bung ari, sejak kejatuhan eyang harto sudah semakin terlihat bahwa ada beberapa kelompok fundamental radikal underground yg punya agenda sendiri untuk kelompok mereka tetapi mengatas namakan bangsa dan negara, bahkan memakai perisai umat islam se-indonesia... tapi dengan lihai dan hebatnya harto bisa meredam aksi mereka sehingga mereka ciut nyalinya sama beceng.
dan jangan kaget bahwa aksi2 mereka selama inipun direstui oleh lembaga agama negara...oleh karena itu mereka dgn leluasa mengacak2 keberadaan orang lain yg berseberangan. dan sangat sayangnya SBY tidak sesadis harto, kalau SBY punya gaya militeristik gaya harto maka HT, FPI, dan MMI ini akan selama2nya terkurung dalam agamanya dan tidak bisa muncul ke permukaan. kalau mereka memperjuangkan kepentingan nasional, saya dgn senang hati mendukung aksi mereka, kalau mereka aktif memberantas korupsi juga sangat bagus. tapi kok malah mereka menggunakan tangan besi dan kekuatan fisik utk menekan orang2 nasionalis... sangat jelas terlihat bahwa perjuangan mereka adalah perjuangan gaya gurun pasir...asal hajar saja yg tidak sekelompok dgn mereka...yg tentu saja kita semua tahu mereka memusuhi agama mana saja. dengan rencana penggantian pancasila menjadi SI inilah yg akan benar2 memecah belah NKRI tercinta ini... siapa yg rela NKRI terpecah belah seperti yugoslavia atau soviet? tidak akan ada yg rela... kalau mereka memang terus menerus berjuang demi kepentingan arabik, lebih baik tinggal di arab atau iran ataupun bikin negara sendiri di lautan/ samudra hindia...disana ada beberapa pulau kecil yg masih bisa dihuni... daripada merusak struktur sosial negara, lebih baik mereka yg separatis... pemaksaan kehendak dgn dalil agama dewek versi dewek itulah indonesia terancam bubar... perlu dipelajari gaya RRC menekan kaum radikal agamis, yaitu dengan cara yg sangat represif membubarkan mereka dari dalam agar tidak mengganggu stabilitas negara... karena kalau dibiarkan, jangan bingung kalau ada PKI versi ke dua...yang mampu menghasut rakyat utk ikut melawan negara sendiri... apa bedanya donk HTI dengan Chechnya dan Basque? bedanya: HT tidak (belum) menggunakan senjata api dan mortir.. kelompok radikal ini sebenarnya satu, tetapi punya banyak cabang ibaratnya perusahaan yg mempunyai sister company. ahmadiyah diganyang, lia eden dikurung, beberapa kaum kristen disikat tempat ibadahnya, orang hindu bali diancam, orang2 pedalaman diancam meninggalkan adat istiadatnya dgn alasan porno, lalu apa lagi? apa lagi? terus menerus melakukan gerilya untuk merusak2 sendi2 sosial dan memecah belah ikatan persatuan lintas agama. tapi tunggu saja, saatnya akan tiba lagi revolusi di negeri kita nan jaya ini. --- In [email protected], "Ari Condro" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > penonton > > penonton ... lha itu, HT tidak mau ikutan pemilu ... jgn bilang demokrasi > kufur, kalu HT sendiri anggotanya pernah ikut. > > sekarang siapa yg penonton ... > > === > > agama > > dengan yg label agamanya sama aja jahatnya tidak kepalang. apalagi dengan yg > beragama lain. di jogja kemarin yg pertama ribut kristenisasi kan HT ... > yg sibuk dengan UU yg ujungnya memaksa orang agama lain berislam ria siapa ? > (contoh sudah saya pasang dari kemarin kemarin), dan UU yg berujung > pemaksaan ini HT juga salah satu konsultannya. dan ini tetap mengatakan > tidak ada pemaksaan. what ??? > > yg ikutan di FUI bareng FPI untuk aksi penutupan tempat ibadah agama lain > siapa ? HT juga kan ? sebentar lagi HT juga akan mengharamkan pemikiran > feminis dan perjuangan gender. hebat memang .... > > === > > > > http://eramuslim.com/br/bc/5c/22497,1,v.html > http://hizbut-tahrir.or.id/main.php?page=muslimah&id=9 > > *Ir. Ridha Salamah: Wacana Kesetaraan Gender Gagal Angkat Harkat Martabat > Perempuan* > > Wartawan : Melihat fenomena isu gender/feminisme yang membuat umat salah > berperilaku, apa tidak ada rencana MUI mengeluarkan fatwa haramnya paham > ini, sebagaimana fatwa MUI tentang sekularisme/liberalisme? > *Rida : Genderisme termasuk salah satu kajian yang sedang digodok dalam > pengurusan baru ini. Dalam Komisi Pengkajian dan Pengembangan pada Rakernas, > di mana saya termasuk salah satunya, akan melakukan kajian tentang hal ini.* > > Wartawan : Arahnya wacana/gerakan gender diharamkan? > *Rida : Ya, kita harus obsesif dengan landasan aqidah Islam.* > > > > > On 6/27/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Mas Ari, > > Sepahaman saya, adalah berbeda sebuah agama dengan label agama lain dengan > > sebuah golongan yang dia mengaku Islam namun akidahnya tak sesuai Islam. > > Agama lain dengan label agama lain itu sudah jelas, sedangkan golongan > > dengan mengaku Islam namun Isinya bersimpangan dengan ajaran Islam akan > > menghancurkan kemurnian Islam itu sendiri dan memecah belah pemahaman yang > > seharusnya dari dalam. > > > > Maka perlakuannya berbeda. Sebuah golongan, ormas, partai dll bertugas > > menyeru, mengkritik penguasa, tindakan hukum ada dinegara. Pemahaman tugas > > ormas pun kini bercampur aduk sepahaman saya. KAlau ada ormas, LSM suka > > mengkritik negara, lha memang itu salah satu tugasnya lembaga tesebut > > didirikan. KAlau kebalikannya, wah perlu dianalisa .... apa tujuan NGO > > tesebut. > > > > Terkait LDII, maaf saya masih belum tahu faktanya secara detail. Untuk > > menghukumi sesuatu kita juga perlu jeli menerawangi fakta bukan asal > > menyimpulkan seperti kasus jihad ofensif. > > > > Sepahaman saya pilah Qothi yang mana dulu? Tsubut (sumber) atau dilalah > > (makna penunjukannya)? Kalau sepahaman saya, kalau Qothi keduanya baik > > tsubut maupun dilalahnya maka tidak boleh ada perbedaan pemahaman dan tafsir > > ulang. Sedangkan bab akidah berasal dari dalil yang qathi keduanya, baik > > tsubut dan dilalahnya. > > > > > > Untuk memahami ini pun perlu keahlian khusus.... saya hanya tahu sebatas > > teori yang minim, aplikasinya masih sangat jauh sekali, karena aris belum > > mempunyai ilmunya. > > > > > > Kalau memilih kekuasan semata, (maaf lho mas pemahaman politik menurut > > Islam sepahaman saya berbeda dengan pemahaman politik kekuasaan yang ada), > > maka dia memaksakan diri untuk jadi penguasa, tidak bisa kerjasama dengan > > yang lainnya. Pokoknya berarti dari pihak dia yang jadi pemimpin, otoriter. > > Tapi kalau bisa menyatukan yangn berbeda perlu jeli apakah itu karena > > kekuatan idenya dan keikhlasan orangnya. beda pula jika dia dipercaya dengan > > saudara-saudara yang lain, dan diserahi tugas dan amanah dimana saja, > > mungkin dia lebih ahli, berani, hujjahnya kuat dalam mengurusi hal tersebut > > dibanding yang lain. > > > > Saya menulis ini pun adalah bagian politik Islam. ^_^ > > > > Ada hal kadang pemain lebih memahami strategi dibanding penonton. > > Pemenanglah yang mendapatkan pahala dan piala, bukan penonton. Penonton > > bersorak berkomentar, menilai, menghujat, memuji, tak pernah tahu rasanya > > jadi pemain baik kalah atau menang. ATau bahkan memahami apa yang terjadi > > kecuali di mau bertanya kepada ke Pemain. Sayangnya pemain malas > > melakukannya, hanya suka menilai dari jauh saja. yang terjadi kesimpulan > > yang salah. > > > > Kalau saya jadi penonton saya ingin jadi penonton yang jeli juga, tidak > > hanya pandai menyoraki namun juga cek and ricek. saya berharap antum pun > > demikian, tetaplah curios, kritis, janganlah antum mudah menyimpulkan > > sebelum mencari sungguh kebenarannya... apalagi lulusan TN terkenal dengan > > daya analisanya yang kuat... > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Check out the new improvements in Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

