pengen tahu, ada gak sich militer indonesia yg ANTI AMERIKA?
hehehe...
memangnya kapal2 fregat dan destroyer indonesia beli dari 
mana?
senapan dan panser adopsi dari mana?
helikopter beli darimana?
sudah jelas SBY ini punya bintang di bahu nya....

justru kalau freedom institute dan JIL tidak ada, si fundies2 itu 
bisa bikin repot NKRI...kalo NKRI repot, maka AS juga ikutan 
repot karena udah kebanyakan bisnisnya disini...





--- In [email protected], Satrio Arismunandar 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kok nyindir-nyindir sih?
> Kenapa nggak terang-terangan nyebut Freedom Institute
> dan JIL?
> 
> Lalu, soal penguasa, maksudnya SBY 'kan, yang bilang
> kira-kira begini (dimuat di the International Herald
> Tribune): "I love America as my second country?"
> 
> 
> 
> --- irwank <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Quote:
> > "..
> >   Kelompok-kelompok ini mengecam syariat Islam akan
> > membawa penderitaan bagi
> > rakyat. Namun, mendukung habis-habisan kebijakan
> > negara kapitalis dan
> > liberal seperti AS, meskipun itu membuat penderitaan
> > yang mendalam bagi
> > rakyat. Di Indonesia, kelompok liberal secara
> > demonstratif membuat iklan
> > mahal di sebuah koran nasional, satu halaman penuh,
> > yang mendukung kebijakan
> > negara menaikkan harga BBM. Mereka tidak punya
> > nurani lagi. Padahal, semua
> > tahu, kenaikan BBM telah menyengsarakan masyarakat.
> > .."
> > 
> > Contohnya LSM komprador apa ya? :-P
> > Btw, kalau penguasa tertinggi negara sudah cinta
> > kepada suatu negara,
> > apa bisa tegas terhadap negara tersebut..
> > Kata orang, cinta memang segalanya.. bahkan membuat
> > orang 'buta'..
> > cinta membuat orang menerima 'pujaan'-nya tanpa
> > syarat..
> > dengan sepenuh hati.. dengan segala kesalahannya..
> > romantis kali..
> > 
> > CMIIW..
> > 
> > Wassalam,
> > 
> > Irwan.K
> > 
> > On 6/27/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]>
> > wrote:
> > >
> > >
> >
> 
http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=253585&kat_id=
16
> > >
> > > LSM Komprador dan Propaganda Anti -Islam
> > >
> > > Oleh :
> > >
> > >
> > >   Farid Wadjdi
> > > Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS)
> > Jakarta
> > >   Kaum Muslim di dunia saat ini sedang menghadapi
> > upaya propaganda dan
> > > penyesatan terhadap agama mereka atas nama perang
> > melawan terorisme. Kaum
> > > Muslim yang ingin mengganti sistem kapitalisme
> > yang korup dan pemerintahan
> > > diktator di dunia Islam dicap fundamentalis,
> > ekstremis, bahkan teroris.
> > >   Bush dan Blair serta pendukung setianya secara
> > terus-menerus melakukan
> > > propaganda melawan Islam untuk membenarkan upaya
> > mereka melestarikan
> > > penjajahan dan campur tangan jahat mereka di Dunia
> > Islam. Tidak berhenti
> > > sampai di sana. Upaya memberikan citra negatif
> > terhadap syariat Islam dan
> > > khilafah secara sistematis dilakukan oleh
> > negara-negara kapitalis penjajah
> > > dan para pendukungnya. Bahkan upaya ini menjadi
> > rekomendasi utama dalam
> > > berbagai laporan lembaga-lembaga pemikir
> > (think-tank) mereka.
> > >   Rekomendasi
> > > Ariel Cohen, dalam rekomendasi yang diterbitkan
> > The Heritage Foundation
> > > menulis: AS harus menyediakan dukungan pada media
> > lokal untuk membeberkan
> > > contoh-contoh negatif dari aplikasi syariah,
> > seperti potong tangan untuk
> > > kejahatan ringan atau kepemilikan alkohol di
> > Chechnya, keadaan Afghanistan
> > > di bawah Taliban atau Saudi Arabia, dan tempat
> > lainnya. Perlu juga diekspose
> > > perang sipil yang dituduhkan kepada gerakan Islam
> > di Aljazair. (Hizb
> > > ut-Tahrir: An Emerging Threat to US Interests in
> > Central Asia).
> > >   Hal senada direkomendasikan Cheryl Benard.
> > Menurutnya, ada beberapa ide
> > > yang harus terus-menerus diangkat untuk
> > menjelekkan citra Islam: perihal
> > > demokrasi dan HAM, poligami, sanksi kriminal,
> > keadilan Islam, isu minoritas,
> > > pakaian wanita, dan kebolehan suami untuk memukul
> > istri. (Civil Democratic
> > > Islam, Partners, Resources, and Strategies, The
> > Rand Corporation, halaman
> > > 1-24).
> > >   Negara-negara kapitalis ini rela menghabiskan
> > dana puluhan juta dolar AS
> > > untuk melakukan propaganda negatif. (Lihat: David
> > E Kaplan, ''Hearts, Minds,
> > > and Dollars'', www.usnews.com, 25/4/2005). Untuk
> > melakukan propaganda
> > > sistematis ini negara-negara kapitalis kemudian
> > memanfaatkan
> > > kelompok-kelompok yang menjadi komprador (kaki
> > tangan) negara penjajah ini.
> > > Para komprador ini kemudian membuat LSM-LSM yang
> > secara sistematis dan
> > > terus-menerus menentang penegakkan syariat Islam
> > dan memberikan citra
> > > negatif terhadap syariat Islam di negeri-negeri
> > Islam.
> > >   Ironisnya, di sisi lain, LSM-LSM ini diam
> > terhadap perlakukan kejam
> > > negara-negara penjajah kapitalis Barat, padahal
> > mereka mengklaim sebagai
> > > pendukung dan penegak demokrasi dan HAM. Mereka
> > diam terhadap pembunuhan
> > > ratusan ribu rakyat sipil di Irak, Afganistan,
> > Palestina, dan negeri negeri
> > > Islam lain yang dilakukan oleh AS dan sekutunya
> > yang mengklaim sebagai
> > > penegak demokrasi. Mereka juga diam terhadap
> > penangkapan, pemenjaraan, dan
> > > penyiksaaan manusia yang dituduh secara sepihak
> > oleh AS sebagai teroris.
> > > Mereka diam terhadap ulah AS di Guantanamo (Kuba)
> > dan penjara-penjara
> > > lainnya.
> > >   Kelompok-kelompok ini mengecam syariat Islam
> > akan membawa penderitaan
> > > bagi rakyat. Namun, mendukung habis-habisan
> > kebijakan negara kapitalis dan
> > > liberal seperti AS, meskipun itu membuat
> > penderitaan yang mendalam bagi
> > > rakyat. Di Indonesia, kelompok liberal secara
> > demonstratif membuat iklan
> > > mahal di sebuah koran nasional, satu halaman
> > penuh, yang mendukung kebijakan
> > > negara menaikkan harga BBM. Mereka tidak punya
> > nurani lagi. Padahal, semua
> > > tahu, kenaikan BBM telah menyengsarakan
> > masyarakat.
> > >   Para komprador negara kapitalis ini menyerang
> > penerapan syariat Islam
> > > dan menyebutnya akan memecah-belah bangsa. Namun,
> > membiarkan negara-negara
> > > kapitalis mengintervensi negara ini sehingga
> > negara ini terancam pecah.
> > > Mereka membiarkan negara-negara asing
> > mengobok-obok Indonesia --seperti di
> > > Papua, Maluku, dan Aceh-- atas nama HAM dan
> > demokrasi. Kelompok komprador
> > > ini menutup mata bahwa ide liberal seperti
> > menentukan nasib sendiri telah
> > > menjadi senjata ampuh bagi Timor Timur untuk
> > melepaskan diri dari Indonesia.
> > >   Negara-negara Barat pun tidak segan-segan
> > memanfaatkan para penguasa di
> > > negeri-negeri Islam untuk melakukan upaya
> > pemberangusan terhadap penegakan
> > > syariat Islam. Mereka mendukung penuh para
> > penguasa diktator seperti Husni
> > > Mubarak di Mesir, Karimov di Uzbekistan, atau
> > Musharaf di Pakistan untuk
> > > bertindak represif terhadap pejuang-pejuang
> > syariat Islam.
> > >   Tafsir tunggal
> > > Hal yang sama terjadi di Indonesia di masa
> > Soeharto. AS memanfaatkan
> > > Soeharto untuk memberangus para pejuang Islam.
> > Soeharto kemudian membuat
> > > tafsirnya sendiri atas Pancasila yang kemudian
> > diadopsi negara. Setelah itu,
> > > siapapun yang menentang kezaliman Soeharto,
> > menentang kebijakan
> > > kapitalistiknya, dicap anti-Pancasila.
> > >   Gejala yang sama dikhawatirkan berulang di
> > Indonesia. Beberapa kelompok
> > > liberal-sekular dan sosialis tiba-tiba menjadi
> > sangat pancasilais. Mereka
> > > berupaya membuat tafsir tunggal terhadap Pancasila
> > bahwa Pancasila itu
> > > sekuler. Karenanya, syariat Islam adalah ancaman
> > bagi Pancasila.
> > >   Kaum Muslim yang menolak sekularisme kemudian
> > dituduh anti Pancasila.
> > > Padahal Pancasila yang sekuler itu merupakan
> > tafsir mereka sendiri yang
> > > berusaha mereka paksakan. Mereka lupa bahwa sila
> > pertama dari Pancasila dan
> > > Pembukaan UUD 1945 justru menyatakan negara ini
> > berdasarkan Ketuhanan Yang
> > > Maha Esa. Kelompok antisyariah ini memprovokasi
> > negara untuk memberangus
> > > kelompok Islam yang ingin memperjuangkan syariat
> > Islam. Mereka berupaya
> > > menutupi fakta yang nyata dan jelas bahwa justru
> > sistem kapitalis yang
> > > diadopsi oleh negara dan diperjuangkan oleh
> > kelompok-kelompok liberal inilah
> > 
> === message truncated ===
> 
> 
> 
__________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection 
around 
> http://mail.yahoo.com
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke