Yang saya yakin adalah, tidak bakalan ada penyadapan di KBRI di kawasan Amrik ...
lah ngapain juga ... khan para mas2 intel cia sudah puluhan taun lalu buka kantor di sini . maap loh mas2 intel , saya jangan di 'dor' Pada tanggal 06/07/17, imuchtarom <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > > > info penyadapan kantor-2 KBRI seperti > di bawah ini sama sekali bukan info yang > mengejutkan. > > Secara 'politis' yg. rada menarik adalah > dari 7 kasus yang terungkap itu, 3 di > antaranya adalah KBRI di Jepang, Kanada, > Korsel + 3 negara-2 Scandinavia! > > bukankah negara-2 di atas selama ini > termasuk friendly dan tidak punya masalah > khusus dengan indonesia. > > satu-2 nya 'persamaan' antara 'rezim' > pemerintah tokyo, ottawa, dan seoul saat > ini adalah semuanya merupakan rezim-2 > pemerintahan yang cukup bersemangat > menjadi 'antek' amerika. > > akan lebih masuk akal jika negara-2 > yang memata-matai RI adalah negara-2 > tetangga yang tidak 'mempercayai' RI, > khususnya Ostrali. Saya sih yakin > 99.99% kantor KBRI di Canberra itu > pasti juga sadap; cuma teknologi > peralatan penyadapannya jauh lebih > canggih ketimbang yang bisa di temukan > oleh lembaga KIM (kontra-intelijen melayu) > kayak LSN (lembaga sandi negara) itu - > teknologi penyadapan yang bisa ditemukan > oleh LSN di atas kayaknya mirip-2 teknologi > intelijen ala James Bond jaman Sean Connery > (tahun 1960)an, yang sudah sangat kuno. > > Seperti disebutkan pada berita di bawah > ini, kalo alat penyadapnya sampai "menyedot" > tenaga listrik dari kantor KBRI yang disadap > sampai 50% ya itu namanya teknologi alat > penyadapnya luar biasa "kebangeten" kunonya :), > mungkin masih amplifier pake tabung elektron ... :) > apa betul seperti itu yang di maksud ... > > bagaimana dengan KBRI yang di Washington DC, > London, Paris, Den Haag dan Berlin? juga > KBRI-2 di negara-2 Arab. Saya tidak curiga > dengan negara-2 Arabnya tapi dengan Mossad, > yang biasanya punya banyak 'asset' ( kaki-tangan ) > di negara-2 arab itu. > > Tapi saya rasa jauh lebih efektif bagi > negara-2 maju untuk melakukan penyadapan > informasi di jakarta, dengan dukungan > kantor kedubes masing-masing. > > *** > > Kasus KBRI di Yangoon juga menarik :) > Satu-2 nya penjelasan yang masuk akal > adalah karena pemerintah 'junta militer' > Burma saat ini menaruh takut ato curigation > bahwa karena RI sudah menjadi negara > 'demokratis', akan berusaha menyebar > luaskan 'paham demokratisnya' ke negara-2 > Asia-Afrika laen-nya, utamanya negara-2 > Asean yang di anggap 'less civilized' > dibanding RI, hehehe, amusing ... :) > > ----( IM )----------------------------- > > . > > > -- Salam Revolusi IT Indonesia !!!! Alpha Bagus Sunggono http://bagusalfa.blogspot.com [EMAIL PROTECTED] [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

