http://www.sinarharapan.co.id/berita/0606/28/sh04.html
Ketika Kepala Sekolah Menangis... Oleh SU Herdjoko SOLO-Air mata guru itu mengalir deras membasahi pipi, bahkan menetes ke baju seragamnya. Tukimin Siswomartono SPd, Kepala Sekolah SMP 18 Surakarta itu tidak bisa menahan pilu ketika membagikan pengumuman kelulusan ujian nasional SMP yang dipimpinnya kepada para orang tua/wali muridnya pada Senin (26/6) sore. Dengan bibir gemetar dan ucapan terbata-bata ia tetap berusaha memberi penjelasan. "Kami mohon maaf. sekali lagi mohon maaf. Sebagai guru kami merasa tertampar dan terpukul dengan keadaan ini. Karena itu kami mohon maaf kepada orang tua siswa dan kepada masyarakat. Tahun ini sekolah kami tidak beruntung," katanya. Dari 263 siswa kelas tiga yang menempuh ujian nasional, ada 117 siswa yang tidak lulus atasu 44,48 persen. Dari siswa yang tidak lulus itu, termasuk anak guru di sekolah tersebut. Jumlah siswa yang tidak lulus pada sebuah SMP Negeri memang terasa menyakitkan. Akan tetapi coba dengar penjelasan Tukimin selanjutnya. Mungkin itu bisa memperjelas keadaan yang sedang dialami sekolah ini. "Kami sudah berusaha mempersiapkan anak-anak menghadapi UN yang digelar 22-24 Mei lalu. Mereka kami drill (belajar keras-red) dengan berbagai ulangan setiap Kamis dan Minggu sore. Bahkan sejak pertengahan tahun lalu, kami telah melibatkan institusi bimbingan belajar agar kemampuan siswa meningkat. Bukan itu saja, para orang tua pun kami beri pengarahan agar mendesak anaknya lebih giat belajar," kata Tukimin. Namun kenyataan sudah terjadi. Hampir separuh siswa kelas III itu tidak lulus. "Jangan saling menyalahkan. Bila ingin menyalahkan, salahkan saya. Sayalah yang salah," kata kepala sekolah ini dengan mata berkaca-kaca. Sementara itu, Wakil Kepala SMPN 18 Zadrak Titus mengakui bahwa sekolahnya memang termasuk sekolah pinggiran dan banyak siswanya yang berkemampuan akademik kurang bagus. "Mereka juga banyak dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. Namun kami sebenarnya sudah berusaha menggembleng mereka sekuat tenaga," katanya. Pada tahun 2005 lalu, dari 222 peserta ujian di sekolah ini, hanya 13 orang yang tidak lulus. Kemudian mereka yang tidak lulus masih bisa menempuh ujian ulangan, dan hanya tersisa empat anak yang tidak lulus. Nasib yang sama juga dialami para siswa kelas III SMPN 24 Surakarta. Di sekolah ini ada 104 dari 216 siswa yang tidak lulus. 64.356 Tidak Lulus Untuk seluruh Jawa Tengah, menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Rodjikin, ada 64.356 siswa setingkat SMP yang tidak lulus, atau 13,30 persen dari 483.792 peserta ujian nasional. "Jumlah yang lulus tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Saat ini yang lulus sebesar 86,70 persen, sementara tahun lalu 83,78 persen," kata Rodjikin. Jumlah peserta ujian nasional tahun 2005 di Jateng untuk tingkat SMP/MTs adalah 477.152 dan yang tidak lulus 77.401 siswa. Terlepas dari duka para guru dan siswa SMP 18 dan SMP 24 Surakarta, Rodjikin menjelaskan bahwa ada kenaikan pencapaian nilai rata-rata pada mata pelajaran yang diujikan berkisar antara 0,37-0,72 dibandingkan nilai tahun 2005. Mata pelajaran yang diujikan adalah Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Kabupaten Sragen memiliki nilai rata-rata tertinggi di Jateng untuk SMP sebesar 22,89, disusul Klaten 22,72, Wonogiri 22,72, dan Karanganyar 22,59. Sementara itu, untuk Madrasah Tsnawiyah nilai tertinggi dicapai oleh Kabupaten Sukoharjo sebesar 23,21, disusul Klaten 22,60, Demak 22,27, dan Surakarta 21,70. Untuk SMP Terbuka, dari 6.933 peserta ujian ada 4.862 yang tidak lulus, sementara untuk SMP Luar Biasa dari 49 peserta yang tidak lulus 41 siswa. n [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> See what's inside the new Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

