Nah, kalau demikian, tak ada halangan bagi umat Islam untuk juga 
berdiri dimuka dalam perkembangan masyarakat, IPTEK dan moral. Ikut 
berkompetisi mewujudkan bangsa bangsa tertata makmur. bangsa bangsa 
Buddha, Konghucu, Kristiani sudah ada didepan. Ayo mbak, dikejar..

Jadikan bangsa ini semaju Singapura, Taiwan, Korea. India sudah 
meloncat maju. Kan tatanan dan tuntunan sudah diberikan? tinggal 
mewujudkan kan? Bangsa lain yang konon khabarnya tidak mendapat 
tuntunan rapi dari agama mereka, mampu menata rapi tu?


Salam

danardono

PS: mana export hasil pertanian di LN? DI Austria semua keluaran HK, 
Thailand, Philippina? ayo jago pertanian, bangkitlah!




--- In [email protected], aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Akal adalah anugrah dari Allah sebagai sarana manusia untuk 
beriman dan bertaat pada-NYa, untuk menjangkau Wahyu.  Lihatlah 
bedanya kita manusia dengan hewan yang tidak berakal. Tidak ada 
hewan yang beragama. 
>    
>   Akal memiliki keterbatasan terutama dalam hal mengindera hakikat 
dzat Tuhannya. Seperti apa rupa Tuhannya. Bila dia bisa mengindera 
bagaimana bentuk dan zat Tuhannya, saya yakin yang dia indera adalah 
makhluk,  bukan Tuhan yang layak disembah. 
>    
>    
>   Hukum alam dan sunatullah, Pencipta harus lebih tinggi dan hebat 
dari hasil ciptaannya.  Lalu kenapa kita menentang dan menolak 
aturan dari Penciptanya manusia? Merasa lebih hebat? 
>    
>   Banyak kelemahan manusia, dia juga punya keterbatasan kekuatan 
fisik, tidak bisa menolak bencana yang datang, dan kematiannya 
sendiri.
>    
>   Seperti manusia yang menciptakan komputer, dia pasti lebih 
pintar daripada komputer. dan manusia juga -sebagai pencipta 
komputer- yang membuat aturan opresional agar komputer berjalan 
bagus. Manusia jugalah yang bisa memperbaiki komputer. Karena dia 
penciptanya. Sehingga kalau manusia hidup dengan aturan yang ia buat 
dari murni hasil pemikiran akal dia, maka dia hanya mengira-ngira 
kebaikan yang akan diperoleh. 
>    
>   Perkiraan ini dipengaruhi, kepentingan, hawa nafsu, kebutuhan 
hidup, pemahaman dia, pengetahuan, persepsi dia terhadap sesuatu dan 
lingkungan hidup dia tinggal. Bisa jadi satu orang dengan orang lain 
akan berbeda hasilnya. 
>    
>    
>   Maka wajar dong , Allah pencipta manusia membuat aturan agar 
hidup manusia bahagia dunia akhirat.  Karena keterbatasan akal 
pulalah kadang manusia juga tidak memahami seluruh kemanfaatkan 
syariat Islam seluruhnya, sebelum diterapkan.
>    
>    Sepahaman saya, ISlam sendiri telah menggariskan suatu metode 
bagaimana supaya seorang manusia bisa menemukan jalan kebenaran. 
Yakni proses berpikir secara mendalam, memahami apa dibalik seluruh 
ciptaan TUhan........dan satu lagi, tidak sombong untuk menerima 
kebenaran. wallahu'alam bishawab
>    
>    
>   
> 
> Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   iman dan ilmu,
> wahyu dan akal.
> 
> menurut aris, itu tidak berjalan seiring, namun wahyu harus di 
atas akal.
> meski yg dinamakan "wahyu" sudah berubah, menjadi hasil olah pikir 
manusia
> dogmatis.
> 
> 
> On 6/22/06, Nugroho Dewanto wrote:
> >
> >
> > At 01:36 AM 6/22/06 -0700, you wrote:
> >
> > >Begitu pula saya, saya menyayangi Anda ilalillah, karna akidah 
Islam.
> > >Karna Anda saudara saya semuslim, semua yang saya tulis 
dimilis, untuk
> > itu
> > >tanda sayang saya semuanya Insya Allah. Kritik, saran, nasehat-
menasehati
> >
> > >adalah tanda cinta atau sayang sejati. Atau tanda benci sejati, 
tapi saya
> >
> > >memilih pilihan pertama.
> > >
> > >Saya berharap, suatu saat mas Dede berubah menerima syariat 
Islam dan tak
> >
> > >menolaknya lagi. Semoga Allah menyayangi Antum dan memberikan 
jalan
> > >kebaikan yang diridhoi Allah. Amin
> > >salam,
> > >aris
> > ============
> >
> > saya menyayangi semua mahluk ciptaan Tuhan tak peduli
> > apa agamanya, warna kulitnya atau kebangsaannya.
> >
> > tapi sampai kapanpun saya tak akan menerima syariat
> > islam yang dibuat manusia di abad ke-7 diterapkan di abad
> > ke-21 ini.
> >
> > di abad ke-7 belum ada lampu lalu lintas --hasil akal budi
> > manusia-- untuk mengatur ketertiban di jalan raya. kalau anda
> > konsisten dengan syariat dari abad ke-7 mestinya anda
> > tak perlu patuhi lampu lalu lintas. terabas saja karena itu
> > cuma buatan manusia, bukan ciptaan Tuhan.
> >
> > seperti argumen anda menolak demokrasi yang mengatur
> > ketertiban sosial dan politik manusia, karena itu cuma buatan
> > manusia, bukan ciptaan Tuhan.
> >
> > semoga anda mau gunakan akal karunia tertinggi Tuhan yang
> > membedakan manusia dengan mahluk lainnya itu.
> >
> > 
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> The great job makes a great man
>   pustaka tani 
>   nuraulia
> 
>               
> ---------------------------------
> Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously 
low rates.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke