--- In [email protected], aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Saya rindu suasana persatuan diantara umat Islam meski mereka 
berbeda-beda dari berbagai organisasi Islam. Ah alangkah indahnya 
jika seluruh umat Islam bersatu, umat lebih memfocuskan mencari 
titik persamaan.

------------

DH: Mungkin tulisan ini akan mencerahkan mbak Aris untuk mampu hidup 
dialam yang real dan pluralistis:

Islamphobia, Xenophobia, dan Milad Hanna
Oleh M. Guntur Romli
26/06/2006


Bagaimana melawan dua jenis phobia tersebut? Saya tidak akan pernah 
jemu untuk mengajak pembaca untuk menikmati kembali buku terjemahan 
karya Milad Hanna, "Menyongsong Yang Lain, Membela Pluralisme", yang 
diterbitkan oleh Jaringan Islam Liberal (JIL). Dalam buku ini, Hanna 
mengenalkan istilah Qabûlul Âkhar (menyongsong yang lain). Saya 
sepakat dengan Hanna, sikap ini adalah sebuah keniscayaan, jika umat 
manusia ingin hidup damai dan tentram di dunia ini.

Ketakutan terhadap Islam atau Islamphobia, adalah keresahan dan 
kesalahpahaman. Demikian kesan yang saya tangkap dari The 
International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ke-2, di Jakarta 
kemaren. Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi dan Presiden 
Indonesia Susilo Bambang Yudoyono menyuguhkan keresahan yang sama 
terhadap fenomana ini. Hemat saya, mungkin saja umat Islam merasa, 
Barat memiliki Islamphobia. Tapi di tepian lain, saya kira, Barat 
bisa juga merasa, sebagian umat Islam memiliki Xenophobia (ketakutan 
terhadap yang asing). Akutnya Xenophobia ini terbukti pada penolakan 
ide-ide modernisme, liberalisme, sekularisme dan pluralisme. Dan dua 
jenis phobia ini, bagi saya menjadi sumber utama dari ketegangan 
internasional saat ini. 

Bagaimana melawan dua jenis phobia tersebut? Saya tidak akan pernah 
jemu untuk mengajak pembaca untuk menikmati kembali buku terjemahan 
karya Milad Hanna, "Menyongsong Yang Lain, Membela Pluralisme", yang 
diterbitkan oleh Jaringan Islam Liberal (JIL). Dalam buku ini, Hanna 
mengenalkan istilah Qabûlul Âkhar (menyongsong yang lain). Saya 
sepakat dengan Hanna, sikap ini adalah sebuah keniscayaan, jika umat 
manusia ingin hidup damai dan tentram di dunia ini. Segala konflik 
dan kekerasan sepanjang sejarah manusia berujung-pangkal pada 
semangat kebencian dan menolak yang lain (karâhiyah wa rafdlul 
âkhar). Dan hemat saya, baik Islamphobia dan Xenophobia merupakan 
bentuk nyata dari karâhiyah wa rafdlul âkhar ini.

Hanna meyakini bahwa faktor penggerak pendulum sejarah 
adalah, "sentimen kolektif manusia" (al-masyâ'ir al-jamâ'iyyah lil 
insân). Sentimen kolektif itu berasal dari afiliasi-afiliasi manusia 
yang beragam: keluarga, suku, agama, bangsa, kepentingan sosial, 
ekonomi, dan politik. Jika sentimen kolektif itu dilumuri kebencian, 
maka, ia bisa menjadi amunisi efektif untuk mengancurkan afiliasi-
afiliasi lain. 

Namun kebekuan, fanatisme dan menganggap afiliasinya paling benar 
bisa dicairkan jika seseorang mengenal afiliasi-afiliasi lain, dan 
syukur-syukur bisa memiliki afiliatif yang plural. Seorang pengikut 
agama tertentu akan dapat menghargai pengikut agama lain, jika ia 
memiliki perkumpulan lintas agama. Untuk itu, sebuah perkumpulan 
yang sehat adalah wahana yang mampu mempertemukan keragaman afiliasi 
dan warna-warni dalam kehidupan manusia. Sederhananya seorang yang 
fanatik dan kaku, karena persoalan pergaulan saja. Kata pepatah, 
ibarat katak dalam tempurung. Ia terjebak dan berkutat pada 
keterbatasan. Untuk itu, ia harus mampu menerobos keluar dari 
kunkungan tempurung itu untuk menyongsong keragaman lain.

Seorang muslim fundamentalis bisa memiliki sikap yang apriori 
terhadap Kristen, karena berasal dari bacaan dan didikan para 
Kristolog muslim yang mengulas kekurangan, dan kesalahan agama lain. 
Materi perbandingan agama (muqâranah al-adyân) bukan materi yang 
mempelajari dan mengenalkan agama-agama lain tetapi sebagai ajakan 
untuk menyalahkan dan mengkafirkan agama lain. Materi dakwah Islam 
juga bukan bertujuan mengenalkan ajaran Islam, tapi bersemangat 
menaklukkan pengikut agama lain. Hal yang sama terjadi dalam sikap 
antipati terhadap Islam yang berasal dari karya-karya orientalis 
ekstrim yang mengulang-ulang tesis bahwa Islam adalah agama 
kekerasan, agama teror, dan agama pedang. Tesis-tesis provokatif 
itulah yang menyulut kebencian terhadap yang lain dan mengajak 
manusia itu saling berkonflik, berbenturan dan berperang.

Untuk itu, menghadapi Islamphobia dan Xenophobia, gagasan Milad 
Hanna di atas patut untuk diapresiasi lebih lanjut. Apalagi kita 
dihadapkan pada realitas keragaman di negeri kita yang sangat rumit 
dan kaya. Indonesia tidak bisa diidentikkan dengan satu suku, atau 
satu agama. Indonesia berasal dari kebhinekaan dan kita dituntut 
menerima kebhinnekaan itu sebagai satu-kesatuan (Bhinneka Tunggal 
Ika). Hal yang sangat mustahil jika kita memimpikan persatuan jika 
tidak mampu memahami dan menerima yang lain. Tidak ada yang salah 
dengan keragaman dan perbedaan dalam hidup ini, yang salah adalah 
sikap kita jika tidak mampu menyongsong; menyambut dan menerima yang 
lain itu.








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke