Assalamu alaikum,
   
  Jawaban Mbak Aris ternyata menyejukkan juga lho...Semoga menyejukkan juga 
bagi keadaan Indonesia yang sedang dirundung ujian ini.
   
  Ahmad
  

aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Mas Yonanis Komboi,
terima kasih atas antusiasme Anda membaca semua postingan dari saya. Bukankah 
sejak awal saya sudah mengatakan seandainya mbah Danar menolak pun saya 
memaklumi. Bila saat ini baru tataran Individu dan mungkin suatu saat meningkat 
lebih dari itu ya Alhamdulillah. Anda akan memahami perkembangannya jika sejak 
postingan tentang syariat Islam diwacanakan di milis ini.

Membangun impian dari tahap per tahap... berlari ribuan kilo dimulai satu 
langkah. Bagaimanakah syariat ISlam diterapkan jika mendengarnya asing atau 
terjadi penolakan, maka saya mencoba menghaturkannya disini. Bahkan untuk 
sekedar label syariat ISlam. Next subtansinya. Kalau orang sudah fobi dengan 
makanan bakso misalnya, mana mungkin dia akan mencicipinya. Mendengarnya aja 
kagak mau. 

Bagaimana dia mau menerimanya? Penerapaan syariat ISlam secara totalitas masih 
panjang ke depan, tapi bukan tidak mungkin, apalagi ngomong negara Islam. Tapi 
memang butuh pengawalan untuk mulai mewacanakan. dan Anda tak bisa menolak 
keluarnya Perda syariah beserta plus minusnya adalah buah efek dari wacana 
syariat ISlam. Selama ini mungkin umat Islam yang dibungkam ngomong syariat 
Islam, akhirnya menemukan keberanian dan momen yang dikira pas. Setidaknya 
keberadaan wacana menjadi motivasi buat mereka, bahwa mereka tak seorang diri. 
Saya mendukung mereka. Minimal dengan tulisan dan lantunan doa.

Penerapan Syariat Islam diterapkan, semua itu juga terjadi karena realitas 
carut-marutnya Indonesia, membuka peluang itu. Orang butuh alternatif solusi. 
Yang perlu dipertimbangkan juga adalah kondisi Indonesia sejak berdiri hingga 
kini, tak ada perubahan atau malah katakanlah makin parah.

Ini pengecualian bagi orang yang sudah mapan dan merasa enjoy dengan kondisi 
yang ada. Mereka sulit merasakannya. Termasuk beberapa anggota di milis ini 
sudah merasa mapan dan selaras dengan apa yang ada. Milis ini bak menara 
gading, berapa jumlah masyarakat yang menikmati fasilitas Internet.

Harus ada yang memulainya mewacanakan syariat Islam di milis ini. Kalau 
pro-kontra itu wajar, milis ini tak mati ada respon. Segala sesuatu yang 
realitas saat ini awalnya dari wacana yang membumi mas. NKRI ini pun berawal 
dari wacana beberapa orang saja bukan? 

Akankah semua orang harus menerima perubahan dan syariat Islam, saya kira tidak 
harus demikian. Orang-orang yang berani melakukan perubahan yang jadi aktornya. 
Sedang saya hanya tak ingin ketinggalan membantu mewacanakan hehehe. 

Politik Islam adalah bukan barang baru yang seharusnya diketahui secara alamiah 
oleh umat Islam, namun sayangnya politik Islam banyak disalah banyak artikan 
dan dicampuradukkan dengan ilmu politik yang berkembang di dunia. Sehingga 
politik Islam kabur bahkan umat Islam jadi fobia, padahal Islam juga mencakup 
seluruh aspek kehidupan termasuk politik. 

Satu pertanyaan saya, menurut Anda kira-kira kenapa mbah Danar atau mungkin 
orang seperti Anda menolak politik Islam, ah tapi sudahlah karena mungkin 
politik Islam yang saya pahami tidak Anda pahami. Saya kan masih dianggap pupuk 
bawang di sini, oleh teman2 disini saya diminta banyak belajar lagi. dan saya 
ndak nolak ko. Saya harus sekolah di PT Fisip dulu baru diakui ngomong politik 
Islam. Sedangkan teman-teman di sini tak dituntut untuk belajar politik Islam 
seperti yang saya pahami. Meski jua seharusnya seorang muslim yang saya pahami 
tak ada pengkotakan dalam memahami agama Islam.

salam belajar dan memaknai hidup
aris


Yohanis Komboi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mbak Aris Solikhah,

Saya, walau baru tahu Mbak Aris dan pak Danar disini, menduga kalau Anda
salah memahami tulisan pak Danar. Yang dimaksudkannya adalah bahwa dia
setuju dengan syariat islam SELAMA itu dalam RANAH INDIVIDU dan bukan
dipaksakan ke ranah negara. Bukankah begitu pak Danar?

Disitu pentingnya membaca dengan serius pendapat orang dan menghargai
pendapat itu tanpa perlu melewatinya secara sambil lalu.

YoKom

On 7/20/06, aris solikhah wrote:
>
> Saya memang meyakini mayoritas umat Islam tak menolak syariat Islam,
> kecuali yang mengakuinya. hehe he Alhamdulillah jika tak ada yang menolak
> syariat ISlam, saya cukup lega dan berbahagia. apalagi Buat anspirasi UU,
> misalnya perda syariah, UU dan RUU APP dan UU hukum, UU pemerintah lain.
> Alhamdulillah.
>
> Alhamdulillah mbah Danar juga tak menolak syariat ISlam lagi. Gitu dong
> mbah...., postingan mbah ke depan akan menunjukkannya. kalau mbah
> benar-benar tak menolak syariat Islam.
> Persoalan negara Islam bisa dibicarakan dan diskusikan nanti. Akan lebih
> enak ngobrol dan diskusinya kalau sudah banyak yang setuju syariat Islam.
>
> saya senang mendengarnya.
>
> salam hangat
>
> aris
>
>
> Keliru mbak.
>
> Baca baik baik posting dari teman teman Muslim. Mereka setuju,
> seperti mbak Lina, mas Dewanto, mas Ari dan kebanyakan sahabat dan
> saudara yang saya kenal, semua Muslim, untuk menjalankan Syariat
> dalam diri masing masing, bahkan memasukkan aspirasi Islam
> kedalamperundangan, sejauh itu baik bagi bangsa kita.
>
> Yang ditolak, oleh banyak Muslim dam Non Muslim, yang cinta bangsa
> ini, adalah PENDIRIAN negara agama. Bukan Syariat Islam.
>
> Saya, menolak negara agama, bukan karena karena saya Non Muslim,
> tetapi karena saya yakin, negara agama, agama apapun lho, juga
> Kristen atau Buddha, hanya akan membawa kesengsaraan bagi anak
> bangsa. Sejarah telah membuktikannya.
>
> Sebaliknya, TAK ada bukti, bahwa negara agama adalah makmur, adil,
> manusiawi. Taka ada. jadi untuk apa bukan?
>
> Jadi saya menolak, bukan Syariat Islam, tetapi negara Islam. BUKAN
> karena saya NON Islam. Juga negara Kristen, saya TOLAK.
>
> Faham kan?
>
> Salam
>
> danardono
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links

The great job makes a great man
pustaka tani 
nuraulia


---------------------------------
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail Beta.

[Non-text portions of this message have been removed]



         

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta.

[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke