Mawar Merah Café Bandar:
       
   
  SUNGAI SEINE DAN KISAH-KISAH LAINNYA
   
   
  5
   
  KETIKA KATA "PENGECUT" DIUCAPKAN OLEH SEORANG PERDANA MENTERI
   
   
  Adalah suatu kebiasaan di Perancis bahwa debat di l'Assemblée Nationale 
[Parlemen] disiar langsung melalui terusan-terusan tivi sehingga seluruh rakyat 
negeri ini bisa mengikuti apa yang terjadi. Apakah benar permasalah rakyat 
diperbincangkan di dalam Parlemen yang anggota-anggota mereka pilih saban lima 
tahun sekali.  Bagaimana sikap para anggota Parlemen dan isi perdebatan akan 
mempengaruhi langsung hasil pemilu berikutnya.  Karena itu penyiaran langsung  
siaran langsung debat parlemen ini sangat penting. Seluruh warganegara melalui 
siaran ini bisa mengamati ulah dan sikap para anggota Parlemen dari Partai 
politik mana saja. 
   
  Untuk mengenal bagaimana cara kerja Parlemen dalam rangka pendidikan civic 
atau kewarganegaraan, bagi murid-murid Sekolah Dasar pernah diorganisasi acara 
khusus. Anak-anak dalam acara ini bertindak sebagai anggota Parlemen dan 
kegiatan pada waktu itu dipimpin langsung oleh Ketua Parlemen Laurent Fabius,   
yang juga mantan Perdana Menteri termuda dalam sejarah Perancis. Pada 10 Juni 
2006 lalu kegiatan begini kembali diselenggarakan di bawah pimpinan Ketua 
Parlemen sekarang, Jean-Louis Debré.  Ini hanyalah salah satu cara Perancis 
untuk menanam dan menumbuhkan kesadaran berwarganegara pada generasi penerus 
sejak mereka sebagai murid-murid Sekolah Dasar yang di sini disebut 'l'Ecole 
primaire".
   
  Melihat keadaan begini, sering terlintas di benakku, tidakkah demokrasi dan 
demokratisasi negeri  erat hubungannya dengan kesadaran berwarganegara? 
Tidakkah kesadaran civic ini akan mengakar jika dimulai dari entitas terkecil 
masyarakat, bernama keluarga, dan dilakukan sejak kanak? Kubayangkan, jika hal 
begini terjadi di negeri kita atau negeri mana pun, apakah militerisme dan 
otoritarianisme sanggup menghadapi perlawanan suatu generasi sadar akan 
bagaimana berwarganegara? Aku pun membayangkan dengan adanya warganegara tipe 
begini, bayonet akan lunglai dan tentara berfungsi sebagaimana mestinya fungsi 
mereka. 
   
  Tanggal 20 Juni 2006 lalu, sidang dan debat Parlemen pun disiarkan langsung 
oleh tivi. Pada sidang ini François Holland, sekretaris pertama alias orang 
pertama Partai Sosialis [PS], salah satu calon presiden Perancis dalam pemilu 
langsung presiden 2007.  PS adalah salah satu partai terbesar di Perancis dan 
tidak bisa diabaikan.
   
  Di sidang dan debat Parlemen ini, François Holland mengajukan pertanuyaan 
kepada Perdana Menteri Dominique de Villepin yang seorang esais sastra dan 
budayawan: 
   
  "Pada saat Negara Perancis hanya memiliki 15% dari seluruh kapital perusahaan 
EADS, sementara  Tuan Presiden serta Tuan Perdana Menteri  apakah tidak  
mempunyai peran dalam penunjukkan Tuan Forgeard, sebagai wakil presiden  
perusahaan EADS yang mendapatkan kepercayaan dari  tuan-tuan? Jika benar 
demikian, maka hal begini membuktikan adanya suatu tindakan tidak 
bertanggungjawab secara keseluruhan karena seorang presiden perusahaan bisa 
bertindak semaunya tanpa memperhitungkan kepentingan Negara". [Harian La Croix 
, Paris,  22 Juni 2006].
   
  Pertanyaan François Holland ini dijawab oleh  PM Dominique de Villepin 
sebagai berikut:
   
  "Tuan Hollland, adalah suatu keniscayaan dalam demokrasi bahwa kita tidak 
boleh berkata seenak diri  [kata-kata ini mendapat reaksi gemuruh dari deretan 
bangku anggota Parlemen Partai Sosialis]. Pada tahun 2000, Anda bersama Lionel 
Jospin [mantan Perdana Menteri dari Partai Sosialis -- JJK]   juga pernah 
merumuskan suatu pakta kebersahaman, dan hal demikian tentu saja menjadi 
tanggungjawab kalian.  Sedangkan kami meletakkan kembali segala sesuatu pada 
tempatnya. Pada tempatnya sekarang bahwa kita tidak mencampuradukkan antara 
wortel dan kul bunga sebagai suatu tuntutan kebenaran dan tagihan pengelolaan 
yang baik. Karena itu Tuan Holland , saya mengutuk , sikap gampang-gampangan, 
bahkan kepada Tuan dengan menatap wajah Tuan  saya katakan, akan adanya sikap 
pengecut dari sikap Tuan [mendengar ucapan Perdana Menteri ini maka seluruh 
anggota Parlemen dari Partai Sosialis serentak bangkit berdiri melakukan 
protes] . Sikap Tuan mencerminkan suatu sikap pengecut , saya ulangi,
 sebagai suatu sikap pengecut [lâchette]. [Mendengar kata-kata ini maka seluruh 
anggota Parlemen dari Partai Sosialis berseru : 'Turun [demission]! Keluar! 
[Sortez!]. [Lihat:La Croix, Paris, 22 Juni 2006,  Harian 20 Minutes, Paris, 21 
Juni 2005, Harian Metro,22 Juni 2006  dan koran-koran nasional Perancis lainnya 
pada tanggal-tanggal ini] . 
   
  Kata-kata PM Villepin ini oleh Partai Sosialis dipandang sebagai serangan 
terhadap pribadi. Serangan pribadi dalam dunia politik Perancis termasuk suatu 
pantangan keras dan memalukan. Perbedaan dipandang biasa, tapi kalau serangan 
terhadap pribadi dianggap sudah hina. Karena itu ketika Villepin dipandang 
menyerang pribadi  Holland, maka orang-orang dari Partainya sendiri yaitu UMP 
minta ia turun dari jabatan PM.  Pernyataan Villepin yang mengatakan François 
Holland sebagai "pengecut" dianggap umum sebagai "serangan pribadi". Sikap yang 
 dianggap tak layak dan hina.
   
  Menjawab serangan pribadi ini jurubicara F. Holland, Jean-Marc Ayrault  dari 
PS di Parlemen dalam menjawab Villepin  mengatakan:
   
  "Dalam masalah ini di Parlemen tak ada  masalah berani atau pengecut. Masalah 
inti adalah bagaimana kita bertanggung jawab pada para pemilih kita" [Harian La 
Croix,  Paris, 22 Juni 2006].
   
  Pendapat Ayrault ini mendapat dukungan dari anggota-anggota Parlemen dari 
Partai UMP sendiri , partai berkuasa sekarang dan Partai dari PM sendiri 
sehingga tidak sedikit mereka menuntut Villepin mengundurkan diri sebagai PM. 
Hanya saja Presiden Jacques  Chirac masih  memberikan kesempatan pada Villepin 
dalam menghadapi pertarungan intern UMP sendiri, kongkretnya dengan Nickholas 
Sarkozy, orang kedua kabinet sekarang dan Ketua UMP.
   
  Setelah digugat baik oleh anggota-anggota Parlemen dari PS dan disokong oleh 
anggota-anggota Parlemen bahkan dari anggota-anggota Parlemen UMP, Partai PM 
sendiri maka PM Villepin minta maaf kepada François Holland dan menyatakan 
menarik kata-katanya yang dipandang telah menyerang pribadi. Suatu sikap 
berbudaya dan berani dari seorang politisi.  Bisakah sikap begini disebut 
sebagai sikap politisi berbudaya dan demokratis? Sesuai dengan aturan main 
demokrasi?! 
   
  Adakah keberanian para politisi Indonesia berbuat seperti yang dilakukan 
Villepin dan menteri-menteri yang sukarela mundur apabila mereka diprotes dan 
merasa salah serta tidak bisa menunaikan tanggujawab?! Barangkali Indonesia dan 
pemegang kekuasaan politiknya adalah suatu kekualian dilihat dari segi apa pun. 
   
  Tentu saja persoalan intern dan Parlemen serta politik Perancis yang timbul 
dari pernyataan PM Villepin tidak terlalu menarik perhatianku sekali pun bisa 
dijadikan acuan.  Tapi dengan mengangkat masalah ini, aku ingin mengatakan 
sesuatu hal lain. Dan hal lain ini  adalah masalah kebudayaan, khususnya 
linguistik, sastra dan seni.
   
   
  Paris, Juni 2006.
    ----------------------
  JJ. Kusni 
   
  [Bersambung....]




                
---------------------------------
 Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke