PENJAHAT BERSENJATA ITU
( II )
(Bermetaforanya Para Penjahat Menjadi Tentara)
Tentunya prolog diatas hanya merupakan sedikit paparan realitas tentang
praksis suatu populasi penjahat yang terlembagakan secara cermat, legal, dan
berdiri diatas mayoritas masyarakat lainnya. Jika kita berbicara suatu
kebenaran obyektif tentang sesama manusia, tapi kebenaran yang diasumsikan itu
belumlah menggambarkan realita praksis dan eksesnya, maka kondisi sesama
manusia tersebut telah digadaikan kepada satu pembenaran yang tidaklah mutlak
bersentuhan tentang esensi dari manusia itu sendiri. Karena manusia dan
seperangkat rasio dan logikanya telah mengalami rekonstruksi dasar, yang
dilembagakan dalam satu kesepakatan ide yang memisahkan manusia dari esensinya,
kepada bentuk yang mengagungkan fasisme absolut.
Suatu bentuk kejahatan kemanusiaan, opresifitas, dan praksis despotik dengan
melandaskan ide kekuasaan dan kebijakan institusional; tentunya bukan hanya
suatu pembenaran bagi realita kejahatan yang dipaksakan oleh legalitas,
tetapi juga subyek yang terlibat didalamnya untuk merekondisi suatu praksis
kejahatan tersebut menjadi riil dalam relasi antar manusia. Bentuk kejahatan
telah diamini oleh tiap subyek yang berpraksis mendekonstruksi nilai-nilai
kemanusiaan melalui hak dan senjata yang dikuasainya.
Atau ada sebagian lain yang berpikir lebih ambigu daripada yang telah
diperkirakan, bahwa penjahat itu mempraksiskan suatu kejahatan individual dan
merupakan praksis pribadinya, bukan kelembagaannya. Jadi, jika kita kembali
kepada realita kejahatan kronis kemanusiaan yang dipraksiskan secara frontal
kepada masyarakat sipil oleh kaum bersenjata, apakah itu dapat dikatakan
sebagai kejahatan individual? Karena hal itu dilakukan secara massif dan
tersistemik, lalu segala bentuk pembenaran dari praksis yang dilegalkan itu
juga dilakukan secara terorganisir dan brutal; apakah TNI tetap bersikukuh
dibalik segala tembok jargoniknya: Pancasila, NKRI, komunisme, teroris,
pembangunan, pertahanan, dan keamanan?
Peristiwa kemanusiaan tahun 1965 tidak hanya menjelaskan suatu kebenaran dari
karakter dasar manusia sebagai binatang sosial dan berakal, dan terlalu naif
jika tidak diperbandingkan dari sisi kehakikatan manusia, karena peristiwa itu
dan peristiwa kemanusiaan lainnya di Indonesia memang ada dan nyata. Seorang
Indonesianis asal Eropa, pernah menyebutkan secara sinis kepada saya tentang
realitas TNI sebagai kelompok bajingan resmi dan bersenjata. Apakah ini
dikategorikan sebagai suatu penghinaan sah kepada institusi militer di
Indonesia? Secara konyol dapat dikatakan ya, tetapi ini merupakan basis
kebenaran rasionalitasataupun sebagai salah satugugatan kemanusiaan kepada
eksistensi militer dan organisasi sipil hasil bangunannya kepada masyarakat
tak berdaya. Mereka secara vulgar telah melakukan suatu kebrutalan
institusional kepada masyarakat, dengan melebur ide fasisme fundamental dengan
radikalisme-kanan.
Mereka tidak hanya mengalami suatu phobia terhadap komunisme ataupun
seperangkat organnya, tetapi ada hal yang terlalu ironik dari pemahaman mereka
terhadap hal tersebut, atau mungkin suatu kebodohan yang telah lama mengakar,
yaitu: ketidaktahuan mereka atau suatu ketidakmengertian terhadap apa yang
telah dihujat oleh mereka. Tragisnya, praksis tersebut hanya untuk mengusung
kekuasaan riil yang selama ini sangat menguntungkan nasib mereka diatas
penderitaan mayoritas masyarakatnya. Hal itu telah memperoleh realita
kebenarannya dari legalisasi kaum elit sipil sempalan di struktur majelis dan
dewan. Walaupun pada akhirnya, kebenaran itu semakin munafik di tengah
liberalisme dan globalisasi. Tentunya hal itu tidak layak dijadikan suatu
pelajaran esensial dalam relasi masyarakat-negara yang semakin kompleks, tetapi
merupakan suatu perbandingan dalam relasi antar kelas masyarakat. Karena
sejarah kejahatan tersebut belumlah menemukan kebenaran esensinya (bukan
absolut)
dalam ruang absurditas saat ini, yang selalu dikubur bersamaan dengan
kepentingan TNI dan kaum reaksioner sipil lainnya. (bersambung)
Juni 2006, Leonowens SP
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates
starting at 1¢/min.
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Next-gen email? Have it all with the all-new Yahoo! Mail Beta.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/B6DZeC/bOaOAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/