Heeeee  hheee, Ari Condro, ketemu juga di milis ini.
Kok masih mbulet terus sih dengan Tafsir At Taubah 29 ini.

Pertanyaan saya di milis lain (dengan topik) yang sama belum sampeyan jawab.

Sekali lagi pertanyaan saya :

SAmpeyan kan bukan fundamentalis, juga bukan salafi.  Nah bagaimana Tafsir 
sampeyan terhadap ayat tsb, agar lebih enak, biar lebih diterima oleh semua 
umat islam baik yang liberal maupun yang tidak liberal.  Gitu aja.

Sekedar mengingatkan sampeyan, ini petikan postingan kita di milis lain, 
tentang ayat tsb. oke :

----------------
Beda tafsir itu gak masalah, toh dalam masalah ijtihadiyah memang 
diperbolehkan untuk berbeda pendapat.

Sampeyan kan ingin mengeliminisi tafsir yang diyakini oleh HT dengan Tafsir 
yang dipegang oleh ikhwan salafi.  Sementara saya yakin bahwa anda bukan 
pemegang satu dari dua tafsir yang anda paparkan dan simpulkan berbeda.
Saya sih khusnuzhan saja, bahwa mustahil anda menolak tafsir yang diyakini 
HT dengan alasan memegang tafsir yang diyakini oleh Salafi.

Lha yang saya tanya, tafsir versi sampeyan mana?
Ojo mbulet ah...?!!!  Sebenarnya kalau anda cerdas anda cukup mengatakan, 
"...bahwa saya tidak setuju dengan tafsir HT dan tafsir Salafi, karena 
dengan Qurannya saja saya sudah ragu !!!"  tentunya dengan prolog yang 
mbulet.
Itu lebih gentle...

salam,
mds
yang menunggu tafsir alternatif versi ari condro.

  ----- Original Message ----- 
  From: Ari Condro
  To: [EMAIL PROTECTED]
  Sent: Wednesday, July 05, 2006 11:18 AM
  Subject: Re: [partai-islam] Re: [ppiindia] Fwd: [mediacare] 'Marriage 
gangs' prey on youths


  tafsiran HT beda tuh ama salafi .. :p



  On 7/5/06, Mudatsir <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

    Kalau Kristen mengajarkan seperti itu silakan, Hindu mengajarkan seperti 
itu silakan....  Lakum dinukum waliyadiin.

    Kita bergaya Islam (bukan gaya Arab) karena Islam mengajarkan demikian. 
Toh kita ngambil Islamnya bukan Arabnya.

    Btw, tafsir At Taubah 29 versi sampeyan belum saya terima lho?  Kalau 
malu2 lewat milis, bisa lewat japri kok?

    mds




      ----- Original Message ----- 
      From: Ari Condro
      To: [EMAIL PROTECTED]
      Sent: Wednesday, July 05, 2006 8:59 AM
      Subject: Re: [partai-islam] Re: [ppiindia] Fwd: [mediacare] 'Marriage 
gangs' prey on youths


      ehm, yahudi ama kristen juga turun di jerusalem ....
      hindu dan budha di india,


      tapi apa kita harus bergaya jerusaleman, atau harus bergaya india 
semua ?



Ini juga :
--------------------
Saya gak maksa kok mas, saya hanya ingin bersabar dalam mencari kebenaran. 
Tidak grusa-grusu.  Saya sabar menunggu Tafsir versi Mas Ari.  Tafsir yang 
mumpuni kan harus melalui sebuah perenungan.

Nggak bakalan mampu...
Mas Ashari ya jangan bilang gitu.  Semua orang mampu membuat Tafsir, kan 
masing-masing sudah punya potensi, dikasih akal (dan otak).  Itu namanya 
pelecehan, melanggar HAM.

salam menunggu tafsir
mds
  ----- Original Message ----- 
  From: Azhari
  To: [EMAIL PROTECTED]
  Sent: Thursday, June 29, 2006 2:28 PM
  Subject: RE: [partai-islam] Re: SBY: Ideologi Pancasila Sudah Final



  Jangan dipaksa terus, nggak bakalan mampu dia.


  azh


  -----Original Message-----
  From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
On Behalf Of Mudatsir
  Sent: Thursday, June 29, 2006 2:19 PM
  To: [EMAIL PROTECTED]
  Subject: Re: [partai-islam] Re: SBY: Ideologi Pancasila Sudah Final


  Tapi saya masih setia menunggu Tafsir Surat At Taubah 29 versi Mas Ari. 
Tafsir yang aplikable dan workable untuk kondisi umat saat ini.  Tentunya 
bukan tafsir comat-comot, tapi tafsir yang mumpuni dan selevel untuk 
disandingkan dengan Tafsir Jalalain atau Ibu Katsir.


  Ayo Mas Ari, sumonggo.......


  Salam,

  mds

2a. Re: Sekali lagi: Syariat Islam, sebuah wacana
    Posted by: "Ari Condro" [EMAIL PROTECTED] masarcon
    Date: Thu Jul 20, 2006 12:02 am (PDT)

syariat islam untuk kultural, peraturan negara yg memberi persamaan hak dan
kewajiban pada semua manusia untuk strukturalnya.

tidak ada kesamaan hak dan kewajiban dalam negara agama, kecuali jika umat
muslim sudah dalam tahapan mampu mereformasi tafsir macam dibawah ini.

Sekarang, mari kita simak keterangan dalam *tafsir Ibn
Katsir*, tafsir yang paling banyak dirujuk oleh
kalangan Islamis-fundamentalis-salafi di mana-mana.

Ibn Katsir berkata:

Ketika urusan orang-orang musyrik sudah selesai dan
dapat diatasi, dan ketika masyarakat sudah
berbondong-bondong masuk Islam, dan ketika jazirah
Arab sudah dapat dibereskan, maka Allah memerintahkan
(kepada Nabi) untuk memerangi dua kelompok ahli kitab,
yaitu orang-orang Yahudi dan Kristen. Perintah ini
turun pada tahun kesembilan (hijrah). Karena itu,
Rasul SAW kemudian bersiap-siap untuk memerangi
orang-orang Romawi, dan mengajak orang-orang untuk
itu.

Tentang firman Allah "wa hum shaghirun", artinya,
mereka (tunduk dalam keadaan) hina dina. Karena itu,
tidak boleh memberikan penghormatan kepada orang-orang
dzimmi, juga tidak boleh mengangkat mereka di atas
derajat orang-orang Islam. Sebab mereka adalah
orang-orang yang hina dan celaka (adzilla', asyqiya'),
sebagaimana (ditunjukkan) oleh sebuah hadis riwayat
Muslim dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasul SAW
bersabda, "Jangan memulai mengucapkan salam kepada
orang Yahudi dan Kristen. Jika kalian bertemu dengan
mereka di jalan, maka kalian harus menydutkan mereka
(agar terpojok) ke tempat yang paling sempit".

Kemudian Ibn Katsir mengutip dengan lengkap surat
perjanjian (khithab) antara Khalifah Umar b. Khatthab
dengan orang-orang Kristen di kawasan Syam (Syria).
Surat itu mengandung banyak poin yang isinya membatasi
hak-hak orang Kristen begitu rupa sehingga kedudukan
mereka benar-benar dalam keadaan terhina seperti
perintah ayat dalam surah Al-Taubah itu.

Salah satu isi syarat itu, antara lain:

- orang Kristen berjanji pada diri mereka sendiri
untuk tidak membangun gereja, kapel atau biara yang
baru, juga tidak akan memperbaiki yang sudah rusak,
dan tidak mengambil dan menghidupkan kembali gereja,
kapel atau biara yang sudah dipakai oleh orang Islam.

- tidak akan mencegah orang Islam untuk masuk atau
mampir di gereja, baik siang atau malam.

- tidak akan meniru orang Islam, baik dalam hal
pakaian (peci, sorban atau sandal), atau pun gaya
potong rambut.

- tidak akan meniru gaya bicara orang Islam.

Dan syarat-syarat lain yang jumlahnya banyak. Yang
hendak mengetahui lebih lanjut, silahkan membaca
sendiri tafsir Ibn Katsir.

=> Kesimpulan: Dari keterangan-keterangan ini, dapat
disimpulkan bahwa orang-orang politeis, Yahudi, dan
Kristen harus diperangi, sehingga mereka takluk,
membayar jizyah, dan mengikuti aturan/hukum yang
membuat mereka terhina. Mereka, dengan kata lain,*
menjadi orang-orang dzimmi yang harus dihinakan.
Menurut sebuah hadis, mereka bahkan harus disudutkan
ke pinggir jalan.*




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke