Catatan laluta:
   
  Pemerintahan SBY_JK telah memerintahkan Jaksa Agung mengeluarkan SKP3 
(penghentian kasus Soeharto).  Pengeluaran Surat Perintah SKP3 Ini berarti 
peradilan Soeharto, mantan penguasa yang menjadi aktor kunci Peristiwa Berdarah 
1965/1966 dan berbagai pelanggaran HAM serta tindak korupsi Orde Baru, di STOP. 
   
  Indonesia sebagai Negara HUKUM seharusnya pemerintahannya bertanggung jawab 
dan tetap mengungkap serta menuntaskannya lewat proses hukum atas berbagai 
kasus pelanggaran HAM dan kejahatan atas kemanusiaan, termasuk mega-korupsi di 
masa lalu.  Bahkan Hukum Nasional seharusnya mengkaitkan landasan hukum 
internasional yang tujuannya untuk menjaring dan mengadili pelaku kejahatan 
genosida, kejahatan atas kemanusiaan, kejahatan perang dan kejahatan atas 
utusan PBB.
   
  Namun kenyataannya pemerintahan SBY-JK tetap melindungi dan mendukung peranan 
pelaku tindakan pembunuhan, pelanggaran HAM berat terutama penculikan dan 
penahanan lawan politik, penyiksaan tahanan serta hukuman mati sewenang-wenang 
terhadap tahanan politik.  
   
   ... Bahkan sejarahwan terkenal Ong Hok Ham pernah berkata “Korban keganasan 
Rezim Orde Baru selama 32 tahun lebih banyak jika di bandingkan dengan 
kekejaman kolonial Belanda selama 350 tahun menjajah bangsa Indonesia” ... 
   
  La Luta Continua!
   
  ***
   
  Date: Thu, 29 Jun 2006 13:26:24 +0700 (ICT)
From: Marcelus Marcelus <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Kronologis

  
PRESSS RELEASE 28 JUNI 2006
  ALIANSI RAKYAT BERGERAK ADILI SOEHARTO (ARBAS)
  
SEGERA DIGELAR AKSI BESAR ADILI SOEHARTO 
TUJUH HARI TUJUH MALAM
  
Jakarta, 28 Juni 2006
   
  “Kita semua pasti merasakan pahitnya nasib rakyat indonesia selama 32 tahun 
ketika Republik ini dipimpin oleh Soeharto. Pembantaian demi pembantaian telah 
terjadi. 
   
  Penculikan demi penculikan telah menguntili kekritisan rakyatnya.  Perampokan 
demi perampokan uang negara merajalela. Kejahatan itu semua sudah menjadi 
sarapan ke otoritarian rezim Soeharto terhadap iklim demokrasi di republik 
ini.”, demikian pernyataan Adian Napitupulu, aktivis mahasiswa 1998 dari FORKOT 
yang ikut membidani Aliansi Rakyat Bergerak Adili Soeharto (ARBAS). Pernyataan 
ini disampaikan Adian membuka percakapan pada hari Senin tanggal 26 Juni 2006 
lalu, di hadapan beberapa kawan jurnalis dalam kegiatan bertajuk Media Briefing 
ADILI SOEHARTO SEKARANG JUGA! di Kedai Tempo Utan Kayu.
   
  Menyikapi hal itu dalam waktu dekat Aliansi Rakyat Bergerak Adili Soeharto 
(ARBAS) akan mengadakan Aksi Besar Tujuh Hari Tujuh Malam dengan tuntutan: 
Tangkap, Adili & Sita Harta Soeharto & Kroninya atau Turunkan SBY – Kalla 
Sekarang. Aksi Besar  tersebut akan dimulai dengan mengadakan Rapat Konsultatif 
antara GEMAS (Gerakan Masyarakat Adili Soeharto) dengan ARBAS, pada hari Jumat 
siang tanggal 30 Juni 2006 di sebuah tempat di Jakarta. 
   
  Aliansi Rakyat Bergerak Adili Soeharto (ARBAS) adalah aliansi lintas sektoral 
yang menuntut ditegakkannya supremasi hukum. Aliansi ini terdiri dari AMP, 
AMANAD UBK, BPJ, FMN, FORKOT, FRONAS, FAM YAI, FM YAI, FAKSI, GMKI, GAMKI, 
GMNK, HUMANIKA, KONTRAS, KOMPAK, LMND LS-ADHI, PMII JAKARTA, REPDEM, SEROJA dan 
WALHI. Sejak tanggal 8 Juni 2006, aliansi ini juga telah membangun Balai Rakyat 
Anti dan Adili Soeharto di depan kampus UKI Salemba.
  Beathor Suryadi (DPN REPDEM), Adian Napitupulu (FORKOT) dan Ganda Situmorang 
(PP GMKI), sebagai perwakilan para pimpinan Aliansi Rakyat Bergerak Adili 
Soeharto secara bersamaan menyatakan, “Kami mengajak kawan-kawan jurnalis yang 
sepanjang 32 tahun ikut merasakan menjadi korban penindasan Soeharto, bahkan 
hingga hari ini, berjuang bersama-sama mahasiswa, pemuda, buruh, tani, nelayan, 
kaum miskin kota dan perempuan. Kita bersama-sama menuntut ditegakkannya 
supremasi hukum!”
   
  Pada bagian lain Beathor Suryadi, aktivis mahasiswa 1980 juga menimpali, 
“Mulai dari pembantaian 3 juta jiwa pada tahun 1965. Peristiwa Tanjung Priok, 
peristiwa 27 Juli 96, Trisakti, Semanggi I & II, Udin Bernas, Marsinah, dan 
masih sangat banyak deretan kejahatan yang dilakukan Soeharto. Semua itu  
menjadi catatan hitam bagi seluruh rakyat indonesia yang tidak dapat dipungkiri 
lagi.” Selanjutnya Adian menambahkan, “Bahkan sejarahwan terkenal Ong Hok Ham 
pernah berkata “Korban keganasan Rezim Orde Baru selama 32 tahun lebih banyak 
jika di bandingkan dengan kekejaman kolonial Belanda selama 350 tahun menjajah 
bangsa Indonesia” 
  “Itu artinya dosa-dosa yang dilakukan oleh Soeharto beserta kroni-kroninya 
tidak dapat dimaafkan semudah membalikkan telapak tangan. Baik secara hukum 
maupun secara moral. Kalau rakyat kecil mencuri ayam saja dia harus dipukuli 
sampai babak belur dan dimasukkan ke dalam penjara, kenapa Soeharto yang 
jelas-jelas melakukan kejahatan lebih besar dari mencuri ayam bisa dimaafkan 
begitu saja? Itu artinya hukum hanya milik segelintir orang yang punya 
kekuasaan saja”, kata Beathor lagi.
  Ganda Situmorang, Sekretaris Umum GMKI menimpali, “Oleh karena itu penting 
bagi seluruh rakyat untuk tetap menjaga kehormatan dan nama baik republik ini 
di mata generasi mendatang dan dunia. Agar dapat mewujudkan iklim demokrasi dan 
ditegakkannya supremasi hukum dalam melihat realitas kasus Soeharto saat ini.”
   
  “Pemeritahan SBY - Kalla saat ini telah banyak mempertontonkan 
ketidak-becusannya dalam menjalankan roda pemerintahan di bangsa ini. Terlihat 
ketika janji-janji manis yang keluar dari mulut sang penguasa tersebut tentang 
memberantas korupsi, menegakkan supremasi hukum, perbaikan perekonomian rakyat, 
hingga saat ini tidak ada yang dapat direalisasikan dengan benar. Kasus korupsi 
di republik ini tidak pernah mampu menyeret para koruptor kelas kakap ke dalam 
jeruji besi. Begitu juga tentang penegakan supremasi hukum, tidak juga 
dijalankan dengan sebenarnya! 
   
  Terbukti ketika SBY-Kalla telah memerintahkan Jaksa Agung mengeluarkan SKP3 
(penghentian kasus Soeharto). Itu artinya bahwa SBY-Kalla masih tebang pilih 
dalam menegakkan hukum di republik ini.”, kata Adian dengan geram menutup 
pertemuan. 
  Aliansi Rakyat Bergerak Adili Soeharto (ARBAS)
  
01. AMP
02. AMANAD UBK
03. BPJ
04. FMN
05. FORKOT
06. FRONAS
07. FAM YAI
   
  08. FM YAI
09. FAKSI
10. GMKI
11. GAMKI
12. GMNK
13. HUMANIKA
14. KONTRAS
   
  15. KOMPAK
16. LMND
17. LS-ADHI
18. PMII JAKARTA
19. REPDEM
20. SEROJA
21. WALHI
   
  PUSAT INFORMASI: 
Jalan Salemba Raya 10, Jakarta 10430
Handphone: 0815.10.90.61.587
E-Mail: [EMAIL PROTECTED]
Millis:[EMAIL PROTECTED]
   
  *** 
  ALIANSI RAKYAT BERGERAK ADILI SOEHARTO (ARBAS)
   
  KRONOLOGI PEMBUBARAN AKSI DAN PENANGKAPAN MASSA AKSI
RABU 28 JUNI 2006 DI DEPAN KAMPUS BSI SALEMBA
   
     "ADILI SOEHARTO atau TURUNKAN SBY-JK"
   
  11.00 Massa aksi sekitar 30 orang kumpul di sekitar kampus BSI Salemba. Massa 
aksi mulai melakukan aksi membagi selebaran dan melakukan persiapan teknis. 
Tampak polisi lalu lintas mengatur arus lalu lintas di Jalan Salemba Tengah.
   
  12.00 Massa aksi mulai melakukan yel-yel dan orasi untuk merapatkan barisan 
dan mengkonsolidasi massa aksi. Tampak orang-orang berperawakan tegap, berambut 
cepak, memperlihatkan pistol yang tersembunyi, menyebar di sekeliling lokasi 
aksi.
   
  12.14 Panggung orasi dan perlatan teknis selesai disiapkan. Jenlap Aksi 
melakukan orasi dan terus mengajak massa berkumpul. Jenlap Aksi memimpin massa 
aksi menyanyikan lagu Darah Juang dan mengucapkan Sumpah Rakyat Indonesia. 
Secara bergantian orasi-orasi disampaikan. Massa aksi mulai merapatkan barisan 
di badan jalan sambil membagikan selebaran.
   
  12.18 Jalan Salemba Tengah mulai padat dan macet. Polisi lalu lintas sibuk 
mengatur arus lalu lintas. Orang-orang yang berperawakan tegap, berambut cepak 
dan  memperlihatkan pistol yang tersembunyi, terlihat semakin banyak menyebar 
di sekeliling lokasi aksi. Truk polisi mulai memasuki lokasi aksi dan diparkir 
di seberang badan jalan tempat massa aksi berkumpul. Di sekitar truk polisi 
tampak orang-orang yang berperawakan tegap, berambut cepak dan  memperlihatkan 
pistol yang tersembunyi.
   
  12.38 Orasi terus berlanjut, spanduk aksi mulai dibuka. Orang-orang yang 
berperawakan tegap, berambut cepak dan  memperlihatkan pistol yang tersembunyi, 
mulai merangsek masuk ke dalam barisan massa aksi.
   
  12.44 Orasi terus berlanjut, selebaran semakin banyak dibagikan. Orang-orang 
yang berperawakan tegap, berambut cepak dan  memperlihatkan pistol yang 
tersembunyi, semakin merapat dan mengepung massa aksi sambil sibuk memotret 
massa aksi.
   
  12.50 Tiba-tiba seorang intel polisi masuk ke dalam barisan massa aksi dan 
berteriak: Bubar! Bubar! Sontak dengan itu puluhan orang-orang yang 
berperawakan tegap, berambut cepak dan  memperlihatkan pistol yang tersembunyi, 
ikut berteriak: Bubar! Bubar! Tak berapa lama terlihat beberapa orang yang 
berperawakan tegap, berambut cepak dan  memperlihatkan pistol yang tersembunyi 
itu, bergerak dan menangkap Jenlap Aksi. Orang-orang yang berperawakan tegap, 
berambut cepak dan  memperlihatkan pistol yang tersembunyi itu pun juga mulai 
menangkapi beberapa peserta aksi lainnya. Massa aksi mulai terpecah dan 
berlarian. Beberapa peserta aksi tampak diseret dan dipukul oleh orang-orang 
yang berperawakan tegap, berambut cepak dan  memperlihatkan pistol yang 
tersembunyi itu. Massa aksi berusaha melawan dan bertahan untuk tidak diseret 
dan diangkut, tetapi orang-orang yang berperawakan tegap, berambut cepak dan  
memperlihatkan pistol yang tersembunyi itu, semakin kuat, semakin beringas
 menyeret peserta massa aksi dan memasukkan ke dalam truk polisi yang diparkir. 
Dalam hitungan detik truk polisi yang dipenuhi orang-orang yang berperawakan 
tegap, berambut cepak dan  memperlihatkan pistol yang tersembunyi itu, dan juga 
puluhan polisi, pergi membawa peserta massa aksi, yaitu Hersa Krisna, Zainal 
Wafa, Nasyihan Burhan, M.S Arifin (FMN), Alson (REPDEM) dan Paung (Forum Kota) 
entah kemana. 
   
  13.00 Massa aksi bubar dan bergerak ke arah BRANTAS (Balai Rakyat Anti dan 
Adili Soeharto) di depan Kampus UKI Diponegoro.
   
  13.15 Massa aksi yang berkumpul di BRANTAS dikagetkan dengan kehadiran Camat 
Senen, Kapolsek Senen, Pasukan Trantib dan Polisi, yang berusaha mendekati 
BRANTAS. Camat Senen dan Kapolsek Senen menyatakan POSKO BRANTAS HARUS 
DIBUBARKAN, DENGAN ALASAN MENYALAHI PERDA DKI! Kawan-kawan di BRANTAS dan massa 
aksi menolak pembubaran dengan marah dan mengusir kehadiran Camat dan Kapolsek, 
yang disaksikan oleh para jurnalis media cetak dan media elektronik.
   
  13.35 Camat Senen, Kapolsek Senen, Pasukan Trantib dan Polisi menarik diri 
dari BRANTAS karena tidak tercapai kesepakatan.
   
  14.00 Di BRANTAS langsung digelar Konferensi Pers tentang Aksi Pembubaran 
Aksi dan Penangkapan Massa Aksi di Kampus BSI dan Upaya Pembubaran BRANTAS.

  15.10 Suasana BRANTAS mulai tenang.
  
PUSAT INFORMASI: 
Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia
Jalan Salemba Raya 10, Flat 21 Jakarta 10430
Faximile: 62-21-3150457
E-Mail: [EMAIL PROTECTED]
  
 


Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/   
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/ 






                                
---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on  Yahoo! Small Business. 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke