REFLEKSI: Dugaan tanpa bukti kebenaran  adalah mimpi  buruk di siang hari 
bolong. 


http://www.suarapembaruan.com/News/2006/07/18/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Sejumlah KBRI Disadap
Djoko menduga adanya basis CIA beroperasi di Indonesia dengan memakai nama 
NAMRU. 

[JAKARTA] Sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di beberapa negara 
disadap oleh pihak intelijen setempat. KBRI yang disadap itu adalah Norwegia, 
Finlandia, Denmark (tiga negara di Skandinavia), RRC (Beijing), Jepang (Tokyo), 
Myanmar (Yangoon), Korsel (Seoul) dan Kanada (Ottawa). 

Penyadapan yang diduga untuk kepentingan intelijen tersebut dikemukakan anggota 
DPR dari Komisi I, Djoko Susilo, di sela-sela rapat dengar pendapat dengan 
Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), Senin (17/7) di ruang kerjanya. Rapat dengar 
pendapat Komisi I dengan Lemsaneg yang dipimpin kepalanya, Nachrowi Ramli 
berlangsung tertutup. 

Menurut Djoko Susilo yang berasal dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) 
itu, penyadapan paling parah terjadi di KBRI di Yangoon (Myanmar) dan negara 
tersebut dinilai Djoko seperti tidak tahu berterima kasih. Diungkapkan juga, 
metode penyadapan menggunakan dua cara, yakni melalui aliran listrik (power), 
di samping menggunakan metode yang disebut super brown. 

Dalam rapat dengar pendapat, kata Djoko, semuanya dijelaskan dengan sangat 
gamblang dan detail. "Misalnya di Tokyo begini begini, di Beijing begini 
begini. Selain di Yangoon, yang juga parah adalah di Tokyo dan Ottawa. Itu 
strongly proven," kata Djoko. 

Dikatakannya juga, penyadapan di kantor perwakilan suatu negara merupakan 
pelanggaran terhadap Konvensi Wina tentang kekebalan diplomatik dan bisa 
dikenai sanksi hukum internasional. Karena itu Deplu, melalui Direktorat 
Pengamanan Fasilitas Diplomat-nya harus memeriksa secara rutin bekerja sama 
dengan BIN dan Lemsaneg. 

Penyadapan yang sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu itu, menurut Djoko 
memperlihatkan kelemahan dan kekurangan fasilitas dan kemampuan negeri ini 
mengatasi persoalan. Di Yangoon sebenarnya sudah diprotes berkali-kali dan di 
Australia sampai saat ini tidak ada kelanjutannya. Di dalam negeri sendiri, 
Djoko mencontohkan beroperasinya Naval Medical Riset Unit (NAMRU) di kawasan 
Percetakan Negara, Jakarta yang diduga sebagai basis CIA beroperasi di 
Indonesia. "Itu resminya adalah riset biologi dan penyakit malaria, tetapi 
mengapa harus menggunakan paspor diplomatik bagi para stafnya dan teleponnya 
sama sekali tidak bisa dicek," kata Djoko. 

Hal yang lebih memprihatinkan lagi, kekebalan diplomatik bagi para stafnya itu 
sudah diprotes Deplu, BIN, dan banyak pihak lain. Namun Depkes sebagai leading 
sector tetap memberikan paspor diplomatik tersebut. NAMRU yang merupakan bagian 
dari Armada Ketujuh Angkatan Laut AS sudah beroperasi di Indonesia sejak tahun 
70-an dan kesepakatannya dilakukan Menkes ketika itu, GA Siwabessy.Djoko 
menduga, NAMRU tersebut dijadikan AS dan CIA untuk operasi intelijen. [Y-3] 


Last modified: 18/7/06

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke