Siapa bilang di Indonesia memeluk erat kitab suci? Percaya takhayul terus, kitab suci dipeluk sih teruuuus....??? Mereka sudah termakan isme "untuk meninggalkan (agama/AlQur'an) dari segi kehidupan keseharian sosialnya. Agama hanya untuk kehidupan pribadi saja. Agama adalah momok. Lihat contoh di Barat: mereka berhasil karena meninggalkan agama." Padahal dengan meninggalkan agama, ambleslah sudah. Duniawi gak kekejar, akidah gak punya juga.
Islam di Indonesia (mungkin juga dinegara Islam lainnya) itu hanya ketat pada simbol-simbol. AlQur'an dipajang, tak pernah digali. Kalau ada kelahiran, pernikahan dan kematian baru dibaca. Sekedar dibaca dan dikumandangkan dengan indah. Nilai2 intinya masih belum membumi. Masih terprivatisasi. Banyak pejabat yang ngakunya Islam, tapi masih korupsi. Koruptor itu kan tidak akan pernah merasa puas dan kenyang. Selalu lapar dan haus. Sulit menjadi pejabat yang istiqamah, itu merupakan suatu tanda AlQur'an masih terprivatisasi. Umat Islam masih lebih mencintai dan silau akan keduniawian, takut hidup susah! AlQur'an dibaca untuk orang-orang susah/bermasalah aja supaya bisa bersabar mengarungi kesulitan hidup. Ulamanya (orang2 pinter dalam agama) juga masih senang mengurusi sesuatu hal yang gak prioritas, sehingga buang energi. Gak tau ini karena "invisible hand" atau enggak sehingga ulama disibuki dengan urusan ecek-ecek yang menghabiskan energi sehingga masalah yang lebih krusial terabaikan. Di Eropah tempat Mbah tinggal dapatkah mewakili seluruh eropah? Di Eropah tempat mbah tinggal bukankah itu sekuler yang berarti agama Kristen sudah gak ada urusannya sama negara? Apakah hukum2 yang berlaku di negara itu diambil dari dogma2 agama Katolik yang dari Bible? Menurut sejarah Eropah di abad kegelapan, mereka mencari bentuknya sendiri di luar ajaran dan dogma Kristen karena mereka muak dengan dogma Kristen saat itu. Ketika mereka berhasil dengan sekularisasi kini, apakah agama Kristen bisa mengklaim itu semua karena ketaatan mereka pada Bible? atau karena kitab suci mereka yang mensuply bentuk dan hukum negara? Kini, Gereja sudah punya otoritas sendiri dengan pundi-pundi pajaknya dan negara sudah punya otoritas sendiri pula. Padahal. katanya Holy Grail, bukan begitu maksud Sang Yesus...:-) Kalau memang gereja yang mbah kunjungi itu penuh, penuh dengan siapa? Penuh dengan orang pendatang atau penduduk pribuminya? Saya gak tau informasi terbaru. Informasi yang didapat di thn 1993 mengatakan telah terjadi penurunan jumlah orang beragama di Austria. Bisa di googling di wikipedia juga. Decline for decades...katanya terutama Katolik Roma... Mungkin saja kemuakan yang terjadi pada jaman kegelapan tsb tercermin pada kisah Davinci Code, dimana orang2 pintar sudah muak dengan kegiatan2 terselubung dari gereja vatikan? Anggap saja ini Lina Code. NAD? Terlalu banyak kepentingan disana. Dan saya juga tidak menilai sebagian besar umat Islam di NAD itu erat menjalankan perintah AlQur'an. Simbolnya saja: Serambi Mekah. Itulah Indonesiana, masih mementingkan simbol. wassalam, --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kapan sih umat Islam Indonesia meninggalkan Al Quran? Setahu saya > Islam di Indonesia ketat sekali, dan ini mencakup 99% umat Islam di > Indonesia. > > Eropa maju karena: kerja keras, taat hukum disiplin, pegang nalar. > Ini saya alami dari dekat lho, berdarsa warsa darsawarsa. Bukan > karena menjauhi agama. Agama jalan terus tu? mau lihat kemari? > Geraja dimana kami sekeluarga pergi selalu penuh. Disetiap gedung > pemerintah ada salib. Rumah sakit yang terkemuka , selain milik > negara, adalah RS Katholik. Apanya yang meninggalkan agama? > > Indonesia, dan HAMPIR SEMUA negara berumat Islam, amburadul, walau > memeluk erat erat Kitab Suci. Gimnana nih mbak? Apa iya jepang, > Korea, taiwan meninggalklan Tripitaka? Singapura meninggalkan > Konghgucu? nggak lahhh. maju ya maju aja... > > India? Yang memeluk Hinduisme erat erat kini mulai meloncat maju? > bagaimana dengan Negara Aceh Darussalam? > > Salam > > Danardono > > > > --- In [email protected], "Lina Dahlan" <linadahlan@> > wrote: > > > > Di Eropah, gereja bisa disalahkan > > Di Indonesia, Mesjid bisa disalahkan? > > Di Indonesia, Partai Politik Agama bisa disalahkan? > > Apa yang bisa disalahkan di Indonesia ini? > > > > Eropah maju karena meninggalkan gereja, agama Kristen > (meninggalkan > > Bible) > > Akankah Indonesia maju meninggalkan agama Islam (meninggalkan > > AlQur'an)? > > > > Samakah kedua kultur sosial antara Eropah dan Indonesia yang > > menyebabkan kejengkelan? Bisakah diambil generalisasi dari sosio > > kultur yang berbeda? Atau sadarkah kita bahwa kita memang sedang > di > > giring akan image bahwa agama itu racun negara? > > > > Kalau di Eropah, dengan segala sosial kultur mereka, telah memilih > > sekularisme, Di Indonesia, Ukhuwah Islamiyah ala cak Hut perlu > > dipraktekan...:-) > > > > wassalam, > > --- In [email protected], Nugroho Dewanto <ndewanto@> > > wrote: > > > > > > > > > > > > tepat sekali cak huttaqi, > > > > > > eropa pernah mengalami perang agama selama 30 tahun > > > yang sangat mengerikan. perang dari 1568-1598 itu terjadi > > > karena perbedaan tafsir agama antara penganut katolik > > > dan protestan dan menewaskan jutaan manusia. > > > > > > akibat perang agama itu, dan kejengkelan yang memuncak > > > pada gereja yang menindas ilmu pengetahuan, eropa > > > akhirnya memilih sekularisme --negara tak berdasar agama > > > atau netral agama. > > > > > > apakah indonesia mau mengulang sejarah kelam eropa? > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > At 08:57 AM 6/19/06 +0700, you wrote: > > > > > > >mas...al Quran mutlak benar memang iya.. > > > >tapi dalam tataran terjemah saja sudah ada perbedaan, bisa > > sampeyan lihat > > > >dibeberapa terjemah semisal dari tim depag, dari bachtiar > surin, > > dari a > > > >hassan,dll. > > > >apalagi dalam tataran tafsir..tambah bejibun.. > > > >apalagi dalam tataran takwil...mm... > > > > > > > >dan ketidak pahaman bahwa persepsi tentang al Quran itu bisa > > berbeda, > > > >ditambah dengan semangat untuk membela pendapatnya sendiri- > > sendiri itulah > > > >yang kemudian memperlebar masalahya... > > > > > > > >Adanya perbedaan adalah kewajaran..dan kita belum terbiasa > > menganggap > > > >perbedaan itu sebagai hal yang wajar... > > > > > > > >yang sudah biasa adalah anggapan bahwa perbedaan adalah sebuah > > perselisihan > > > >dan sebuah pertentangan..malah kadang dianggap sebagai sebuah > > perlawanan > > > >atau pemberontakan terhadap pendapat yang sudah mapan :) > > > > > > > >----- Original Message ----- > > > >From: "Samsul Bachri" <<mailto:samsul%40komi.co.id>samsul@> > > > >To: <<mailto:ppiindia% > 40yahoogroups.com>[email protected]> > > > >Sent: Saturday, June 17, 2006 8:15 AM > > > >Subject: Re: [ppiindia] PECAH BELAH BANGSA INDONESIA SEKARANG > > INI... > > > > > > > > > Bung Huttaqi, niscaya tak akan ada perpecahan jika semua > orang > > islam > > > > > membaca > > > > > AlQuran sbagai acuan tertingginya. Bukankah sudah dikatakan > > bahwa > > > > > "...berpegang teguhlah kepada tali Allah dan jangan bercerai > > berai". Itu > > > > > artinya jika orang Islam tahu skala prioritas, maka mereka > akan > > > > > mendahulukan > > > > > AlQuran dibandingkan masalah khilafiyah lainnya. Itu > prioritas > > saat ini. > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Something is new at Yahoo! Groups. Check out the enhanced email design. http://us.click.yahoo.com/R0DZdC/gOaOAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

