bung abdi christ,
anda terus menerus memposting tulisan-tulisan ahmad sudirman. apakah anda juru bicaranya? siapa sih ahmad sudirman? semacam hasan tiro bagi pendukung khilafah yang tinggal di stockholm? At 05:27 PM 6/28/06 +0000, you wrote: >Posting ini saya fwd dr: ><http://www.dataphone.se/~ahmad/980515.htm>http://www.dataphone.se/~ahmad/980515.htm > >Stockholm, 15 mei 1998. > >Bismillaahirrahmaanirrahiim. >Assalamu'alaikum wr wbr. > >INDONESIA TANAH AIRKU >Ahmad Sudirman >Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA > > >PENDAHULUAN. > >Saudara-saudaraku di tanah air. > >Duapuluh tahun telah saya tinggalkan negeri indah Indonesia. Bukan >karena sudah merasa bosan tinggal dinegeri ini, melainkan karena >Penguasa pada waktu itu telah merasa keberatan dan ketakutan atas >keberadaan saya. Dengan perasaan yang berat dan hati yang pedih saya >tinggalkan tanah air yang tercinta ini. > >Negeri pertama yang saya singgahi adalah Mesir. Dengan tujuan >memperdalam agama dan bahasa, saya tinggal kurang lebih dua tahun di >negeri yang panas dan penuh gairah hidup berlandaskan pancaran Nur >Illahi ini. Suka dan duka silih berganti. Gejolak hati dan perasaan >rindu saya tumpahkan kedalam bentuk tulisan yang langsung keluar dari >hati nurani. Kumpulan buah hati saya padukan dalam cerita dengan judul >"Dibawah belenggu rezim Penguasa". > >Isi dari curahan hati ini ternyata membuat muka-muka Penguasa di tanah >air merah padam. Dengan penuh kemurkaan dan perasaan yang angkuh >meminta supaya saya menarik dan mencabut kembali tulisan itu. > >Hati nurani tidak mengizinkan untuk menarik kembali jeritan hati yang >terkumpul dalam tulisan itu.Pemaksaan dan bujuk rayu mulai >berjalan.Penguasa melalui wakilnya yang ada di Cairo meminta supaya >saya menyerahkan diri, baik dengan suka rela ataupun dengan >terpaksa.Saya tolak dengan langsung pemaksaan dan ultimatum itu. > >Dengan perasaan yang angkuh Penguasa meminta agar Penguasa Mesir >mengembalikan saya ke tanah air untuk diminta pertanggungan >jawab.Untuk melaksanakan permintaan yang sudah sejauh itu, Penguasa >Mesir tidak berani bertindak langsung, melainkan saya diminta untuk >keluar dari negeri , terserah mau pergi kemana saya suka. > >Manusia berbuat makar tetapi Tuhanpun berkehendak lain.Tanpa >diduga-duga Penguasa Swedia mengulurkan tangan untuk memberikan >kebebasan dan untuk tinggal. >Karena ketidak berhasilan memulangkan saya , Penguasa dengan tanpa >perasaan dan pemikiran yang panjang mencabut hak dan warga negara >Indonesia dari diri saya. > > >BELUM ADA KESADARAN BERNEGARA. > >Saudara-saudaraku di tanah air. > >Sekarang, dua puluh tahun telah berlalu. Penguasa di tanah air masih >tetap bertahan dan akan terus mempertahankan kekuasaannya.Pergolakan >yang timbul dari kalangan mahasiswa menunjukkan bahwa perasaan dan >keinginan yang tertekan sudah tidak boleh dipertahankan lagi.Akibat >dari ketamakan dan kerakusan kepada kekuasaan dan kekayaan dari pihak >Penguasa yang mengakibatkan keadaan baik ekonomi ataupun politik yang >tidak stabil ini. > >Dua puluh tahun telah berlalu dengan cepatnya. Namun kesadaraan >bernegara, berbakti dan memberikan pelayanan kepada rakyat dari pihak >Penguasa belum terlihat dan terbukti. Ini menunjukkan bahwa masih ada >dalam jiwa-jiwa Penguasa keinginan dan perilaku yang menjadikan >kekuasaan sebagai suatu tujuan hidup. >Sehingga tidaklah heran kalau kita melihat keadaan politik,ekonomi dan >sosial tidak seperti yang kita impikan dan idam-idamkan. > >Tidaklah menjadi suatu permasalahan yang besar, siapa yang memegang >kekuasaan, kalau kita sudah mempunyai kesadaran bernegara yang tinggi. >Masing-masing pihak telah mengetahui dan memahami hak dan kewajiban >sebagai Penguasa. Kedengarannya ini adalah begitu ideal. Memang, kalau >kita melihat,memperhatikan dan menganalisa pergantian kekuasaan dari >satu pihak kepihak lain di negeri-negeri yang sudah mempunyai >kesadaran bernegara yang tinggi, tidaklah terdengar adanya suatu >pertentangan yang hebat yang mengakibatkan ketidaksenangan dan >kegoncangan ekonomi,sosial dan politik. > >Hampir dua puluh tahun saya berada di negara Eropa. Setiap kali mereka >mau mengadakan pemilihan umum, tidaklah terjadi peristiwa-peristiwa >yang dahsyat,sebagaimana yang sering terjadi di tanah air.Memang, ada >juga beberapa negara Eropa yang masih belum mencapai kesadaran >bernegara sebagaimana yang diharapkan. Ini menggambarkan, bahwa >pertukaran Penguasa, ideologi, politik dan ekonomi tidak membawa >perubahan dan kegoncangan yang besar. > >KEKUASAAN BUKAN UNTUK MENCAPAI KESENANGAN. > >Saudara-saudaraku di tanah air. > >Bukanlah suatu rahasia lagi di negeri ini. Siapa yang mempunyai >kekuasaan, apakah itu tingkat bawah atau atas, maka sudah terbukalah >jalan menuju kepada kesenangan dan kemewahan. Keadaan ini mendorong >setiap orang untuk berusaha mempertahankan kekuasaan sedapat mungkin. >Perilaku ini tercermin dalam kehidupan bernegara. Kekuasaan bukan lagi >sebagai suatu alat untuk mengabdi kepada rakyat, melainkan sebagai >alat untuk mencapai kesenangan hidup.Dengan keadaan lingkungan yang >demikian memberikan pupuk yang subur untuk menumbuhkan orang-orang >yang berjiwa dan bermental tamak kepada kekuasaan. > >Selama saya berada di negeri Eropa, belum kedengaran dan kelihatan >para Penguasa menjadi kaya dan berkehidupan berlebih-lebihan >dikarenakan kekuasaannya.Namun banyak yang menjadi jutawan disebabkan >maju usahanya. Sehingga timbul pepatah kalau mau menjadi jutawan >janganlah menjadi Penguasa namun menjadilah Pengusaha. Ini ternyata >benar, dan sudah terbukti. > >Akibat lain daripada adanya penyalahgunaan kekuasaan adalah korupsi. >Korupsi memang ada hampir disetiap negara, apakah korupsi dalam bentuk >yang tidak langsung, seperti menerima hadiah-hadiah sebagai balasan >atas pemberian pasilitas, ataukah korupsi yang langsung dengan cara >menumpuk kekayaan melalui penggunaan kekuasaan. Dengan timbulnya >korupsi ini mengakibatkan terhambatnya projek-projek pembangunan, >menurunnya kwalitas hasil pembangunan, atau yang lebih parah lagi >terbengkalainya projek-projek pembangunan. > > >DWI FUNGSI HARUS DIHAPUSKAN. > >Saudara-saudaraku di tanah air. > >Istilah dwi fungsi sangat bertuah dinegeri ini. Dengan dwi fungsi >maksudnya adalah ABRI mempunyai dua tugas. Tugas pertama menjaga >keamanan dan ketertiban negara dan tugas kedua adalah memegang >kekuasan dan mengatur negara. > >Dalam menjaga keamanan dan ketertiban adalah memang tugas yang cocok >bagi seorang militar atau polisi, sebagaimana yang terjadi di hampir >semua negara. Tetapi tugas sebagai pemegang dan pengatur pemerintahan >dan negara adalah sudah menyimpang dari tujuan sebenarnya dari militar >atau polisi. Hanya dinegara-negara yang totaliter dan diktatoris yang >masih mempunyai militar atau polisi sebagai penguasa negara.Memang >kita tidak boleh mengabaikan bahwa militar atau polisi diperlukan >untuk memegang kekuasaan, seperti dalam bidang atau kementrian >pertahanan, namun bukan untuk semua kementrian atau semua badan >pemerintahan. > >Di kita istilah dwi fungsi timbul ketika perpindahan dari orde lama >kepada orde baru yang memakan berjuta-juta korban.Pihak militar dan >polisi diperlukan untuk menjaga keamanan, ketertiban dan sekaligus >pemegang kekuasaan. Namun dwi fungsi ini tidak menjadi suatu masalah >yang sakti yang tidak boleh dirubah atau diganggu gugat. Sudah masanya >sekarang dwi fungsi ABRI dicabut dan ABRI dikembalikan kepada >fungsinya yang sebenarnya. Menjaga dan mengatur keamanan negara. > >Cobalah kita pikirkan dan renungkan, dari mulai tingkatan bawah sampai >kepada tingkatan presiden semuanya adalah dari pihak militar atau >polisi. Saya sudah memperhatikan, membaca dan mendengar belum ada satu >negara di dunia dalam abad modern ini yang mempunyai aparat >pemerintahan dan negara yang hampir kesemuanya ada pihak penguasa >militer selain di negeri kita ini. > >Kalau dinegara-negara yang maju sudah mulai mengurangi badan militer >dan perbelanjan untuk bidang pertahanan, akibat dari menurunnya atau >menghilangnya pertentangan perang dingin antara blok barat dan timur, >namun dinegara berkembang sebagaimana di negeri kita ini, makin >meningkat perbelanjaan untuk pertahanannya. > >Ancaman dari pihak luar sebagaimana yang dibesar-besarkan pihak >Penguasa sebenarnya sudah tidak masuk aqal. Dahulu sebelum >negara-negara komunis jatuh, memang ancaman komunis adalah ancaman >yang terbesar, namun sekarang setelah negara-negara itu berjatuhan dan >ideologi komunis sudah hampir menghilang dari muka bumi, tidaklah >menjadi suatu ancaman besar terhadap pertahanan keamanan dan ideologi >di negeri kita. > >Kemungkinan besar sekarang pihak Penguasa mengarahkan pertahanan >terhadap ancaman dari pihak yang mempunyai ideologi dan agama Islam >yang dianggap makin radikal, walaupun sebenarnya ini adalah suatu >pemikiran dan analisa yang kurang benar. > >Menurut pemikiran saya, musuh utama yang paling besar pada saat >sekarang bagi Indonesia adalah kemiskinan dan ketidak merataan >kehidupan rakyat. Kemiskinan inilah yang menjadi bumerang dan sumber >ketidak puasan dan pelampiasan nafsu untuk memberontak dan membuat >kekacauan. > >Kalau kita perhatikan sebagian besar penduduk Indonesia masih berada >dibawah garis kemiskinan. Mereka tidak menuntut banyak kepada pihak >Penguasa atau pihak pengusaha, selain menuntut asap dapurnya tetap >mengepul setiap hari. Ini artinya jaminan untuk kehidupan >sehari-harinya harus terjamin. > > >JAMINAN KERJA UNTUK SETIAP RAKYAT. > >Saudara-saudaraku di tanah air. > >Walaupun saya berada jauh dari tanah air, namun berita-berita mengenai >kemiskinan, pengangguran, pemberhentian, manipulasi dan situasi dalam >pekerjaan tetap mengalir keluar, baik melalui surat kabar, lewat >internet (on line) atau lewat televisi. Jadi apa saja yang terjadi di >tanah air sampai juga ke peloksok dunia. > >Selama Penguasa tidak atau belum mampu menangani masalah pengangguran >dan ketidak merataan pekerjaan, selama itu ancaman besar tetap >berlangsung. Berapa banyak rakyat yang pergi keluar negeri baik secara >jelas atau secara gelap untuk mencari sesuap nasi. Bagaimana keadaan >pekerja-pekerja Indonesia yang berada dinegara-negara tetangga kita. >Berapa banyak pekerja-pekerja yang gelap yang dipulangkan kembali dari >negara-negara tetangga. Ini semua, disebabkan karena Penguasa >Indonesia tidak atau belum sanggup memberikan kesejahteraan hidup >sebagaimana digembar-gemborkan dalam semboyan hidup Pancasila. > >Rakyat, sebagaimana rakyat-rakyat dinegara lain adalah sama. Mereka >perlu hidup layak, sejahtera, berkeluarga, hidup cukup. Selama belum >terpenuhi itu semua, selama itu rakyat akan menuntut. Mereka tidak mau >hanya janji-janji saja, sebagaimana dijanjikan sewaktu mau mengadakan >pemilihan umum saja. > >Bagi penduduk yang sudah mendapatkan kehidupan yang layak, baik dari >segi ekonomi ataupun pendidikan, mereka masih ada yang dituntut yaitu >kebebasan dalam politik, bersuara, agama, ideologi, ekonomi dan >sosial. Sebagaimana yang terjadi sekarang ini, dimana pihak mahasiswa >dan kaum cendekiawan menuntut hak kebebasan politik, ideologi, >demokrasi, pemberantasan korupsi, meminta supaya presiden turun dsb. >Ini semua adalah suatu hal yang wajar. Bukan sesuatu hal yang >mengancam pemerintahan dan negara. Penguasa sekarang menganggap >kejadian itu adalah sesuatu perbuatan yang extrim, mengganggu >ketertiban dan keamanan, pengrusakan dan pembangkangan. > >Sebagaimana yang sudah saya tulis diatas, kalau seandainya Penguasa >sudah mempunyai kesadaran bernegara yang tinggi, kejadian-kejadian >seperti yang sekarang terjadi tidak akan mungkin berlangsung, karena >semua pihak merasa lega dan puas. > > >PEMERATAAN EKONOMI UNTUK SEMUA PIHAK. > >Saudara-saudaraku di tanah air. > >Selama lebih dari tiga puluh tahun, Penguasa yang sama belum mampu >mencapai apa yang didamba-dambakan oleh seluruh rakyat. Negara bukan >menjadi aman sejahtera, melainkan sebaliknya. Kemerosotan ekonomi yang >terjadi sekarang ini, bukanlah suatu hal yang terjadi dengan >sendirinya, melainkan akibat dari ekonomi dan politik yang dijalankan >oleh Penguasa. Ekonomi yang diatur oleh segelintir orang, kekayaan >yang dimiliki oleh secuil orang, pemerataan pendapatan yang tidak >seimbang, pengangguran yang tinggi, permainan pasar uang yang tidak >terkontrol. > >Ekonomi terpimpin yang dijalankan Penguasa tidak memberikan hasil yang >diharapkan, melainkan kemerosotan dan ketidak merataan. Selama masalah >ekonomi belum terpecahkan dan terlaksana dengan adil siapapun yang >memegang kekuasaan tidak akan memberikan hasil yang baik. > >Perubahan yang besar harus dilakukan dalam bidang ekonomi. Pelaksanaan >yang jujur dan bersih. Semua rakyat dilibatkan, bukan hanya sekelompok >kecil atau golongan kecil saja. Kepentingan bersama didahulukan, >kepentingan perseorangan dikebelakangkan. > >Ketamakan, kerakusan dan keinginan untuk mendapatkan kesenangan yang >cepat harus diberantas dan dihilangkan dari diri. Kepentingan untuk >kesejahteraan rakyat harus dilaksanakan dan digalakkan*.* > >Stockholm, 15 mei 1998. > >Wassalam. > >Ahmad Sudirman > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Great things are happening at Yahoo! Groups. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

