Mbak, kehidupan budaya Jawa yang dihayati adalah sangat luas. Bukan 
saja di kota Surakarta, namun sampai karesidenan  Madiun, ya bahkan 
Kadiri. Keutara, sampai ke Semarang. jadi tidak sekedar diwilayah 
keraton.

Ini ditambah dengan wilayah Daerah Istimewa Jogyakarta. Jadi sangat 
luas. Dari segi strata, kebudayaan Jawa terutama diemban oleh 
golongan menengah, jadi mencakup pegawai, guru, anggauta militer dan 
sipil dan pengusaha.

Keistimewaan budaya Jawa, adalah sendi kukuh ke Hindu Buddhaan, yang 
dihayati bersama semua agama baru, Islam maupun Kristen. Dengan 
demikian, walau orang Jawa menganut Islam ataupun Kristen, mereka 
tak memakai busana Islam atau yang lain. Mereka menikahkan anak 
dengan upacara dan tradisi Jawa yang sangat khas, dari ritual sampai 
busana mempelai.

Tentu saja, disetiap wilayah di Tanah Air, ada kelompok yang 
berupaya memfanatikkan kegamaan penduduk, namun ini hanya terbatas 
pada kelompok itu. Dalam pemilihan umum sejak kemerdekaan, partai 
agama hampir tak mendapatkan suara mutlak dikalangan penduduk Jawa.

Keagamaan yang ketat didapatkan diwilayah pantai, dimana sejak 
dahulu terjadi interaksi niaga dengan saudagar dari Hadramaut, 
terutama di Gresik.

Hampir semua pekerjaan tangan yang mereka buat, bermotifkan Hindu 
Buddha, dimulai dari kerajinan kulit (untuk wayang, tutup lampu, 
dsb), ukiran kayu, batik, keris, gamelan, dlsb.

Di 10 tahun terakhir, banyak sekali yang kembali menganut agama 
Buddha, dan merayakan upacara Waishak di candi Borobudur.

Dalam sendiri negara kita banyak tertanam unsur ini, terutama dalam 
istilah: Garuda, Negara, Pancasila, Perwira, Jaksa (dari Adhyaksa), 
Anumerta, sang Saka, Bhineka Tunggal Ika, Pertiwi, Pramuka, 
Mahaputra, Kartika Eka Paksi, Jalesveva Jayamahe, Tri Bharata, dan 
banyak yang lain.

Dalam mendidik generasi muda, mereka banyak memakai tauladan 
keksatriaan dalam Mahabharatta dan Ramayana, karena itu banyak nama 
nama diambilkan dari kisah agung ini.

Kesadaran budaya yang amat sangat kental ini, membuat mereka menjadi 
benteng terhadap pengaruh ataupun aliran agama yang baru, kalaupun 
mereka terima, namun tetap bernafaskan Jawa. Sebagian masyarakat 
jhawa, terutama menengah keatas, sangat mencurigai sosok semacam 
Ba'ashir ini, yang mewakili unsur dari luar.

Sebagai contoh budaya atau sastra Jawa, saya kutipkan tulisan 
seorang penulis, yang segenarsi dengan anda: Ki Jero Martani:

Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa
Rwaneka datu winuwus wara buda wiswa,
Bhineki rakwa ringapan kena parwa nosen,
Mangkan jinatwa, kalawan siwatatwa tunggal,
Bhineka tunggal ika, tan hana dharma mangrwa

Sumber-sumber ajaran agama konon berbeda-beda,
Tapi bicara mengenai Sang Kuasa, kapankah Dia dapat
dibagi-bagi. Karena baik ajaran siwa-maupun-buda
adalah tunggal Berbeda-beda tetapi tetap satu, Dharma
tak dapat dibagi-bagi. [Sutasoma]

---oOo---

Jaman dahulu, ratusan tahun yang lalu, perang besar
antara agama buda dan agama hindu (siwa) nyaris
terjadi. Hal itu dapat dicegah, karena ada dialog para
pemuka kedua agama. Dialog itu menghasilkan bhisama
atau fatwa yang mengikat kedua belah pihak. Bhisama
tersebut ternyata menjaga tanah Nusantara, selama
ratusan tahun kemudian. Tercantum dalam kitab Sutasoma
– Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa.

Era kemerdekaan, Bung Karno, Sang Proklamator,
menyatakan diri sebagai "penggali" bukan pencipta
Pancasila. Karena Pancasila sudah menjadi pedoman atau
falsafah hidup warga Nusantara, sejak ribuan tahun
yang silam. Bhineka Tunggal Ika, sudah menjadi bhisama
yang mengikat bagi kerajaan-kerajaan di Tanah
Nusantara, jauh sebelum Indonesia merdeka.
Konflik-konflik agama, bukannya baru terjadi sekarang
ini, melainkan telah pernah terjadi berkali-kali dalam
kurun waktu ratusan tahun. Bangsa kita telah memiliki
pengalaman dalam menyelesaikan konflik-konflik yang
terkait dengan persatuan dan kesatuan. Sangat
disayangkan, Sang Penjajah, telah mengobrak-abrik
kekayaan intelektual bangsa, untuk melanggengkan
kesempatannya menghisap kekayaan Nusantara dengan
semena-mena.

Renungkanlah, kenapa penjajahan terjadi selama
berabad-abad, apakah Nusantara terlalu lemah untuk
melawan itu ?

---oOo---
Kutukan – Sirna Hilang Kertaning Bumi

Orang tua-tua berkata, candrasengkala yang menandakan
jatuhnya majapahit bukanlah dibuat begitu saja. Itu
adalah kutukan - Sirna Hilang Kertaning Bumi –
hilang lenyap kesejahteraan bumi nusantara. Karena apa
? Karena raja baru, dengan gelar Panatagama, penata
atau pengatur agama, melupakan bhisama atau
fatwa - Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa.
Raja berkolaborasi dengan ulama-ulama besar, membangun
negara berlandaskan satu agama. Celakanya, kerajaan
diperluas sambil melakukan penyeragaman kepercayaan
yang baru itu.

------------

Salam

danardono



--- In [email protected], aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Mbah Dono,
>   Mungkin benar dilingkungan terbatas Istana Adiningkrat, 
bagaimana dengan masyarakat sekitar yang cakupannya agak lebih luas. 
Kehidupan istana seperti eksklusif mbah....Meski demikian aku suka 
batik-batiknya yang menawan. Unic dan anggun...^_^
>    
>   Mas Ari yang baik,
>   Bolehkah saya tahu informasi mengenai Pangeran Diponegoro ini? 
Saya tertarik. 
>    
>   Mas yang baik sepahaman saya bendera yang dibawa Hizbut Tahrir 
dan MMI juga hitam putih bertuliskan dua kalimat syahadat 
sesungguhnya adalah dua bendera negara Islam masa RAsulullah dan 
para khilafah, bendera hitam (Ar roya) dengan lafadz syahadat adalah 
bendera kenegaraan sedang bendera putih (Al Liwa) adalah bendera 
kemiliteran atau jihad.
>    
>    Sehingga umat muslim siapapun berhak membawanya. Mas bisa 
melihat di film Ar Risalah...atau buku-buku sejarah Islami lainnya. 
Masa lalu disebut panji-panji Islam, dalam peperangan bendera 
tersebut tak boleh jatuh ke tanah atau dijatuhkan musuh. Yang 
memegangnya biasanya panglimanya. Saya teringat jihadnya tiga 
sahabat dalam tulisan dibawah
>   http://www.elazhar.net/modules.php?
op=modload&name=News&file=article&sid=43&topic=2
>    mereka mati-matian mempertahankan bendera ISlam, ya bendera 
atau panji Rasulullah ialah Al liwa tersebut mas.
>    
>   Setahu saya MMI dan HTI tidak punya lambang...
>    
>   Mereka sering menggunakan kedua bendera tersebut untuk 
mensosialisasikan keberadaan panji Islam dan Rasulullah yang telah 
dilupakan. Sekiranya mas tidak percaya mohon cek saja pada kedua 
gerakan ISlam tersebut. CMIIW wallahu;alambishawab.
>    
>   salam,
>   aris
> Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   ngomong ngomong, pangeran diponegoro adalah penegak syariat 
islam (dia klaim
> dirinya sebgai imam mahdi), dia mendirikan tarekat sendiri, dan 
panji panji
> hitamnya persis seperti benderanya hizbut tahrir. :D
> 
> On 6/19/06, RM Danardono HADINOTO wrote:
> >
> > Khawatir? oh tidak samasekali. Karena saya yakin akan tebalnya
> > budaya Jawa dipusat wilayah Kejawaan ini. Jawa adalah wayang,
> > gamelan, sendratari, candi, bahasa kawi, dan semua adalah 
petilsan
> > Hindu Buddha.
> >
> > Bukan Jawa yang harus disesuaikan dengan ke Islaman, tetapi
> > sebaliknya, semua agama yang masuk kemari harus menyesuaikan diri
> > dengan kebudayaan Jawa. kebudayaan Jawa dengan jilbab dan baju 
koko?
> > ya bukan Jawa lagi!
> >
> > Kebudayaan Indonesia yang sudah tercemar budaya luar, baik Eropa
> > ataupun gurun pasir, sudah bukan budaya Indonesia lagi.
> >
> > Dikalangan dimana saya bergerak, budaya jawa Surakarta masih 
sangat
> > dipelihara. Kemenakan saya semua bisa nembang dan menari Jawa
> > klassik. jangan lupa pengaruh keraton Pakubuwono dan 
Mangkunegoro.
> > RTidak kecil mbak.
> >
> > Bahkan disini, di kedutaan besar Indonesia di Vienna, ada kursus
> > gamelan untuk para pencinta budaya Timur, semuanya orang kulit 
putih.
> >
> > Kami, kawula Surakarta hayuningrat, masih memuja wayang kulit 
yang
> > berkisahkan Mahabharatta dan Ramayana. Kami juga masih menyandang
> > nama Jawa, Dewanto, Priambodo, Kuncoroyakti, Suryodiningrat,
> > Djatikusumo, dan bukan nama nama dari negara seribu satu malam...
> >
> > Ba'ashir? Dia hanya sebutir pasir dalam samudra budaya Jawa, 
mbak.
> > Bukan penentu. Juga semua yang namanya mirip mirip dia..
> >
> > Saya sering pulang dan pemerhati budaya Surakarta Hayuningrat lho
> > mbak. I know what happen there.
> >
> > Salam
> >
> > danardono
> >
> > --- In [email protected] 
> , aris
> > solikhah 
> >
> > wrote:
> > >
> > > Mbah.. mungkin sesekali mbah bisa menjenguk kelahiran tercinta,
> > waktu lebaran saya main ke klewer berulangkali,.....Dan syariat
> > Islam tidak akan menghancurkan budaya yang sesuai syariat 
Islam....
> > terlebih hanya mengikat kuat terkhusus untuk umat ISlam. Kenapa 
mbah
> > harus khawatir?
> > >
> > > Tidak dengan syariat Islam pun, anak mudanya sudah meninggalkan
> > budaya jawanya...bukan hanya budaya jawa, budaya minang, semua
> > budaya tergilas budaya hedonis, hura-hura, liberalisme....., 
sopan
> > santun kehalusan solo mulai pudar....
> > >
> > > Segala sesuatu adalah mungkin tergantung sudut pandang persepsi
> > kita. ^_^ Waktu telah berubah..mbah, Ada Abu Bakar Ba;asyir atau
> > tidak sedikit demi sedikit hidup berputar...Hanya saja kita harus
> > memilih...
> > >
> > > salam,
> > > aris
> > >
> > > RM Danardono HADINOTO wrote:
> > > Saya kenal sekali kota kelahiran, Surakarta Adiningrat ini.
> > >
> > > Disinilah benteng budaya Jawa, yang justeru akan menghindarkan
> > > terjadinya syariatisasi masyarakat Jawa dan Surakarta.
> > >
> > > Dari generasi ke generasi budaya leluhur Jawa diwariskan. Juga
> > > generasi muda tanah Surakarta selalu mengenang kejayaan masa 
Hindu
> > > Buddha yang spiritually langgeng itu. Ini juga terbukti dari
> > tradisi
> > > baik Pakubuwanan dan Mangkunegaran, sejak masa kerajaan 
Mataram.
> > >
> > > Dan ini takkan diubah oleh satu atau seribu Ba'ashir, yang tak
> > > menjunjung budaya Jawa itu. Takkan mungkin diterima masyarakat.
> > >
> > > Syukurlah.
> > >
> > > salam
> > >
> > > danardono
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > --- In [email protected] 
> , aris
> > solikhah
> > > wrote:
> > > >
> > > > Mbah,
> > > > Ini mewakili anspirasi hati mbah ya. ^_^ Kota kelahiran mbah.
> > > Solo kini berbeda dengan masa mbah dulu. Saya optimis, suatu 
saat
> > > keputusan Wakil Walikota (baru wakil ya, belum walikotanya) ini
> > akan
> > > berubah. Poro pinisepuh sampun digantosaken tiyang anom (orang-
> > orang
> > > tua telah digantikan orang-orang muda)....., orang-orang muda 
yang
> > > Insya Allah berkeinginan tak jauh berbeda dengan impian saya. 
^_^
> > > Just matter of time...
> > > >
> > > > Sayang sekali wakil walikota ini perlu menafsirkan ulang 
Sila I
> > > pancasila... Ketuhanan Yang Maha Esa....Benarkah Syariat ISlam
> > > bertabrakan dengan sila I tersebut. Apalagi Abu Bakar 
mengatakan
> > > tidak akan memaksa pemeluk lain untuk melaksanakan syariat 
ISlam
> > > ^_^.
> > > >
> > > > NIlai Ketuhanan yang Maha Esa dimasukkan dalam sila pertama,
> > > spirit Ketuhanan adalah spirit of life semua manusia yang 
mewadahi
> > > kenyataan plural....nggih kan mbah. BUkan spirit of pluralism.
> > > >
> > > > salam,
> > > > aris
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > RM Danardono HADINOTO wrote:
> > > > Kota Solo Tak Tertarik Usulan Ba'asyir
> > > > Minggu, 18 Juni 2006 | 17:41 WIB
> > > >
> > > > TEMPO Interaktif, Solo:Pemerintah Kota Solo tidak tertarik
> > membahas
> > > > usulan pengasuh Pesantren Al Mukmin Ngruki Abu Bakar Ba'asyir
> > yang
> > > > menginginkan adanya peraturan daerah bernafaskan Islam di 
kota
> > itu.
> > > >
> > > > Menurut Wakil Wali Kota Solo, Hadi Rudyatmo, peraturan 
seperti
> > itu
> > > > akan bertabrakan dengan UUD 1945 yang secara tegas 
menyebutkan
> > > Negara
> > > > Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila. "Kemajukan
> > > > masyarakat Kota Solo harus juga menjadi pertimbangan. Jadi
> > rasanya
> > > > kami tidak akan membuat Perda Syariat Islam," kata Rudyatmo,
> > > Minggu
> > > > siang.
> > > >
> > > > Kalangan DPRD setempat juga sependapat dengan
> > > > Rudyatmo. Menurut Ketua Fraksi Persatuan Demokrat,
> > > > Supriyanto, Kota Solo tidak memerlukan adanya peraturan
> > > > yang mengatur agama tertentu. Menurut dia, masyarakat
> > > > Kota Solo sangat majemuk dan pluralis. Dia justru
> > > > khawatir bila ada peraturan yang mengatur agama tertentu
> > > > akan membuat persoalan bagi agama yang lain.
> > > > "Biarkan masyarakat yang majemuk ini tetap dalam
> > > > koridor agamanya masing-masing," kata dia.
> > > >
> > > > Ba'asyir yang baru saja bebas dari penjara mengajukan
> > > > usul agar Pemerintah Kota Solo membuat peraturan
> > > > daerah yang mengatur tentang keharusan melaksanakan
> > > > syariat Islam pagi para pemeluknya. Kepada sejumlah pejabat 
yang
> > > > mengunjunginya di Pondok Pesantren Al
> > > > Mukmin, Ngruki, Sabtu lalu, Ba'asyir
> > > > mengatakan hal itu.
> > > >
> > > > "Misalnya kewajiban menjalankan salat lima waktu, bila
> > > > ada umat Islam yang tidak mengerjakannya polisi harus
> > > > menindaknya. Perda juga harus memuat ketentuan lain
> > > > seperti kewajiban puasa di bulan Ramadan, kewajiban
> > > > haji bagi yang mampu, mengenakan jilbab bagi muslimah.
> > > > Juga dilarang menjalankan judi, minum keras dan
> > > > sebagainya,'' ujarnya.
> > > >
> > > > Amir Majelis Mujahidin Indonesia ini juga mengatakan
> > > > alasan usulannya lantaran umat Islam merupakan mayoritas 
penduduk
> > > > Indonesia. Adapun kewajiban bagi setiap mukmin adalah saling
> > > > mengingatkan dan saling menasehati. ''Saya
> > > > tidak mungkin mengusulkan ini di Amerika Serikat yang
> > > > warga muslimnya hanya sedikit. Perlu ditegaskan,
> > > > terhadap kaum non-muslim kita tidak boleh memaksa
> > > > mereka melakukan ajaran Islam,'' kata Ba'asyir.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > >
> > 
*********************************************************************
> > > ******
> > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. 
Menuju
> > > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> > > >
> > >
> > 
*********************************************************************
> > > ******
> > > >
> > >
> > __________________________________________________________
> > > _____
> > > > Mohon Perhatian:
> > > >
> > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali 
sbg
> > > otokritik)
> > > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
> > > dikomentari.
> > > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 
> > > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 
> > > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> > > >
> > > > Yahoo! Groups Links
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > The great job makes a great man
> > > > pustaka tani
> > > > nuraulia
> > > >
> > > >
> > > > ---------------------------------
> > > > Yahoo! Groups gets better. Check out the new email design. 
Plus
> > > there's much more to come.
> > > >
> > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > 
*********************************************************************
> > ******
> > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
> > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> > >
> > 
*********************************************************************
> > ******
> > >
> > __________________________________________________________
> > _____
> > > Mohon Perhatian:
> > >
> > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> > otokritik)
> > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
> > dikomentari.
> > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 
> > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 
> > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> > >
> > > Yahoo! Groups Links
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > The great job makes a great man
> > > pustaka tani
> > > nuraulia
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously
> > low rates.
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
> > 
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> The great job makes a great man
>   pustaka tani 
>   nuraulia
> 
>  __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/R0DZdC/gOaOAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke