RIAU POS
Selasa, 04 Juli 2006
Kritik Perlu untuk SBY
Dalam banyak kesempatan, mantan Presiden Megawati melontarkan kritik
terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Apa yang dikritik Megawati? Menurut putri presiden pertama RI Soekarno
itu, pemerintahan Presiden SBY lamban dalam menangani bencana. Secara umum,
Megawati membandingkan infrastruktur penanggulangan bencana alam yang dimiliki
negeri tirai bambu itu dengan infrastruktur bencana yang dimiliki Indonesia.
Menurut Megawati, infrastruktur penanggulangan bencana di Cina lebih siap
dibandingkan dengan di Indonesia. "Dalam pemilikan infrastruktur bencana, Cina
pantas menjadi rujukan Indonesia," ujarnya.
Tidak hanya seorang mantan presiden seperti Megawati, siapa pun di negeri
ini paham bahwa dalam menangani bencana, pemerintah memang sering lamban.
Akibatnya, selain kerusakan akibat bencana itu menjadi lebih buruk, korban
menjadi lebih banyak.
Tetapi, siapa pun paham bahwa sesungguhnya penanganan bencana yang lamban
sudah menjadi tabiat buruk hampir segenap jajaran birokrasi di negeri ini.
Dengan kata lain, dalam hal birokrasi, yang lambat dalam menangani bencana alam
tidak hanya terjadi pada saat SBY berkuasa.
Bedanya, saat Megawati berkuasa, dia belum sepenuhnya teruji karena saat
itu tidak banyak bencana alam yang menimpa negeri ini. Simak saja, bencana alam
besar seperti tsunami, Aceh, dan gempa bumi di Jogjakarta, terjadi pada
pemerintahan SBY.
Padahal, kalau persoalan kelambanan menangani bencana itu disebabkan
kinerja birokrasi pemerintah, andaikata bencana demi bencana itu terjadi saat
Megawati berkuasa, belum tentu pemerintahan ketua umum DPP PDI Perjuangan itu
akan lebih responsif, cepat, dan cekatan dibandingkan dengan pemerintahan SBY.
Sebelum mengkritik SBY lambat menangani bencana alam, Megawati dan
partainya, PDI Perjuangan, juga sering melakukan kritik terhadap cara-cara
pemerintahan SBY memberantas korupsi.
Menurut Megawati dan PDI Perjuangan, pemerintahan SBY cenderung tebang
pilih dalam memberantas korupsi. Akibatnya, hanya koruptor-koruptor yang tidak
dekat pemerintah yang ditangkap, sedangkan dugaan pelaku korupsi yang dekat
pemerintahan tidak seluruhnya ditangkap dan dipenjarakan.
Oleh sebab itu, kritik demi kritik dari mantan presiden terhadap presiden
itu perlu dipahami sebagai bagian dari agenda politiknya untuk terus
berkompetisi guna memenangi pemilihan presiden pada 2009.
Dan, hal itu adalah wajar dan rasional. Artinya, di mana pun partai
oposisi akan senantiasa mencari celah kelemahan presiden -dari partai berbeda-
yang sedang berkuasa untuk melakukan tekanan politik.
Pada saatnya, pada pemilu, diharapkan kritik demi kritik itu dapat
menjadi media untuk mendapatkan dukungan pemilih sehingga akan dapat
mengalahkan partai atau presiden yang sedang berkuasa.
Namun, sebaliknya, bagi presiden yang sedang berkuasa, kritik demi kritik
dari partai atau mantan presiden yang jadi musuh politiknya perlu dijadikan
masukan agar dapat memperbaiki kinerja pemerintahan atau birokrasinya.
Mengapa kritik itu sangat perlu bagi SBY yang sedang menjalankan tugasnya
saat ini? Sejarah pemimpin bangsa ini, umumnya pihak kerabat yang mengambil
keuntungan itu lah yang sering menjatuhkannya.
Misalnya Soeharto dijatuhkan karena ulah anak-anaknya sendiri dan juga
rekan-rekannya. Demikian juga saat Presiden BJ Habiebie (kedekatan dengan
Adiknya dan orang-orang terdekat), Gus Dur tak jauh beda, Megawati yang
dikalahkah SBY karena dianggap lebih memberikan ruang pada suaminya. Nah, di
sinilah perlunya kritik bagi SBY, agar dia tidak keliru dalam menafsirkan tugas
yang diembannya
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/