Mas Dewanto, memang menarik, memperhatikan, bagaimana manusia yang belum hidup dalam negara yang ber Syariat sangat meng gebu gebu memperjuangkannya. Meng gebu gebu mau menghancurkan tatanan negara yang ada, yang mereka nikmati (dapat hidup, study, mencari makan, membesarkan anak anak) bersama warga yang beragama lain.
Anehnya, mereka ini belum pernah merasakan, bagaimana hidup di negara Syariat itu. Mbak Aris sering menyebut nama Allah seolah Dia akan memberkati bila Syariat diterapkan. Padahal, banyak manusia Muslim dan Non Muslim, yang juga menyembah Allah yang sama, yang yakin, Allah akan melindungi mereka dari bahaya pen syariatan Nusantara. Semua berdoa, yang satu agar terjadi X, yang lain agar tak terjadi X.Manusia memang condong untuk berfikir, bahwa Allah akan mendamprat mereka yang tak disukai atau menghalangi keinginan, dan meng elu elukan, memenuhi doa dan keinginan sendiri. Teman saya sekantor, putera Palestina warga Austria, yang menangani Desk Timur Tengah, seringkali bertugas dinas ke wilayah itu, dan menceritakan pada kami. Dia bahagia sekali, sebagai Muslim yang hidup di negara sekular dan membiarkan dia hidup damai berserta keluarganya (dan ekonomis kecukupan, tak khawatir d kejar kejar pejabat agama yang main pecut). Teman saya yang lain, orang Minahasa, pernah semasa muda menjadi officer disebuah kapal cargo, yang secara routine berlabuh di Timur Tengah. Suatu ketika, dimasa puasa, dia sedang minum disebuah restaurant, lihat datangnya polisi syariat yang mencambuk semua yang ada direstaurant itu. Jadi, rupanya, kalau sudah diterapkan, semua kena cambuk. Ini yang aneh, padahal, katanya hanya bagi umat Islam. Dia juga bercerita, bagaimana awak kapal rendahan, menciumi tangan kuli kuli Arab yang naik kekapal untuk menggotong barang. Dia hanya geleng geleng kepala. Kasihan bangasku ini.. Semoga dambaan mas Dewanto, dan kami semua, hidup dinegara demokratis Pancasila selalu dirahmatiNya, dan negara ini dilindungiNya dari ancaman menjadi negara agama atau khalifah. Insya Allah. Sebab pertumpahan darah akan tak terhindari, seperti di Somalia, Sudan, dll. Salam danardono --- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > >Tunduhan Anda sangat menusuk, mengenai para fanatikus agama yang > >mengundang ke sini. Adakah secuil rasa sayang mas Dede pada sesama muslim > >dengan melakukan tuduhan seperti tersebut? > ============= > > saya sebenarnya sayang kok sama anda. > > saya coba tunjukkan ada jurang di depan anda. tapi kalau > anda masih nekat mau nyemplung juga, ya itu pilihan > anda sendiri. > > tapi kalau mau nyemplung ke jurang tak perlu ajak-ajak dan > susahkan orang lain. pergi saja ke somalia sekarang > dan rasakan hidup dengan syariat islam disana. > > saya sih senang hidup dengan pancasila dan bhinneka > tunggal ika di indonesia. > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> See what's inside the new Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

