Terima kasih penulis 1710, pengelompokan itu saya baca
dari buku Menuju Tranformasi Berpikir Politis.Dalam
buku tersebut bahkan dibedah bagaimana peran media
masa, baik wartawannya, pemilik media masa dll.

Ehmm... btw isu premanisme memang lagi sedang
digulirkan oleh sekelompok tertentu yang berseberangan
dengan paham kelompok tersebut dengan berujung
keinginan pembubaran suatu ormas ^_^. Jadi saya sudah
cukup menebak kiranya dimana Penulis ini berpihak. 

AS negara berideologi neokapitalis, Cina, Korut, Chili
contoh negara berideologi Komunisme. 
Karena ilmu saya lemah, kiranya mohon pencerahan
Penulis 1710.

salam,
aris

--- penulis1710 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Kang Dede.
> Saya berubah pikiran. Saya sempat bilang supaya
> bersabar pada solikha 
> supaya saya bisa mendengar penjelasan-penjelasan
> anda yang jernih dan 
> mencerahkan.
> ternyata si solikha ini memang minta ampun.
> bicara tentang sesuatu yang sama sekali tidak
> dikuasainya.
> bagaimana dia bisa menggolongkan negara AS dan Cili
> dalam satu 
> kategori besar sebagai negara-negara ideologis ?!!
> Kang, cuekin aja.  Sungguh menghabiskan energi
> menghadapi orang yang 
> tidak respek pada ilmu (Masih ingat kang, kita dulu
> berapa sks untuk 
> belajar mengenai sistem politik barat, pemikiran
> politik barat, 
> pengantar ilmu politik, sistem politik timur tengah,
> dll). Dan 
> sekarang tiba-tiba ada yang mengkategori dunia
> seenak udelnya. 
> Memangnya orang bisa langsung tahu peta global 
> hanya dengan baca 
> samuel huntington ?
> 
> Kang Dede,
> saya mengusulkan topik lain untuk diskusi: 
> premanisme di jakarta.
> sejauh mana anda sebagai wartawan TEMPO melihat
> gawatnya premanisme 
> di jakarta ?  Kalau memang sangat gawat, kenapa
> TEMPO belum pernah 
> membahas ini secara khusus ?
> Topik ini muncul setelah ngobrol-ngobrol dengan
> teman-teman arsitek. 
> Mereka berkeluh-kesah, betapa susahnya membangun
> rumah di jakarta.  
> Sejak truk datang menurunkan batu bata, para preman
> datang menagih 
> jatah. Bahkan di kompleks-kompleks perumahan yang
> sangat aman pun, 
> para preman ini merajalela dan beroperasi secara
> terbuka.
> 
> Kang Dede
> Itu cuma usulan. Kalau topik ini tidak dianggap
> penting dalam milis 
> ini, cuekin aja.
> 
> 
> thanks.
> 
> --- In [email protected], aris solikhah
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Terima kasih mas Dede.Baru kali ini Anda memuji
> saya.  He he he, 
> saya kira bukan harus demokrasi pun ilmu itu
> bermanfaat bagi semua 
> orang mas, semoga termasuk nanti khilafah klo
> berdiri sains sangat 
> dibutuhkan. Peradaban apa pun itu. Sains kan netral
> .  Saya akui saja 
> pemahaman ilmu politik dll masih kurang,  saya lagi
> belajar, 
> khususnya politik Islam yang berbeda dengan politik
> sekarang. 
> >    
> >    Tidak ada yang bilang secara tersurat namun
> secara tersirat. 
> Menurut saya, Ini bisa dipahami oleh para praktisi
> politik yang 
> senantiasa mencermati persoalan nasional dan
> internasional dan orang 
> yang sedang belajar berpikir ideologis. Wartawan
> biasanya sangat 
> potensial untuk berpikir ideologis. Rasa curious
> tinggi itu bagus.^_^
> >    
> >   Silakan saja mas menganalisa kebijakan mereka,
> pidato presiden, 
> lobi-lobi politik, kunjungan diplomasi, bantuan
> dana, statemen 
> mereka, media masa mereka dll. Apa yang ada dibalik
> perkataan mereka 
> yang diimbangi action mereka. Waktu mereka conpres
> misalnya....., 
> semua yang mereka katakan itu mempunyai maksud dan
> bertarget 
> sebenarnya. Kalau kita tidak hati-hati kita terkena
> propaganda dari 
> ucapan mereka.
> >    
> >    Kita akan bisa mengelompokkan negara dengan
> empat  golongan 
> besar. Satu,  Negara ideologis (AS, Inggris, Cina,
> Cili, Vietnam, 
> Korut,), kedua negara satelit ideologis atau
> kepanjangan tangan 
> negara ideologis seperti Australia, dan Singapura
> adalah satelit AS. 
> Ini bisa dilihat setiap kebijakan negara ideologis
> Ausi dan Singapura 
> makin memperkuat dukungannya. Ketiga, negara objek
> kebanyakan negara 
> berkembang Asia, Afrika, timur Tengah Indonesia
> termasuk didalamnya. 
> Keempat negara netral salah satunya Jepang.  Apa
> yang diungkapan atau 
> keputusan negara Ideologis khususnya AS akan menjadi
> trend mark 
> negara lain kalau pun tidak sangat dihormati dan
> terpaksa diadopsi 
> negara lain. ^_^
> >    
> >   Meski banyak diantara mereka (praktisi politik
> AS) meragukan 
> tentang clash of civilizations, tapi sesungguhnya
> yang saat ini 
> mereka sedang mempertahankan kekuatan dan kemajuan
> peradaban mereka 
> beserta ideologi atau prinsip hidup atau keyakinan
> yang diusung 
> negara mereka. 
> >    
> >   Mereka akan melakukan apa saja baik secara halus
> (upaya 
> diplomasi, bantuan, uang, pujian,dll) atau kasar
> (perang, intervensi 
> militer, isu-isu lain) untuk menghancurkan atau
> menyingkirkan sesuatu 
> yang menghalangi atau mengancam peradaban mereka. 
> >   Halus atau kasarnya strategi mereka tergantung
> dari kondisi 
> sosiologi masyarakat negara tersebut. Maka
> pemerintah AS dkk akan 
> memperlakukan berbeda dengan mereka. Indonesia lebih
> lunak, karena ya 
> sosiologi masyarakatnya mudah dijinakkan. Analisa
> ini makin diperkuat 
> dari buku EHM, John Perkins.
> >    
> >   Secara jujur saya dikatakan kekuatan itu salah
> satunya adalah 
> Islam yang ideologis yaitu cara pandang Islam yang
> bukan sekedar 
> agama tapi Islam yang meliputi aturan Kehidupan. Ini
> bukan sentimen 
> keyakinan saya, namun sungguh bila kita cermati
> kenapa gerakan Islam 
> yang ingin menerapkan aturan Islam yang menjadi
> bidikan. Sedangkan 
> gerakan yang kurang gaungnya tidak menjadi bidikan.
> Atau dilunakkan 
> dengan halus. ^_^. 
> >    
> >   Ancaman lain adalah confusianisme atau komunisme
> yang tidak bisa 
> ditaklukkan oleh Peradaban AS. Karena confusianisme
> juga merupakan 
> ancaman peradaban atau prinsip pemerintah AS.
> Peradaban itu meliputi 
> kepentingan sosial, politik, ekonomi, budaya,
> komunikasi dll. 
> >    
> >   Cobalah tengok negara-negara tersebut (Cina)
> menjadi pengimbang 
> kekuatan AS dan masih sulit ditaklukkan, semata-mata
> mereka bukan 
> karena maju secara teknologi,sains dan ekonomi.
> Adalah salah jika 
> kita menilai kemajuan suatu bangsa hanya semata-mata
> materi saja.
> >    
> >   Namun nilai-nilai spirit dan keyakinan yang
> mereka yakini secara 
> kuat, memotivasi mereka dalam memajukan negara
> mereka. NIlai 
> confusinisme. Sedangkan agama lain... sulit jika
> mereka bersifat 
> sekular karena karakteristik sekular sama dengan
> prinsip hidup AS. 
> Jadi kalau berpikiran sekular kita menjadi teman dan
> mendukung 
> strategy mereka, mohon maaf bila menyinggung. 
> >    
> >   Begitulah kenapa saya keras kepala berbicara
> syariat Islam bagi 
> umat ISlam. Dan bagi non Islam silakan memperkuat
> keimanan agama 
> masing-masing.  Syukur menerima syariat Islam. ^_^
> >    
> >   Kalau menurut mas Dede, bolehkah saya tahu
> pendapat mas 
> berdasarkan  ilmu Fisip  UI yang mas terima mengenai
> hal ini? Terima 
> kasih
> >    
> >   Yah.. kalau ini dianggap omong kosong, tak
> apalah...ini 
=== message truncated ===


The great job makes a great man
  pustaka tani 
  nuraulia


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke