yang sudah tak mampu lagi berteriak...
> >> tuk mengumandangkan kata
> >> "BERSATULAH...BERSATULAH..dan BERSATULAH...."
> >>
> >> Bangsa lain sedang menunggu...untuk bertepok tangan atas keping-keping
> > pecahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia..
> >>
> >> huttaqi menunduk prihatin..
> >> sangat prihatin...
> >> seandainya saja tangisanku mampu menggugah bangsa..
> >> seandainya saja cucuran darahku mampu tuh menyatukan bangsa dan...
> >> seandainya saja kematianku menjadi sarana tuk keutuhan negara..
> >> akan aku lakukan !!!
> >> 16 Juni 2006
> >>
> >> [Non-text portions of this message have been removed]
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >
***************************************************************************
> >> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia
> > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> >>
> >
***************************************************************************
> >>
__________________________________________________________________________
> >> Mohon Perhatian:
> >>
> >> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> >> otokritik)
> >> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> >> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> >> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> >> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> >> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >>
> >> Yahoo! Groups Links
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >
> >
> >
> >
> >
> >
***************************************************************************
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia
> > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> >
***************************************************************************
> >
__________________________________________________________________________
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
***************************************************************************
>
__________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links









The great job makes a great man
pustaka tani
nuraulia

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links










***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links










The great job makes a great man
  pustaka tani 
  nuraulia

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/U0DZdC/lOaOAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke