Nizami,

Bacalah.

Saya itu eman dng sampean yg sering untuk niat baik dng sengaja
melabraklanggar banyak batas sehingga ada yg berbaik hati memberi sebutan
menarik, 'muslim vulgar'. Nah kalau Anda mau sedikit lagi saja terus membaca
- belajar - sinau, Anda akan paham bahwa 'cara' bisa sangat menentukan
hasil. Sebaliknya, 'cara' yg salah justru akan menimbulkan antipati yg
akan menutup segala kemungkinan ke arah hasil.

Sekali lagi bacalah.

yk.

ps: Bila Anda mau membaca, Anda akan tahu bahwa kalimat pertama Anda di
bawah adalah kaprah.

On 7/20/06, A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>    Tidak ada hubungannya karakter bangsa dengan
> pelarangan Perda Syari'ah.
>
> Dalam sistem syari'ah yang benar minuman keras/mabuk,
> perjudian, perzinahan/pelacuran, pornografi bahkan
> pencurian/korupsi dilarang. Adakah yang negatif dari
> itu?
>
> Jika minuman keras dibebaskan orang kerjanya hanya
> akan mabuk dan otak rusak karena kecanduan. Yang
> berjudi menghabiskan uangnya di meja judi ketimbang
> untuk belanja keluarga atau usaha.
>
> Suami yang pergi ke tempat pelacuran akan menularkan
> berbagai penyakit seperti herpes, sipilis, bahkan AIDS
> ke istrinya. Adakah para istri yang jadi anggota di
> milis ini bangga/senang jika suaminya rajin pergi ke
> tempat pelacuran?
>
> Pencurian/korupsi dalam Islam juga dilarang.
> Hukumannya tegas: potong tangan. Dan hukum
> dilaksanakan tanpa pandang bulu. Nabi berkata, jika
> yang mencuri adalah Fatimah anaknya, maka dia sendiri
> yang akan memotong tangannya.
>
> Agar maju bukan sistem syari'ah yang positif dilarang
> atau membiarkan minuman keras, perjudian,
> pelacuran/pornografi merajalela. Kalau perjudian,
> minuman keras/mabuk-mabukan, pelacuran,
> pencurian/korupsi merajalela bangsa kita malah akan
> hancur. Justru kita harus menghilangkan sisi yang
> negatif agar karakter kita bisa baik.
>
> Selain itu mental bahwa bangsa kita tidak mampu,
> bangsa kita belum mampu (misalnya dalam berbagai kasus
> pengelolaan migas dan hasil tambang lainnya) itu harus
> dihilangkan. Tanamkan keyakinan bahwa kita bisa. Pasti
> ada cara.
>
> Bukankah bangsa Amerika ketika sama sekali belum
> pernah ada orang yang melakukan pertambangan minyak di
> abad 18 mereka berani melakukannya meski mungkin
> sebelumnya mengalami banyak kegagalan?
>
> Thomas Alva Edison seribu kali gagal sebelum akhirnya
> menemukan lampu listrik. Jika kita mungkin 5-7 kali
> gagal saja sudah menyerah.
>
> Jadi agar maju tanamkan mental bahwa kita bisa, tidak
> mudah menyerah, jujur, dan tidak ada kompromi untuk
> pencurian/korupsi dan hal negatif lainnya.
>   <[EMAIL PROTECTED]>
> .
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke