Sangat menarik. Seingat saya, artikel ini dikutip di
Bisnis Indonesia pekan lalu.... Biar banyak bencana,
biar banyak pejabat pemerintah dan politisinya busuk,
tapi masih merasa bahagia....

Apakah ini yang dinamakan bahwa kebahagiaan itu lebih
ditentukan oleh faktor "batin" (internal), bukan
faktor-faktor eksternal?

=====================================
Orang Indonesia No 23 Paling Bahagia,
Kalahkan Amerika (di Peringkat 150)

12 Juli, 2006 - Published 06:59 GMT

Kebahagiaan tidak mahal Orang bisa hidup panjang dan
bahagia tanpa menghabiskan kekayaan dan membuang uang,
kata sebuah survei.
"Indeks Planet Bahagia" yang mengukur indeks di 178
negara menyatakan pulau Vanuatu di Pasifik Selatan
sebagai tempat paling bahagia di planet Bumi.
Indeks ini disusun berdasarkan tingkat pengeluaran
masyarakat, usia harapan hidup dan tingkat
kebahagiaan, bukan dengan tolok ukur kesuksesan
ekonomi suatu negara seperti produk domestik bruto
(PDB).
Studi itu disusun oleh lembaga pengkajian the New
Economics Foundation (NEF). 
Ukuran tidak penting
Salah satu penyusun indeks NEF, Nic Marks mengatakan
tujuan indeks itu adalah memperlihatkan bahwa
kebahagiaan tidak harus terkait dengan kekayaan dan
tingkat pengeluaran yang tinggi.
"Jelas bahwa rtidak satu pun negara yang masuk ke
dalam indeks itu memiliki segalanya, tetapi ini
memberikan indikasi bagaimana kita mencapai umur
panjang dan hidup bahagia dengan apa yang ada di
sekitar lingkungan kita," kata Marks.
Vanuatu adalah negara kepulauan kecil di Pasifik
Selatan dengan penduduk 209.000 orang dan bukan negara
kaya. 
Perekonomiannya tergantung pada pertanian berskala
kecil dan industri pariwisata. PDB Vanuatu hanya
menempati peringkat ke-207 dari 233 negara. Namun,
masyarakat negeri ini tetap merasa bahagia.
Di peringkat lima besar, ditempati negara-negara
Amerika Latin dan Tengah serta Karibia, yaitu
Kolombia, Kosta Rika, Dominika dan Panama.
Sedangkan Zimbabwe menempati peringkat terbawah daftar
ini. Di peringkat lima besar terbawah adalah
Swaziland, Burundi, Republik Demokratik Kongo dan
Ukraina.
Sementara negara-negara makmur ternyata bukan termasuk
yang terlalu bahagia.
Inggris menempati peringkat ke-108, Jerman ke-81,
Jepang ke-95 dan Amerika Serikat di peringkat ke-150.
Sedangkan Rusia di tempat ke-172 dan Italia di
peringkat-66.
Koordinator ekonomi Friends for the Earth, Simon
Bullock mengatakan dari hasil penelitian itu
menunjukkan kebahagiaan ternyata tak harus menguras
isi bumi. 
"Penelitian dengan basis PDB sudah kuno, tidak
membangun dan tidak menciptakan hidup yang lebih
baik," kata Bullock.
"Contohnya perekonomian Inggris maju pesat, namun
nyatanya masyarakat Inggris tak lebih bahagia
ketimbang orang Kolombia, bahkan jauh tidak bahagia."
Marke Lowen dari Vanuatu Online, koran online negeri
kecil itu mengatakan rakyat Vanuatu bisa bahagia
karena terbiasa dengan kondisi yang serba minim.
"Kami bisa bahagia karena masyarakat kami sudah puas
dengan kondisi yang serba terbatas ini," katanya pada
harian Guardian.
"Kami bukan masyarakat yang konsumtif. Kehidupan kami
di sini adalah tentang keluarga, teman dan berbuat
baik untuk orang lain. Vanuatu adalah tempat di mana
Anda tak pernah merasa khawatir."
"Satu-satunya hal yang kami khawatirkan hanyalah angin
topan dan gempa bumi."
Di mana posisi Indonesia? Ternyata masyarakat
Indonesia dinilai cukup bahagia karena menempati
peringkat ke-23. Namun, Filipina maih sedikit lebih
baik di posisi ke-17 sedangkan Thailand di posisi
ke-32.




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke