On 7/20/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saya tersenyum bahwasanya di milis ini akhirnya rame dengan nama baru dan pengamat baru. Well tak apalah jika syariat ISlam saat ini di milis ini sebagai wacana ditolak. Mungkin benar selama ini saya hanya memberikan labelling saja, atau orang paling khawatir terhadap label.Benarlah ilmu politik sosial yang diperguruan tinggi saya kurang, bagaimana jika saling sharing buku atau sehingga temen yang menolak buku politik Islam yang saya baca. Politik Islam mungkin bagi sebagian orang dianggap hal yang baru.
Tidak baru, lebih ke kuno. Lagipula 'politik islam' itu terdengar begitu duniawi, baqa. Apa yg ada di kepala mbak Aris kalau mendengar misalnya 'politik katholik', 'politik hindu', 'politik budha'? Istilah-istilah terakhir itu memang rekaan saja, cuma test case bagaimana mbak Aris bisa memahaminya dengan arif. Berarti memang Indonesia membutuhkan waktu lagi atau sebuah peristiwa-peristiwa yang bisa menjadi pertimbangankan bahwa syariat Islam layak diterapkan. Syariat Islam adalah milik Allah, saya sebatas menyampaikan saja.^_^ Bila memang Allah berkenan memuliakan agama ISlam, suatu saat Allah yang akan membuat skenario untuk bagaimana syariat ISlam itu diterapkan secara sempurna.Insya Allah. Diterapkan over semua? C'mon mbak Aris. Berpikirlah lebih jernih. Sulit saya pahami pernyataan mbak 'bila Allah berkenan memuliakan agama Islam'. Bukankah konsekwensi dari pernyataan itu adalah, apakah Anda siap menerima kenyataan sebaliknya yg berarti bermakna Allah belum / tidak berkenan memuliakan agama islam? Benarkah syariat itu Allah yg menginginkannya diterapkan ataukah itu keinginan individual untuk keduniaan? Dan mas-mas yang baik di menara gading milis ini, sesugguhnya orang-orang yang menginginkan dan memperjuangkan Syariat Islam itu membangun dari grass root, mereka berpeluh ria dan ridho dengan berbagai pengorbanan yang kadang orang menganggap dirinya rasional, tidak rasional. Karena saya hanya penyampai saja, maka masalah hasil semua ada di tangan Allah. wallahu'alam bishawab. Jika memang syariat Islam sumber malapetaka atau kejatuhan bangsa, ah... kenapa Allah harus menurunkannya dan membuat labellilng rahmatan lil 'alamin. Semoga bukan kesombongan dalam diri kita, menolak syariat Islam. Setahu saya ridho itu erat berkonotasi dengan rela. Kenapa untuk urusan rela masih perlu ada 'tegen prestatie' atau ganjaran langsung dalam bentuk diberlakukannya syariat? Muslim ribut mendengar issue pengkristenan dan Anda dengan maaf, naif meminta semua orang untuk menerima syariat islam untuk diberlakukan atas mereka? Sungguh saya sadari dan pahami, Berat menerapkan syariat ISlam bagi orang yang tak memulai sejak sekarang mengaplikasikannya, namun bukan mustahil bagi orang yang mulai merintis mengaplikasikannya sejak sekarang baik mulai diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar serta mewacanakannya dalam negara. Semua tergantung dari niat juga ^_^ wallahu;alam bishawab Mbak Aris sudah menjawabnya. Saya juga percaya mbak Aris orang baik, yang dalam kondisi tertentu yangg lain mungkin saya inginkan menjadi tetangga atau teman. Tetapi urusan syariat adalah hal lain. Dia bagus bila tetap di level individu. . Salam, Komboi [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> See what's inside the new Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

