Mas, mendengar istilah Ngesti Pandowo, air mata saya berlinang. 
Kini, dalam usia kepala enam, saya terkenang gambar gambar masa 
kecil.

Tahun 1955 (atau 56?). Gunung Merapi meletus, ribuan korban jiwa dan 
harta. Untuk mengumpulkan dana bagi para korban, Ngesti Pandowo 
ensemble wayang orang dari Semarang ini, main ber-bulan bulan, 
diatas tenda di lapangan banteng.

Setiap minggu, kebanyakan malam minggu, saya diajak ayah dan ibu 
menonton, saya masih dikelas 5 SR (sekolah rakyat, kini SD). Lakon 
demi lakon saya manifestasikan dibenak dan sanubari, mengukuhkan 
rasa tebal budaya Jawa, yang memang dipupuk dalam keluarga kami.

Saya terkenang pimpinan Ngesti Pandowo, yang dipegang oleh pak 
Sastrosabdo.

Sampai kini, saya berterimakasih untuk penempaan kesadaran budaya 
dan bahasa yang dalam, yang memperkukuh rasa kebanggaan sebagai 
bangsa Indonesia. Saya pelajari bahasa Kawi (Jawa kuno) kala di SMA.

Semoga generasi sekarang, generasi penerus, 5o tahun kemudian, juga 
berkesempatan menimba dan mendalami budaya leluhur.

Terimakasih Ngesti Pandowo. Terimakasih pak Sastrosabdo dan jajaran.

Salam

danardono










--- In [email protected], "antonhartomo" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> adakah milisers
> yang tinggal di seputar Jateng yang hadir
> mohon sharingnya
> wasalam
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ---:
> FYI
>             UNDANGAN
>    
>   Pameran Foto
>   NGESTI PANDOWO - NYELARAS ING ZAMAN
>   Proyek bersama Adityo Dwi Riyantoto, Anang Wasono Soenarto,
>   Darma Ismayanto, M.S. Shaputra, dan Prasetiyo Budi Utomo
>  
>   Ruang Pamer:
> RUMAH SENI YAITU:
> Kp. Jambe 280 Semarang 50124
> Telp. (024)8414892 / 8418024 / 70184240
> E-mail: yaitu_art@    
>       Pembukaan/ Diskusi
>   Jumat, 30 Juni 2006; Pukul 19.00 WIB
>    
>   Pameran:
>   1 - 17 Juli 2006
>    
>     Jam Buka:
>   Setiap hari kecuali hari libur (Pkl. 10.00 – 17.00 WIB)
> 
>    
>   Dibuka oleh:
>   Tjahjono Rahardjo (pengajar Program Magister Lingkungan
>   dan Perkotaan Unika Soegijaprana Semarang)
>    
>   Penulis:
>   Triyono Lukmantoro (pengajar Filsafat dan Etika pada
>   Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Undip Semarang)
>    
>   Siapakah yang masih mengenal Wayang Orang Ngesti Pandowo?
>   Berapa banyak pihak yang sedemikian sudi memberikan kepedulian 
>   kepada kelompok wayang orang dari Semarang itu? Berhasilkah
>   Ngesti Pandowo, dengan mengoperasikan segenap siasatnya,
>   mampu mempertahankan eksistensinya dalam arena persaingan
>   tontonan yang mengharuskan kesemarakan dan keserbacepatan?
>    
>   Jawabannya, kemungkinan saja, tidak terlalu menggembirakan. 
>   Mungkin jawabannya dapat dilihat dalam foto-foto yang dikerjakan 
>   oleh tiga pemuda (Anang Wasono Soenarto, Mohamad Satrio 
>   Shahputra, dan Prasetiyo Budi Utomo) yang, tampaknya, masih 
>   memiliki kepedulian (atau setidaknya keingintahuan) terhadap 
>   keberlangsungan nyawa WO Ngesti Pandowo. Mereka bertiga 
>   dibantu Darma Ismayanto yang menuliskan sejarah WO Ngesti 
>   Pandowo dan Adityo Dwi Riyantoto yang mendokumentasikan 
>   seluruh proyek ini.
>    
>   Realitas apa pun yang disajikan dalam lembar-lembar karya 
fotografi
>   itu bukanlah refleksi atau cerminan sempurna dari kehidupan 
Ngesti
>   Pandowo itu sendiri. Mengharapkan dan menempatkan fotografi
>   menjadi sejenis tiruan atau mimikri yang sempurna dari realitas 
> yang
>   dirujuknya adalah sebuah evaluasi yang sungguh naif dan terlalu
>   mengada-ada.
>    
>   Fotografi merupakan arena representasi yang berupaya menghadirkan
>   kembali realitas sesuai dengan sudut pandang selera dan pemikiran
>   yang telah dipilih oleh para fotografernya.
>    
>   WO Ngesti Pandowo sendiri adalah kelompok kesenian tradisional 
>   yang tak lapuk dimakan usia. Ia sudah berusia 69 tahun. 
Paguyuban 
>   ini didirikan pada 1 Juli 1937 oleh Samadi (kemudian dikenal 
> dengan 
>   nama Ki Sastrosabdo), hanya bermodal uang 100 gulden dan 
peralatan 
> pinjaman, di Maospati, Madiun. WO Ngesti Pandowo lantas mbarang 
>   ke seputaran kota-kota Jawa Timur, seperti Nganjuk, Surabaya, 
> Kediri 
>   dan Tulungagung. Dengan tekad menyamai WO Sriwedari, yang 
>   masyhur terlebih dahulu di Jawa Tengah, maka kelompok ini mulai 
>   melanglang ke Jawa Tengah, tepatnya di Klaten, tahun 1942. WO 
>   Ngesti Pandowo lantas mulai memikat penontonnya, terlebih karena
>   berani mementaskan lakon Bratayuda yang saat itu masih dianggap 
>   sebagai lakon larangan.
>    
>   Waktu berjalan. WO Ngesti Pandowo kemudian berpentas secara 
>   permanen di Gedung GRIS, Jalan Pemuda Semarang. Di sinilah 
>   puncak kejayaan diraih. Penonton membludak. Antrian pembeli 
tiket 
>   mengular. Setiap lakon yang dipentaskan menjadi box office. WO 
>   Ngesti Pandowo menjadi primadona seni pertunjukan panggung 
>   pada masanya.
>    
>   Zaman beralih. Budaya hiburan pop instan mulai disukai 
masyarakat 
>   kita. Sesuatu yang kitsch dijadikan ukuran pementasan. Tatkala 
> cita 
>   rasa menjadi sumir batasnya dan seni tradisi tak mengantisipasi 
> model 
>   yang lebih up to date, maka para anak wayang WO Ngesti Pandowo 
>   sedang menyongsong suatu masa depan yang entah. Sekarang ini, 
>   saat ini.
> 
> 
> 
>   *** Siaran Pers ini diterbitkan oleh Rumah Seni Yaitu ***
>







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke