http://www.gatra.com/artikel.php?id=96053
Muladi: Kasus Senjata Ilegal TNI Sudah Jadi Budaya Jakarta, 6 Juli 2006 16:52 Gubernur Lemhanas Muladi mengatakan, penyimpanan senjata di kediaman seorang perwira TNI sering dilakukan pada masa lalu. "Saya kira praktek-praktek itu peninggalan masa lalu, budaya masa lalu. Kalau sekarang sepertinya tidak mungkin terjadi," kata Muladi di sela-sela acara pembekalan kursus singkat Lemhanas oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta Kamis. Menurut Muladi, pada masa lalu kecenderungan untuk melakukan pelanggaran hukum seperti penyelundupan senjata mudah dilakukan dengan menggunakan berbagai alasan seperti keamanan dan alasan kerahasiaan. Namun, Muladi menilai tindakan yang dilakukan Wakil Asisten Operasional Kepala Staf TNI AD almarhum Brigjen Koesmayadi itu tidak dilakukan TNI sebagai kesatuan, tetapi hanya oleh oknum-oknum pribadi anggota TNI. "Ini hanya elemen, oknumnya saja. TNI sebagai kesatuan saya pikir tidak. Tindakannya dilakukan tidak secara sistemik, karena KSAD waktu itu juga tidak tahu, ini hubungan antar pribadi yang terjadi," katanya. Muladi juga menilai penemuan ratusan pucuk senjata dan puluhan ribu peluru ini motifnya hanyalah bisnis biasa dan bukan alasan politik. "Kalau alasan politis ini berat. Temuan senjata ilegal itu melanggar UU 12 tahun 1951 dan pidana mati ancamannya," katanya. Muladi berharap penyelidikan yang dilakukan Puspom TNI berjalan dengan terbuka dan transparan termasuk untuk memanggil jenderal-jenderal TNI AD yang masih aktif sebagai saksi. "Kita serahkan kasus ini ke Panglima TNI. Yang penting dilakukan terbuka, transparan dan dipertanggungjawabkan. Kita dukung langkah Dan Puspom TNI Hendarji Supanji. Saya yakin ia berani (memanggil jenderal TNI AD aktif), tentu dalam pengendalian panglima TNI," katanya. [TMA, Ant] [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

