================================================================
Sdr. RedTOLERANSI yth,
Dalam Islam ada yang namanya "mut'ah", yaitu sebenarnya adalah pelacuran
yang dilegalkan. Caranya begini. Seorang pria yang sudah tidak bisa ngempet
syahwatnya pergi ke seorang "pelacur" (pelacur legal atau wanita-2 yang
kesepian) dan menikahinya sirri, artinya rahasia, yaitu hanya dimuka seorang
"penghulu" (= germo?) yang menikahkan kedua makhluk yang ingin bersebadan itu
(tentu saja dengan imbalan materi) dan setelah hajatnya rampung, mereka akan
diceraikan lagi. Cara ini adalah cara bagaimana agar tidak melanggar ayat-2 Al
Qur'an yang melarang per-zinah-an. Jadi mereka tidak berdosa. Ini katanya! Pada
hakekatnya hal ini adalah "Heuchelei", ke-pura-2-an, ke-munafik-an. Mereka mau
menipu Allah dengan pura-2 menjalankan angger-2nya, tetapi tetap saja secara
hakiki mereka melanggarnya.
Aturan seperti ini sepengetahuan saya hanya ada dalam Islam!
Lebih dosa lagi adalah orang-2 yang meng-komersiil-kan hal-2 semacam ini
seperti Jusuf Kalla. Sebagai umat Islam dia adalah - - - . . . - - - , sebab
tidak saja menipu Tuhan tetapi juga melegalkan penipuan itu agar orang lain
juga melakukannya, jadi adalah tindakan laknat dari setan yang menipu manusia
agar menjalankan dosa dan menjadi pengikutnya di neraka.
Zum Teufel, go to hell, pergilah keneraka orang-2 munafik itu!
ks.
================================================================
RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
Keterangan:
=========
Pernyataan blak-blak-an di atas tadi itu adalah kiriman dari salahseorang
anggota
Milis-Milis ini. - Kami tidak komentari lagi karena sudah cukup tandas dan
jelas
pikiran yang dikemukakannya. Beberapa kata-katanya kami (RedT) hapus, -
merupakan ungkapan kemarahan sangat besar terhadap pernyataan J.Kalla itu.
RedTOLERANSI. RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
Ambon <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
Bisness Janda ini akan lebih mekar apabila RUU Anti Pornografi disyahkan,
karena sesuai undang undang tsb umur 12 tahun adalah dewasa. Kemekaran ini
akan bisa lebih hebat lagi apabila hukum Syariah diberlakukan sebagai
perlindungan kawin mutah. Jadi kalau Indonesia mau mengaktrasi turis
internasional, cukup dengan slogan : "Indonesia the land of heaven on earth".
----- Original Message -----
From: RedTOLERANSI
To: HKSIS ; Mediacare ; Nasional-list ; Pepicek Post ; Post PPIIndia ;
Wahana
Cc: Prof. Ernoko Adiwasito ; Amatullah Shaffiyah ; Hok An ; Dr. Pheni
Chalid ; detikcom ; [EMAIL PROTECTED] ; HamNusantara ; Batara R. Hutagalung
; indomedia ; Jawapos ; Dr. Ignas Kleden ; Paskal Kleden ; Goenawan Mohamad
; Dr. Susetiawan Mohammad ; Thoras Nainggolan ; Dr. Heru Nugroho ; Siswa
Rizali ; Dr. Marsillam Simanjuntak SH ; Soewarto ; Budiman Sudjatmiko ;
Dr. Avinanta Tarigan ; Salahuddin Wahid ; Rini Walhi ; Dr. Willy
Wirantaprawira ; Dr. I Made Wiryana ; Wimar Witoelar ; Yeni Zannuba ;
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; Elba Tagor Harahap
Sent: Sunday, July 02, 2006 7:28 AM
Subject: [HKSIS] (Bisnis Janda): Wapers J.Kalla membantah !
RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
Komentar (tentang Bisnis Janda . . .):
===========================
Sebenarnya, tema tentang "Bisnis Janda" yang sekarang sedang dihebohkan
adalah antaralain masalah yang tergolong bukan "pengetahuan" baru di
kalangan masyarakat Indonesia.
Semua orang (di dalamnegeri maupun orang-orang asing di luarnegeri) sudah
lama mengetahui tentang hal itu, bahkan dengan sukaria memanfaatkan
salahsatu akibat dari semakin beratnya tekanan hidup di bidang ekonomi, -
yaitu: PROSTITUSI (pelacuran seks).
Negeri kita yang konon berkebudayaan tinggi dan halus, yang konon juga
penduduknya religius (sebagian terbesar adalah Muslimin dan Muslimat, lantas
Kristiani, Hindu, Buddha, Konghucu, . . .), - namun tersohor di mana-mana
sebagai negeri dimana kaum pria dari segala penjuru dunia (tapi terutama
juga kaum pria berduit yang di Indonesia sendiri !) berpesta-pora menikmati
kehalusan dan kecantikan wanita Indonesia, - boleh dikata dengan "harga
obralan" !
Di Eropah ini, - untuk maksud "yang begituan" itu, bisa memakan ongkos
sampai ratusan US Dollar/Euro hanya untuk beberapa menit saja, itu pun masih
dengan pelbagai persyaratan yang ditentukan oleh sang Pelacur (tidak bisa
sembarangan dilanggar, sebab, bagaimanapun juga, mereka semakin diatur dan
dilindungi oleh Hukum yang berlaku).
Jadi, - menurut pendapat kami (RedTOLERANSI), kalau pun PROFESI yang
termasuk tertua di dalam Sejarah Ummat Manusia ini (yaitu
Prostitusi/Perdagangan Seks) memang tidak mungkin dihilangkan, karena bisa
bikin pusing kepala kaum pria yang berduit, - maka sewajarnyalah segalanya
diatur dan dijaga oleh Hukum. - - - Jangan sampai amburadul dan jorok
seperti sekarang ini, dong ! - Mau disembunyikan ke mana lagi wajah Bangsa
Indonesia yang sudah sangat tercoreng-moreng begini ?!
Mosok Wapres Bapak J.Kalla sebagai pemimpin Bangsa Indonesia ini tidak malu
besar, meski sudah lama tahu dan mendengar tentang Gang Doli di Surabaya,
lantas tentang gadis-gadis dan anak-anak sekolah (ABG-ABG !!!) yang berdiri
di jalanan menjajakan "barang dagangan" mereka pada bapak-bapak yang
seliweran naik mobil-mobil mentereng . . . Atau, wanita-wanita muda cantik dan
mulus-mulus yang menawarkan "sesuatu" di Mall- Mall, - di kota Bogor, di
Bandung, di Jakarta, di Surabaya, - bahkan konon ada yang pakai jilbab segala.
Juga: siapa tak kenal "ayam kampus" ? . . . Apakah Wapres Bapak J.Kalla
sebagai yang sementara ini sedang memimpin Bangsa Indonesia tidak malu
besar ?
Namun, - karena J.Kalla MEMBANTAH dugaan bahwa telah mengucapkan
kalimat-kalimat yang sangat tidak bermoral itu, maka seharusnya diadakan
penyelidikan yang tuntas, - siapa yang bicara benar: Wapres J.Kalla yang
salah diinterpretasikan ucapannya, atau memang karena si Wartawan yang
sedang kesepian ("kepingin juga" tapi kantong sedang kempes) sampai menjadi
ngawur cari sensasi mau memperdagangkan "barang-barang jorok" di negerinya,
melalui . . . Wapres J.Kalla.
Seharusnyalah hal itu diselidiki dan dijelaskan. Tidak boleh sekedar
dianggap "ngono yo ngono, ning ojo ngono" ! - Kalau si Wartawan yang ngawur,
maka dia dan media nya harus dikenakan sanksi dan peringatan, sebab dia
telah MEMFITNAH seorang warga negeri ini. - Tapi, seandainya Wakil Presiden
Republik Indonesia terbukti telah mengeluarkan ungkapan-ungkapan yang TIDAK
SENONOH begitu, maka terserah pada Perhimpunan-Perhimpunan Wanita di
Indonesia ini, dan juga pada Rakyat Indonesia sendiri apa mau dipimpin oleh
seseorang yang menghalalkan Perdagangan Janda-Janda Indonesia untuk
memuaskan hawa nafsu berahi para turis dari Timur Tengah/Arab ataupun dari
manasaja . . . Dan jangan lupa ! Ada pepatah yang berbunyi: ". . .begitu
Rakyatnya, ya, begitu pula Pemimpinnya . . ."
Begitu banyak orang-orang pintar Indonesia, begitu lantang dan
menggebu-gebunya tokoh dan elit-elit Indonesia berkaok-kaok tentang
Reformasi, Demokrasi, Civil Society, membela Wong Cilik, bahkan tentang
keharusan menegakkan Supremasi Hukum. - Masalah "kecil-kecil" seperti diatas
tersebut janganlah dibiarkan sekedar hanya masuk kuping kiri keluar kuping
kanan . . .
Kita belajar menegakkan Supremasi Hukum di negeri kita dengan juga mengusut
sampai tuntas masalah-masalah yang "kecil-kecil" sekalipun. Dan Bisnis Janda
bukanlah masalah kecil !
(Menurut Gus Dur: "Gitu aja kok sulit-sulit . . . !)
RedTOLERANSI.RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
Kalla Bantah Katakan Janda Bisa Jadi Daya Tarik Wisata
Jakarta, 1 Juli 2006 00:54
Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan, daya tarik pariwisata
Indonesia bukan pada masalah gender saja tetapi juga pada produk wisata
lainnya.
"Saya sama sekali tidak mengatakan bahwa wanita Indonesia dipakai (menarik
pariwisata) seperti itu. Astaghfirullah, saya baca di satu harian Ibu Kota
(berbahasa Inggris), saya sudah duga akan ada reaksi," katanya di Kantor
Wapres Jakarta, Jumat.
Laporan harian Ibu Kota berbahasa Inggris itu mengesankan seolah-olah Jusuf
Kalla menyetujui dijadikannya janda-janda di Jawa Barat untuk menjadi daya
tarik pariwisata turis dari Timur Tengah.
Wapres meminta agar media massa lebih berhati-hati dan dapat membedakan
guyonan yang tidak perlu ditulis.
Apa yang dikatakannya, lanjutnya, justru agar image wanita itu tidak dibawa
ke arah seperti itu.
Menurut Wapres, daya tarik pariwisata Indonesia bukan hanya pada masalah
gender saja tetapi juga pada produk wisata lainnya.
Wapres mengatakan, kesan yang selama ini muncul adalah obyek wisata
Indonesia terlalu mengandalkan daerah Puncak sebagai tujuan wisata, sehingga
turis asal Timur Tengah menganggap tujuan wisata di Indonesia hanya Puncak
padahal ada Bali, Sumatera, dan berbagai daerah lainnya.
Namun Jusuf Kalla meminta maaf jika pernyataannya itu dianggap terlalu
berlebihan.
Meski demikian, katanya, sebenarnya juga tidak salah jika orang-orang Arab
(Timur Tengah) itu menikahi wanita-wanita Indonesia.
"Jangan hanya orang barat saja yang kawin dengan orang kita, masak orang
Arab tidak boleh kawin dengan gadis Indonesia. Di koran itu dikatakan
seolah-olah Wapres mengatakan wanita dipergunakan untuk itu (hal-hal yang
negatif.red). Mana pernah saya bilang begitu," katanya.
Sementara itu, Kaukus Perempuan Parlemen untuk HAM di Gedung DPR/MPR
Jakarta, Jumat, menanggapi serius guyonan Wapres Jusuf Kalla saat membuka
simposium "Strategi Pemasaran Pariwisata di Kawasan Timur Tengah 2006-2009"
di Jakarta, Rabu (28/6).
Kaukus tersebut mengecam guyonan Kalla yang seolah-olah menyetujui adanya
komoditas janda-janda di Jawa Barat dan Pulau Batam untuk kepentingan
pariwisata. Kaukus menilai usulan Kalla itu bersifat melecehkan harkat dan
martabat para janda dan kaum perempuan. [TMA, Ant]
http://www.gatra.com/artikel.php?id=95902
---------------------------------
|
---------------------------------
Yahoo! Mail - Sie denken an Ihre Sicherheit? Das tun wir auch.
---------------------------------
Jetzt mit Yahoo! Messenger Tickets zur FIFA WM 2006 gewinnen.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/